Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Swasembada Kedelai Dan Penyakit Mosaiknya Di Sulawesi Tenggara

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2015) · pp. 107–112

DOI
10.37149/4768
Published
2015-03-09
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Kedelai adalah komoditi pangan yang penting karena setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat di Sulawesi Tenggara. Kebutuhan yang tinggi terhadap kedelai menyebabkan setiap tahun pemerintah mengimpor kedelai untuk menutupi kekurangan produksi dalam negeri. Upaya mengurangi impor terus dilakukan namun beberapa kendala seperti gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), salah satunya adalah penyakit mosaic virus yang dapat mengganggu produksi, produktivitas bahkan target swasembada kedelai tiga tahun ke depan. Oleh karena itu paper ini bertujuan memberikan informasi baru keberadaan penyakit mosaik virus pada tanaman kedelai sebagai dasar mendesain strategi pengendalian penyakit mosaik untuk mendukung swasembada kedelai tiga tahun ke depan di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan keberadaan virus Cowpea mild mottle virus (CPMMV), Cucumber mosaic virus (CMV) and Soybean mosaic virus (SMV) setelah diuji dengan teknik ELISA. Tidak ditemukan serangga vektor Aphids (kutudaun) di plot percobaan sampai akhir pengamatan, hanya ditemukan Empoasca sp. Kutudaun adalah vektor beberapa penyakit virus mosaic sehingga tidak adanya kutudaun menjadi menarik karena mungkin telah terjadi pergeseran tugas dan fungsi vektor dari kutudaun ke Empoasca pada kondisi percobaan. Namun demikian masih dibutuhkan kajian mendalam pergeseran tersebut meskipun beberapa referensi melaporkan kemampuan Empoasca sp. sebagai vektor virus. Data ini memberikan implikasi bahwa untuk mencapai swasembada kedelai tiga tahun ke depan memerlukan kajian kolektif tentang faktor-faktor penghambat produksi kedelai sehingga dapat didesain tindakan pengendalian secara dini. Integrasi teknik pengendalian yang kompatibel dengan mempertimbangkan tiga dimensi pengendalian virus yaitu dimensi benih/tanaman sebagai inang, dimensi virus mosaik sebagai patogen dan dimensi serangga vektor virus di lapang Pengendalian vektor virus mosaik merupakan salah satu strategi untuk mengendalikan penyakit mosaic virus.

Collaboration network of the authors

40 authors · 216 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • IPB University
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi KhaeruniUniversitas Halu Oleo12
HS GusnawatyAffiliation unknown9
Asniah AsniahUniversitas Halu Oleo8
AGUNG YUSWANAUniversitas Halu Oleo7
Vit Neru SatrahUniversitas Halu Oleo7
TERRY PAKKIUniversitas Halu Oleo6
SYAIR SYAIRUniversitas Halu Oleo6
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo5
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo4
Muhammad BotekUniversitas Halu Oleo4
Rahayu MallarangengUniversitas Halu Oleo3
La Ode Santiaji BandeUniversitas Halu Oleo3
Rahayu M Rahayu MAffiliation unknown2
Gusnawaty HS Gusnawaty HSAffiliation unknown2
Isalman IsalmanAffiliation unknown2
La HataniAffiliation unknown2
Yusuf YusufUniversitas Muhammadiyah Kendari2
Muhammad MasriAffiliation unknown2
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo2
NURIADI NURIADIAffiliation unknown2
MARIADI MARIADIUniversitas Halu Oleo2
Widodo WidodoIPB University1
Kikin Hamzah MutaqinIPB University1
Muhammad TaufikUniversitas Halu Oleo1
Sri Hendrastuti HidayatIPB University1
Takdir SailiUniversitas Halu Oleo1
Syamsuddin SyamsuddinUniversitas Halu Oleo1
RAHAYU RAHAYUUniversitas Halu Oleo1
GUSTI MADE MURDIKAAffiliation unknown1
Agustono SlametUniversitas Halu Oleo1
LA ODE WALIUniversitas Halu Oleo1
Hasriani HasrianiAffiliation unknown1
WAODE SITI ANIMA HISEINAffiliation unknown1
MUHAMMAD TAUFIKUniversitas Halu Oleo1
NUR INDAH SARIUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Swasembada Kedelai Dan Penyakit Mosaiknya Di Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Taufik, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>HS, Gusnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Hasan, Asmar</dc:creator>
	<dc:creator>M, Rahayu</dc:creator>
	<dc:creator>Nurmini, Nurmini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kedelai adalah komoditi pangan yang penting karena setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat di Sulawesi Tenggara. Kebutuhan yang tinggi terhadap kedelai menyebabkan setiap tahun pemerintah mengimpor kedelai untuk menutupi kekurangan produksi dalam negeri. Upaya mengurangi impor terus dilakukan namun beberapa kendala seperti gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), salah satunya adalah penyakit mosaic virus yang dapat mengganggu produksi, produktivitas bahkan target swasembada kedelai tiga tahun ke depan. Oleh karena itu paper ini bertujuan memberikan informasi baru keberadaan penyakit mosaik virus pada tanaman kedelai sebagai dasar mendesain strategi pengendalian penyakit mosaik untuk mendukung swasembada kedelai tiga tahun ke depan di Sulawesi Tenggara.  Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan keberadaan virus Cowpea mild mottle virus (CPMMV), Cucumber mosaic virus (CMV) and Soybean mosaic virus (SMV) setelah diuji dengan teknik ELISA. Tidak ditemukan serangga vektor Aphids (kutudaun) di plot percobaan sampai akhir pengamatan, hanya ditemukan Empoasca sp.  Kutudaun adalah vektor beberapa penyakit virus mosaic sehingga tidak adanya kutudaun menjadi menarik karena mungkin telah terjadi pergeseran tugas dan fungsi vektor dari kutudaun ke Empoasca pada kondisi percobaan. Namun demikian masih dibutuhkan kajian mendalam pergeseran tersebut meskipun beberapa referensi melaporkan kemampuan Empoasca sp. sebagai vektor virus. Data ini memberikan implikasi bahwa untuk mencapai swasembada kedelai tiga tahun ke depan memerlukan kajian kolektif tentang faktor-faktor penghambat produksi kedelai sehingga dapat didesain tindakan pengendalian secara dini. Integrasi teknik pengendalian yang kompatibel dengan mempertimbangkan tiga dimensi pengendalian virus yaitu dimensi benih/tanaman sebagai inang, dimensi virus mosaik sebagai patogen dan dimensi serangga vektor virus di lapang Pengendalian vektor virus mosaik merupakan salah satu strategi untuk mengendalikan penyakit mosaic virus. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-03-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/4768</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/4768</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Kedepan Tinjauan Konseptual, Teoritis dan Empiris) Tahun 2015; 107 - 112</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/4768/3580</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>