Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Upaya Peningkatan Produktivitas Padi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2015) · pp. 51–58

DOI
10.37149/3126
Published
2015-03-09
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Padi merupakan komoditi strategis yang dapat memberikan dampak yang serius pada bidang sosial, ekonomi, maupun politik di Indonesia. Pengadaan padi nasional harus betul-betul diperhatikan agar tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan. Peningkatan produktivitas padi guna mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan, dapat dilakukan melalui: (1) pendekatan teknis/lingkungan (biotik, abiotik, dan manajemen); (2) perbaikan karakter tanaman (pemuliaan konvensional, bioteknologi/rekayasa genetik); (3) pemanfaatan sumber daya (varietas) lokal secara maksimal; (4) penambahan luasan lahan pertanian baru; dan (5) pendekatan sosial budaya. Produksi pangan tergantung dari berbagai faktor, seperti iklim, tanah, tanaman, sarana produksi, manajemen dan insentif bagi para petani dalam memproduksi komoditas pangan. Rendahnya laju peningkatan produksi pangan diduga disebabkan oleh: (1) produktivitas tanaman pangan yang masih rendah dan terus menurun; (2) peningkatan luas areal penanaman-panen yang stagnan bahkan terus menurun khususnya di lahan pertanian pangan produktif di pulau Jawa. Upaya-upaya terpadu secara terkonsentrasi pada peningkatan produksi padi nasional yang terencana mulai ―presisi‖ di sektor hulu – proses (on farm) dan hilirnya perlu dilakukan dengan penekanan pada: peningkatan produktivitas dan penerapan teknologi bio/hayati organik, perluasan areal pertanian pangan (padi) dan optimalisasi pemberdayaan sumber daya pendukung lokalnya, kebijakan tataniaga beras dan pembatasan impor beras, pemberian kredit produksi dan subsidi bagi petani padi, serta pembatasan konversi lahan pertanian pangan menjadi lahan non-pertanian.

Collaboration network of the authors

39 authors · 170 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo5
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo4
Dirvamena BoerUniversitas Halu Oleo3
Gusti Ray SadimantaraAffiliation unknown3
Dewi Nurhayati YusufUniversitas Halu Oleo3
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo2
Hamirul HadiniUniversitas Halu Oleo2
I GUSTI RAY SADIMANTARAUniversitas Halu Oleo2
Suaib SuaibAffiliation unknown2
Sitti LeomoUniversitas Halu Oleo2
Dedi ErawanAffiliation unknown2
Waode NuraidaAffiliation unknown2
Gusti R. SadimantaraAffiliation unknown2
Yulianti YuliantiInstitut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI1
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo1
Azhar AnsiUniversitas Halu Oleo1
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo1
Muhammad SafarrudinUniversitas Halu Oleo1
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo1
Afiati BahrawiAffiliation unknown1
Sarawa SarawaUniversitas Halu Oleo1
Awal MunduAffiliation unknown1
Alya Nurul AzkiaAffiliation unknown1
Siti LeomoAffiliation unknown1
Hasbullah SyafAffiliation unknown1
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo1
SYAMSU ALAMAffiliation unknown1
Weka WidayatiAffiliation unknown1
Ine FausayanaUniversitas Halu Oleo1
La NalefoAffiliation unknown1
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo1
Makmur Jaya ArmaAffiliation unknown1
WAODE SITI ANIMA HISEINAffiliation unknown1
MUHAMMAD APRIZALAffiliation unknown1
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo1
Marsuki IswandiAffiliation unknown1
Fahyudin FahyudinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Upaya Peningkatan Produktivitas Padi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan</dc:title>
	<dc:creator>Sadimantara, H. Gusti Ray</dc:creator>
	<dc:creator>Muhidin, Muhidin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Padi merupakan komoditi strategis yang dapat memberikan dampak yang serius pada bidang sosial, ekonomi, maupun politik di Indonesia. Pengadaan padi nasional harus betul-betul diperhatikan agar tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan. Peningkatan produktivitas padi guna mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan, dapat dilakukan melalui: (1) pendekatan teknis/lingkungan (biotik, abiotik, dan manajemen); (2) perbaikan karakter tanaman (pemuliaan konvensional, bioteknologi/rekayasa genetik); (3) pemanfaatan sumber daya (varietas) lokal secara maksimal; (4) penambahan luasan lahan pertanian baru; dan (5) pendekatan sosial budaya. Produksi pangan tergantung dari berbagai faktor, seperti iklim, tanah, tanaman, sarana produksi, manajemen dan insentif bagi para petani dalam memproduksi komoditas pangan. Rendahnya laju peningkatan produksi pangan diduga disebabkan oleh: (1) produktivitas tanaman pangan yang masih rendah dan terus menurun; (2) peningkatan luas areal penanaman-panen yang stagnan bahkan terus menurun khususnya di lahan pertanian pangan produktif di pulau Jawa. Upaya-upaya terpadu secara terkonsentrasi pada peningkatan produksi padi nasional yang terencana mulai ―presisi‖ di sektor hulu – proses (on farm) dan hilirnya perlu dilakukan dengan penekanan pada: peningkatan produktivitas dan penerapan teknologi bio/hayati organik, perluasan areal pertanian pangan (padi) dan optimalisasi pemberdayaan sumber daya pendukung lokalnya, kebijakan tataniaga beras dan pembatasan impor beras, pemberian kredit produksi dan subsidi bagi petani padi, serta pembatasan konversi lahan pertanian pangan menjadi lahan non-pertanian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-03-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/3126</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/3126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Kedepan Tinjauan Konseptual, Teoritis dan Empiris) Tahun 2015; 51 - 58</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/3126/2358</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 PROCEEDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>