Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Aplikasi Kompos Limbah Kulit Jambu Mete Pada Jagung Lokal Muna Di Lahan Kering Marginal

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2020) · pp. 3–10

DOI
10.37149/11328
Published
2020-03-20
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara, rendahnya produksi jagung terutama terkait dengan aspek fisik yaitu tanah dan iklim. Sebagian besar budidaya jagung diusahakan pada lahan-lahan marginal dengan tingkat kesuburan yang rendah dengan kondisi iklim yang kering. Namun demikian, dengan pengelolaan dan cara budidaya yang baik, lahan kering marginal tersebut sangat potensial untuk daerah pengembangan jagung. Salah satu cara budidaya yang tepat adalah dengan pemupukan yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan kompos limbah kulit jambu mete dapat memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah serta ramah lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tanaman jagung lokal terhadap kompos limbah kulit jambu mete pada lahan kering marginal. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret–Agustus 2017 di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan kompos kulit jambu mete sebagai perlakuan dengan 5 taraf dosis yaitu kontrol, 5 ton ha-1, 10 ton ha-1, 15 ton ha-1 dan 20 ton ha-1. Data dianalisis sesuai dengan rancangan yang digunakan dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menununjukkan bahwa pemberian kompos limbah kulit jambu mete mempengaruhi semua variabel pengamatan yaitu pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, luas daun dan diameter batang), komponen hasil dan hasil (bobot tongkol per tanaman, bobot biji per tongkol, bobot 100 biji, bobot tongko ton ha-1 dan bobot biji (ton ha-1). Aplikasi kompos limbah kulit jambu mete taraf dosis 20 ton ha-1 memberikan pengaruh terbaik pada keseluruhan variabel pengamatan.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 231 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode AfaUniversitas Halu Oleo6
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo6
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo6
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo5
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo5
Sitti LeomoUniversitas Halu Oleo5
Zulfikar ZulfikarUniversitas Halu Oleo4
Andi BahrunUniversitas Halu Oleo4
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo4
Halim HalimUniversitas Halu Oleo4
Hasbullah SyafAffiliation unknown4
Namriah NamriahUniversitas Halu Oleo3
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo3
ROBIATUL ADAWIYAHUniversitas Halu Oleo3
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo3
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo3
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo3
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo3
Teguh WijayantoAffiliation unknown3
Darwis DarwisUniversitas Halu Oleo2
SYAMSU ALAMAffiliation unknown2
Hamirul HadiniUniversitas Halu Oleo2
M. TUFAILA HEMONUniversitas Halu Oleo2
La Ode Arfan DeduAffiliation unknown2
Waode NuraidaAffiliation unknown2
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo2
MIRZA ARSIATY ARSYADAffiliation unknown2
Rachmawati HasidUniversitas Halu Oleo2
MUHIDIN MUHIDINUniversitas Halu Oleo2
Tresjia C. RakianAffiliation unknown2
Wa Kuasa BakaAffiliation unknown1
Murdjani KamaluddinUniversitas Halu Oleo1
SULWAN SULWANAffiliation unknown1
TRESJIA CORINA RAKIANAffiliation unknown1
ASMAN BAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Kompos Limbah Kulit Jambu Mete Pada Jagung Lokal Muna  Di Lahan Kering Marginal</dc:title>
	<dc:creator>Rahni, Nini Mila</dc:creator>
	<dc:creator>Safuan, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Salmatia, Salmatia</dc:creator>
	<dc:creator>Zulfikar, Zulfikar</dc:creator>
	<dc:creator>Nuraida, Nuraida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kompos limbah kulit jambu mete; Jagung; Lahan kering marginal.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara, rendahnya produksi jagung terutama terkait dengan aspek fisik yaitu tanah dan iklim. Sebagian besar budidaya jagung diusahakan pada lahan-lahan marginal dengan tingkat kesuburan yang rendah dengan kondisi iklim yang kering.  Namun  demikian, dengan pengelolaan dan cara budidaya yang baik, lahan kering marginal tersebut sangat potensial untuk daerah pengembangan jagung.  Salah satu cara budidaya yang tepat adalah dengan pemupukan yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan kompos limbah kulit jambu mete dapat memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah serta ramah lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tanaman jagung lokal terhadap kompos limbah kulit jambu mete pada lahan kering marginal. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret–Agustus 2017 di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan kompos kulit jambu mete sebagai perlakuan dengan 5 taraf dosis yaitu kontrol, 5 ton ha-1, 10 ton  ha-1, 15 ton ha-1 dan 20 ton ha-1. Data dianalisis sesuai dengan rancangan yang digunakan dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%.  Hasil penelitian menununjukkan bahwa pemberian kompos limbah kulit jambu mete mempengaruhi semua variabel pengamatan yaitu pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, luas daun dan diameter batang), komponen hasil dan hasil (bobot tongkol per tanaman, bobot biji per tongkol, bobot 100 biji, bobot tongko ton ha-1 dan bobot biji (ton ha-1). Aplikasi kompos limbah kulit jambu mete taraf dosis 20 ton ha-1 memberikan pengaruh terbaik pada keseluruhan variabel pengamatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-03-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/11328</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/11328</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospeknya Menuju Swasembada yang Berkelanjutan) Tahun 2018; 3 - 10</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/11328/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>