Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Optimalisasi Pemanfaatan Lahan untuk Pengembangan Tanaman Jagung dan Kacang Tanah di Das Tiworo Berbasis Evaluasi Kesesuaian Lahan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2020) · pp. 21–32

DOI
10.37149/15075
Published
2020-11-11
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Identifikasi suatu wilayah yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman jagung dan kacang tanah diwilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan berdasarkan pada pola tata guna lahan yang baik berbasis evaluasi kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan menentukan wilayah-wilayah yang sesuai sehingga lebih optimal dalam pengembangan komoditas jagung dan kacang tanah berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan di DAS Tiworo. Metode menggunakan metode matching/mencocokkan antara kualitas/karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman jagung dan kacang tanah. Jenis data yang dikumpulkan untuk evaluasi kesesuaian lahan adalah sifat fisik tanah dan kimia meliputi pH-tanah, kandungan C-Organik tanah, N-total, kandungan P2O5, K2O, Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, Kejenuhan Basa (KB), tekstur tanah, kondisi drainase, bahaya banjir, data curah hujan dan temperatur udara, serta kelas kelerengan dan tingkat bahaya erosi dengan pendekatan unit lahan. Setiap unit lahan kemudian dilakukan survei untuk mendapatkan data karakteristik pada masing-masing unit lahan. Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jagung dan kacang tanah di DAS Tiworo hanya memiliki 2 tingkat klasifikasi kesesuaian lahan yakni kelas S3 (sesuai marginal) dan kelas N (tidak sesuai). Wilayah yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan tanaman jagung pada Kelas S3sebesar 22,30% (6.479,24 ha) dengan faktor penghambat yaitu 1) ketersediaan air (wa), 2) retensi hara (nr), 3) ketersediaan hara (na) dan 4) bahaya erosi (eh) demikian pula untuk tanaman kacang tanah pada Kelas S3 sebesar 22,06% (6.408,60 ha) dengan faktor penghambat yaitu 1) ketersediaan air (wa), 2) retensi hara (nr), 3) ketersediaan hara (na) dan 4) bahaya erosi (eh).

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 202 co-authorship links · 5 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Namriah NamriahUniversitas Halu Oleo11
Weka Gusmiarty AbdullahUniversitas Halu Oleo9
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo9
Darwis DarwisUniversitas Halu Oleo7
Zulfikar ZulfikarUniversitas Halu Oleo6
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo5
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo5
Awaluddin HamzahUniversitas Halu Oleo4
Wa Kuasa BakaAffiliation unknown4
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo4
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo4
Ilma Sarimustaqiyma RianseAffiliation unknown3
Dasmin SiduAffiliation unknown3
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo3
Salahuddin SalahuddinUniversitas Gadjah Mada3
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo3
La Ode RustamUniversitas Halu Oleo3
Dedi ErawanAffiliation unknown3
SYAMSU ALAMAffiliation unknown3
MUHIDIN MUHIDINUniversitas Halu Oleo3
Dedi ErawanUniversitas Halu Oleo2
Fransiscus Suramas RembonUniversitas Halu Oleo2
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo2
Resman ResmanAffiliation unknown2
Halim HalimUniversitas Halu Oleo2
Hasbullah SyafAffiliation unknown2
M. TUFAILA HEMONUniversitas Halu Oleo2
Sitti Nur IsnianAffiliation unknown2
Sitti Aida Adha TaridalaUniversitas Halu Oleo2
Budiyanto BudiyantoUniversitas Muhammadiyah Jakarta2
R. Marsuki IswandiAffiliation unknown2
Syamsu AlamUniversitas Halu Oleo2
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo2
ROBIATUL ADAWIYAHUniversitas Halu Oleo2
Rachmawati HasidUniversitas Halu Oleo2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimalisasi Pemanfaatan Lahan untuk Pengembangan Tanaman Jagung dan Kacang Tanah di Das Tiworo Berbasis Evaluasi Kesesuaian Lahan</dc:title>
	<dc:creator>Zulfikar, Zulfikar</dc:creator>
	<dc:creator>Tufaila, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Rianse, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Leomo, Sitti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahni, Nini Mila</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DAS Tiworo; Evaluasi Kesesuaian Lahan; Kacang Tanah; Jagung; Wilayah Pengembangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Identifikasi suatu wilayah yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman jagung dan kacang tanah diwilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan berdasarkan pada pola tata guna lahan yang baik berbasis evaluasi kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan menentukan wilayah-wilayah yang sesuai sehingga lebih optimal dalam pengembangan komoditas jagung dan kacang tanah berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan di DAS Tiworo. Metode menggunakan metode matching/mencocokkan antara kualitas/karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman jagung dan kacang tanah. Jenis data yang dikumpulkan untuk evaluasi kesesuaian lahan adalah sifat fisik tanah dan kimia meliputi pH-tanah, kandungan C-Organik tanah, N-total, kandungan P2O5, K2O, Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, Kejenuhan Basa (KB), tekstur tanah, kondisi drainase, bahaya banjir, data curah hujan dan temperatur udara,  serta kelas kelerengan dan tingkat bahaya erosi dengan pendekatan unit lahan. Setiap unit lahan kemudian dilakukan survei untuk mendapatkan data karakteristik pada masing-masing unit lahan. Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jagung dan kacang tanah di DAS Tiworo hanya memiliki  2 tingkat klasifikasi kesesuaian lahan yakni kelas S3 (sesuai marginal) dan kelas N (tidak sesuai). Wilayah yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan tanaman jagung pada Kelas S3sebesar 22,30% (6.479,24 ha) dengan faktor penghambat yaitu 1) ketersediaan air (wa), 2) retensi hara (nr), 3) ketersediaan hara (na) dan 4) bahaya erosi (eh) demikian pula untuk tanaman kacang tanah pada Kelas S3 sebesar 22,06% (6.408,60 ha) dengan faktor penghambat yaitu 1) ketersediaan air (wa), 2) retensi hara (nr), 3) ketersediaan hara (na) dan 4) bahaya erosi (eh).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/15075</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/15075</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL (Pembangunan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan di Era Disrupsi); 21 - 32</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/15075/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>