Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

MAKSIM KESANTUNAN DALAM DIALOG ILC EPISODE “ANAS SIAP DIGANTUNG DI MONAS” (KAJIAN PRAGMATIK)

Jurnal Pendidikan Bahasa · Vol. 8 No. 2 (2020)

DOI
10.33772/jpb.v8i2.10335
ISSN
2502-4183, 2252-9896
Published
2020-01-28
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kebijaksanaan dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (2) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kedermawanan dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (3) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim penerimaan dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (4) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kerendahan hati dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (5) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kesetujuan dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (6) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kesimpatian dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas”. Data dalam penelitian ini adalah dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas”. Sumber dalam penelitian ini adalah tayangan dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” yang ditayangkan di Tv One. Data yang dikumpulkan diklasifikasikan menurut jenis tuturan yang mengandung maksim kesantunan berbahasa. Kemudian menganalisis data dalam hal ini data yang telah diperoleh akan dianalisis isinya. Selanjutnya analisis data dalam bentuk penggunaan maksim kesantunan berbahasa akan dijelaskan berdasarkan maksud ujaran yang dituturkan oleh penutur. Hasil penelitian menunjukkan prinsip kesantunan berbahasa yang digunakan meliputi: maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penerimaan, maksim kerendahan hati, maksim kesetujuan, dan maksim kesimpatian. Maksim yang banyak digunakan adalah masksim kebijaksanaan. Hal ini menunjukkan penutur dan lawan tutur berusaha memaksimalkan keuntungan sedangkan maksim yang paling sedikit adalah maksim kerendahan hati dan maksim kesimpatian. Kata Kunci: Dialog ILC; Kajian Pragmatik; Maksim Kesantunan

Collaboration network of the authors

40 authors · 90 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Merdeka Malang
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Sriwijaya University
  • Universitas Budi Luhur
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sahlan SahlanAffiliation unknown3
Amri TanduklangiUniversitas Halu Oleo3
Irianto IbrahimAffiliation unknown3
Asrun LioAffiliation unknown2
Aris BadaraUniversitas Halu Oleo2
Fitria Cahya SariUniversitas Halu Oleo1
Sri Muniarty SamandAffiliation unknown1
Kamaluddin KamaluddinUniversitas Merdeka Malang1
Siti HijarAffiliation unknown1
Sartiah SartiahAffiliation unknown1
Purnamasari PurnamasariAffiliation unknown1
Ramdhani Nur Fithrah JiwaAffiliation unknown1
Safriyadin SafriyadinAffiliation unknown1
Anita RezkiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Alberth AlberthAffiliation unknown1
Tambunan TambunanAffiliation unknown1
Anugrah Puspita Ayu M.Affiliation unknown1
Arlan ArlanAffiliation unknown1
Mursalim MursalimAffiliation unknown1
Annisa RezkiAffiliation unknown1
Darni DarniAffiliation unknown1
Indrawati IndrawatiSriwijaya University1
Ketut SuardikaAffiliation unknown1
La Ili La IliAffiliation unknown1
Wa Ode AnaAffiliation unknown1
Amirudin RahimAffiliation unknown1
Jumail JumailAffiliation unknown1
Kusuma WardhaniAffiliation unknown1
Yunus YunusAffiliation unknown1
La Ode BalawaAffiliation unknown1
Erny HarijatyUniversitas Halu Oleo1
Bella Fatahu RahmahAffiliation unknown1
Imelda ImeldaUniversitas Budi Luhur1
Yasin SuratnoAffiliation unknown1
Husnawati AisaAffiliation unknown1
Hamlina SyahdaAffiliation unknown1
Milda YursaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MAKSIM KESANTUNAN DALAM DIALOG ILC EPISODE “ANAS SIAP DIGANTUNG DI MONAS” (KAJIAN PRAGMATIK)</dc:title>
	<dc:creator>Abdin, Non</dc:creator>
	<dc:creator>Sailan, Zalili</dc:creator>
	<dc:creator>Konisi, Yani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kebijaksanaan dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (2) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kedermawanan dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (3) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim penerimaan dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (4) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kerendahan hati dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (5) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kesetujuan dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” (6) bentuk kesantunan yang berkaitan dengan maksim kesimpatian dalam dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas”. Data dalam penelitian ini adalah dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas”. Sumber dalam penelitian ini adalah tayangan dialog ILC episode “Anas Siap Digantung di Monas” yang ditayangkan di Tv One. Data yang dikumpulkan diklasifikasikan menurut jenis tuturan yang mengandung maksim kesantunan berbahasa. Kemudian menganalisis data dalam hal ini data yang telah diperoleh akan dianalisis isinya. Selanjutnya analisis data dalam bentuk penggunaan maksim kesantunan berbahasa akan dijelaskan berdasarkan maksud ujaran yang dituturkan oleh penutur. Hasil penelitian menunjukkan prinsip kesantunan berbahasa yang digunakan meliputi: maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penerimaan, maksim kerendahan hati, maksim kesetujuan, dan maksim kesimpatian. Maksim yang banyak digunakan adalah masksim kebijaksanaan. Hal ini menunjukkan penutur dan lawan tutur berusaha memaksimalkan keuntungan sedangkan maksim yang paling sedikit adalah maksim kerendahan hati dan maksim kesimpatian. Kata Kunci: Dialog ILC; Kajian Pragmatik; Maksim Kesantunan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPB/article/view/10335</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpb.v8i2.10335</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pendidikan Bahasa; Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Bahasa</dc:source>
	<dc:source>2502-4183</dc:source>
	<dc:source>2252-9896</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpb.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPB/article/view/10335/7299</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Pendidikan Bahasa</dc:rights>
</oai_dc:dc>