Jurnal
KEBERTAHANAN KOSAKATA KELADANGAN BAHASA CIACIA DIALEK WABULA PADA ANAK USIA REMAJA DI DESA MATANAUWE KECAMATAN SIOTAPINA KABUPATEN BUTON
Jurnal Pendidikan Bahasa · Vol. 8 No. 1 (2019) · pp. 91–100
- ISSN
- 2502-4183, 2252-9896
- Published
- 2019-02-01
- Publisher
- Universitas Halu Oleo
- Language
- eng
Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebertahanan kosakata keladangan Bahasa Ciacia Dialek Wabula pada anak usia remaja di Desa Matanauwe serta kelompok kosakata yang memiliki tingkat kebertahanan tinggi.. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif didukung analisis kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan pengetahuan usia remaja di Desa Matanauwe terhadap kosakata Keladangan Bahasa Ciacia Dialek Wabula yakni menunjukan bahwa dari 200 kosakata keladangan yang dijadikan objek penelitian diajukan terhadap 50 responden maka dapat dihasilkan data bahwa 35 kosakata (17,5%) masih digunakan dan diketahui oleh seluruh responden (100%),. Sedangkan persentase pengetahuan terkecil didapatkan hasil bahwa 1 kosakata (0,5%) diketahui dan digunakan oleh 9 responden (18%). Tingkat kebertahanan kelompok kosakata keladangan tertinggi diduduki oleh kelompok kosakata tumbuh-tumbuhan di lingkungan keladangan. Faktor yang mempengaruhi kebertahanan kosakata keladanagan Bahasa Ciacia Dialek Wabula di Desa Matanauwe adalah: 1) faktor alam yang meliputi: kondisi alam Desa matanauwe, dan kondisi geografis Desa Matanauwe, 2) faktor sosial yang meliputi: sumber penghidupan masyarakat, dan kesetiaan berbahasa, dan 3) faktor ekonomi, yaitu masyarakat Desa Matanauwe bukan hanya petani yang berladang tetapi masyarakat yang memiliki pekerjaan dan berprofesi lain tetap berladang untuk membantu menunjang kebutuhan ekonomi keluarganya. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakbertahanan kosakata keladanagan Bahasa Ciacia Dialek Wabula di Desa Matanauwe adalah faktor sosial yang meliputi: kurang partisipasi berbahasa daerah, kurangnya proses transfer dari generasi tua ke generasi muda, dominasi penggunaan Bahasa Indonesia, dan media elektronik. Kata Kunci: Kosakata; Bahasa Ciacia; Dialek Wabula
Collaboration network of the authors
29 authors · 66 co-authorship links · 4 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Hanna Hanna | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Sri Suryana Dinar | Affiliation unknown | 2 |
| Akhmad Marhadi | Universitas Halu Oleo | 1 |
| La Ode Topo Jers | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Erens Elvianus Koodoh | Affiliation unknown | 1 |
| Maliudin Maliudin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Fina Amalia Masri | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Alberth Alberth | Affiliation unknown | 1 |
| Elsa Silvia Nasrul | Affiliation unknown | 1 |
| Tambunan Tambunan | Affiliation unknown | 1 |
| Yeni Yeni | Affiliation unknown | 1 |
| Ulin Nafiah | Affiliation unknown | 1 |
| ARIFIN ARIFIN | Affiliation unknown | 1 |
| Asrun Lio | Affiliation unknown | 1 |
| Sumiman Udu | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Desi Ratna Sari | Affiliation unknown | 1 |
| Sidu Marafaad | Affiliation unknown | 1 |
| Faisal Rasul | Affiliation unknown | 1 |
| Sriyono Sriyono | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Yazid | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Aris Badara | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Hasnatang Hasnatang | Affiliation unknown | 1 |
| Gusti Ayu Made Sukariani | Affiliation unknown | 1 |
| Ummi Kalsum | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| La Yani Konisi | Affiliation unknown | 1 |
| Sarmawati Sarmawati | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.