Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Uji Toksisitas Akut dengan Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT) dan penetapan kadar Fenolik dan Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera)

Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan · Vol. 6 No. 2 (2020) · pp. 89–94

DOI
10.33772/pharmauho.v6i2.12759
ISSN
2715-4181
Published
2020-09-28
Publisher
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Latar Belakang: Kelor dikenal sebagai The Miracle Tree atau pohon ajaib. Hal ini didukung dengan fakta bahwa kelor terbukti secara ilmiah merupakan sumber gizi berkhasiat obat(Tutik et al., 2018). M. oleifera sudah banyak digunakan sebagai sumber makanan dan telah digunakan sebagai obat selama berabad-abad lamanya, diantaranya penyakit kulit, infeksi pernapasan, infeksi telinga dan gigi, hipertensi, diabetes, kanker, antiinflamasi, antioksidan, hiperglikemia dan makanan suplemen. Tujuan: untuk menentukan nilai toksisitas kulit batang kelor (Moringa oleifera) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT). Metode: Serbuk kulit batang kelor diekstraksi dengan cara maserasi. Fraksi diperoleh dengan metode cair-cair. Sifat toksik diuji dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT). Kadar fenolik dikur dengan menggunakan metode reagen Folin-Ciocalteau. Kadar flavonoid dianalisis dengan metode kolorimeter Aluminium klorida. Hasil: Ekstrak metanol menunjukkan nilai toksik yang kuat dibandingkan dengan fraksi n-heksan dan air dengan nilai toksisitas sebesar 153,394 ppm. Kadar fenolik dan flavonoid yang tertinggi terdapat pada ekstrak metanol dengan kadar sebesar 509,91 g EAG/100 g sampel untuk fenolik dan 536,11 gEK/100 g sampel untuk flavonoid. Kesimpulan: Kulit batang kelor memiliki sifat toksik dengan ekstrak metanol paling toksik, sehingga bias ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui senyawa yang paling bersifat toksik

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 151 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ruslin RuslinUniversitas Halu Oleo5
Andi Nafisah Tendri AdjengAffiliation unknown3
Sunandar IhsanUniversitas Halu Oleo2
Kobajashi Togo IsamuAffiliation unknown2
La Ode Muhammad FitrawanUniversitas Halu Oleo2
Nur Illiyyin AkibAffiliation unknown2
Y YaminAffiliation unknown2
N NurhasanaAffiliation unknown2
Asniar PascayantriAffiliation unknown2
La AbaUniversitas Halu Oleo1
Rina AndriyaniAffiliation unknown1
Syahabudin SyahabudinAffiliation unknown1
Dian Munasari SoloUniversitas Halu Oleo1
Dian Munasari SoloAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti ZubaydahUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Handoyo SahumenaUniversitas Halu Oleo1
Arfan ArfanUniversitas Halu Oleo1
Nur Fitriana Muhammad AliInstitut Teknologi dan Kesehatan Avicenna1
Sania HairahAffiliation unknown1
Syahlan HermanAffiliation unknown1
R RuslinAffiliation unknown1
S SabarudinAffiliation unknown1
S SahidinAffiliation unknown1
Mesi LeoritaAffiliation unknown1
Sandra Aulia MardikasariAffiliation unknown1
W WahyuniAffiliation unknown1
Muhammad Hajrul MalakaAffiliation unknown1
Linda PriartiAffiliation unknown1
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo1
Fery Indradewi ArmadanyAffiliation unknown1
Halimahtussaddiyah RitongaAffiliation unknown1
Andi Nafisah Tendri AdjengAffiliation unknown1
Nur illiyin AkibAffiliation unknown1
Rahiswari Pramudita LakasaAffiliation unknown1
Syam FebriantaraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Toksisitas Akut dengan Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT) dan penetapan kadar Fenolik dan Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera)</dc:title>
	<dc:creator>Yamin, Yamin</dc:creator>
	<dc:creator>Sartinah, Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Arba, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Candrayanti, Gusti Ayu Made</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit batang  kelor, Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT), toksisitas, fenolik total, flavonoid total</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang : Kelor dikenal sebagai The Miracle Tree atau pohon ajaib. Hal ini didukung dengan fakta bahwa kelor terbukti secara ilmiah merupakan sumber gizi berkhasiat obat(Tutik et al., 2018).  M. oleifera sudah banyak digunakan sebagai sumber makanan dan telah digunakan sebagai obat selama berabad-abad lamanya, diantaranya penyakit kulit, infeksi pernapasan, infeksi telinga dan gigi, hipertensi, diabetes, kanker, antiinflamasi, antioksidan, hiperglikemia dan makanan suplemen. Tujuan : untuk menentukan nilai toksisitas kulit batang kelor (Moringa oleifera) dengan menggunakan metode  Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT). Metode : Serbuk kulit batang kelor diekstraksi dengan cara maserasi. Fraksi diperoleh dengan metode cair-cair. Sifat toksik diuji dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT). Kadar fenolik dikur dengan menggunakan metode reagen Folin-Ciocalteau. Kadar flavonoid dianalisis dengan metode kolorimeter Aluminium klorida. Hasil : Ekstrak metanol menunjukkan nilai toksik yang kuat dibandingkan dengan fraksi n-heksan dan air dengan nilai toksisitas sebesar 153,394 ppm. Kadar fenolik dan flavonoid yang tertinggi terdapat pada ekstrak metanol dengan kadar sebesar  509,91 g EAG/100 g sampel untuk fenolik dan 536,11  gEK/100 g sampel  untuk flavonoid. Kesimpulan : Kulit batang kelor memiliki sifat toksik dengan ekstrak metanol paling toksik, sehingga bias ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui senyawa yang paling bersifat toksik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/12759</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/pharmauho.v6i2.12759</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan; Vol 6, No 2 (2020): Pharmauho; 89-94</dc:source>
	<dc:source>2715-4181</dc:source>
	<dc:source>10.33772/pharmauho.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/pharmauho/article/view/12759/10001</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yamin Yamin, Ari Sartinah, Muhammad Arba, Gusti Ayu Made Candrayanti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>