Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet pada Remaja

Jurnal Sublimapsi · Vol. 1 No. 3 (2020) · pp. 163–172

DOI
10.36709/sublimapsi.v1i3.12766
ISSN
2716-1854, 2720-930X
Published
2020-09-27
Publisher
Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Kecanduan internet dapat diartikan sebagai sindrom yang ditandai oleh individu menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online, Young (dalam Basri, 2014). Hal ini ditandai rasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet. Jika pengguna internet yang memiliki kontrol diri yang tinggi mampu mengatur penggunaan internet sehingga tidak tenggelam dalam internet, mampu menggunakan internet sesuai kebutuhan, mampu memadukan aktivitas online dengan aktivitas-aktivitas lain dalam kehidupannya dan tidak memerlukan internet sebagai tempat untuk melarikan diri dari masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja di SMPN 3 Bau-Bau. Subjek penelitian ini adalah 37 siswa di SMPN 3 Bau-Bau dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kontrol diri dan skala kecanduan internet. Hasil analisis korelasi Product Moment Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja (p=0,0030,05) dan r = -0,469 yang artinya semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi kemungkinan kecanduan internet.Kata Kunci: Kontrol Diri, Kecanduan Internet

Collaboration network of the authors

40 authors · 79 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Telkom University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Waode SuarniAffiliation unknown6
Aspin AspinAffiliation unknown5
Yuliastri Ambar PambudhiUniversitas Halu Oleo5
Amiruddin BAffiliation unknown4
Muhammad AbasAffiliation unknown3
Nani Restati SiregarAffiliation unknown3
Eva HerikUniversitas Halu Oleo2
Nana SumarnaUniversitas Halu Oleo2
Linda FajriahAffiliation unknown2
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo2
Yurindah YurindahUniversitas Halu Oleo1
B. AmiruddinUniversitas Halu Oleo1
Maharani MaharaniAffiliation unknown1
Izlan SentryoUniversitas Halu Oleo1
Agus RenalUniversitas Halu Oleo1
Mirna Desrina MuzriAffiliation unknown1
Abdul Rasul LamingAffiliation unknown1
Abraham RahmanAffiliation unknown1
Herni HerniAffiliation unknown1
Muhammad NurdinAffiliation unknown1
Muliddin MuliddinAffiliation unknown1
Maharusu MaharusuAffiliation unknown1
Nurdiana NurdianaAffiliation unknown1
Jamili JamiliAffiliation unknown1
Sakka HasanUniversitas Halu Oleo1
Ibro SutyonoAffiliation unknown1
Nurdianah NurdianahAffiliation unknown1
Sri MaharaniUniversitas Halu Oleo1
Ali Mulya RendeAffiliation unknown1
La IliAffiliation unknown1
Firmansyah SaputraAffiliation unknown1
Umi Ikra PutrianiAffiliation unknown1
Hasmawati HasmawatiTelkom University1
La Ili La IliAffiliation unknown1
Hilaluddin HanafiAffiliation unknown1
Tamrin AminAffiliation unknown1
Azahra Rezhya Arta Mevia RazakAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/sublimapsi/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet pada Remaja</dc:title>
	<dc:creator>Astati, Astati</dc:creator>
	<dc:creator>Hamid, Rimba</dc:creator>
	<dc:creator>Marhan, Citra</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kecanduan internet dapat diartikan sebagai sindrom yang ditandai oleh individu menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online, Young (dalam Basri, 2014). Hal ini ditandai rasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet. Jika pengguna internet yang memiliki kontrol diri yang tinggi mampu mengatur penggunaan internet sehingga tidak tenggelam dalam internet, mampu menggunakan internet sesuai kebutuhan, mampu memadukan aktivitas online dengan aktivitas-aktivitas lain dalam kehidupannya dan tidak memerlukan internet sebagai tempat untuk melarikan diri dari masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja di SMPN 3 Bau-Bau. Subjek penelitian ini adalah 37 siswa di SMPN 3 Bau-Bau dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kontrol diri dan skala kecanduan internet. Hasil analisis korelasi Product Moment Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja  (p=0,0030,05) dan r = -0,469 yang artinya semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi kemungkinan kecanduan internet.Kata Kunci : Kontrol Diri, Kecanduan Internet</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-09-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/sublimapsi/article/view/12766</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/sublimapsi.v1i3.12766</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sublimapsi; Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Sublimapsi; 163-172</dc:source>
	<dc:source>2716-1854</dc:source>
	<dc:source>2720-930X</dc:source>
	<dc:source>10.36709/sublimapsi.v1i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/sublimapsi/article/view/12766/9896</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/sublimapsi/article/downloadSuppFile/12766/1552</dc:relation>
	<dc:relation>10.36709/sublimapsi.v1i3.12766.s1552</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 SUBLIMAPSI</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>