Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

KAJIAN KONTRIBUSI SEKTOR TRANSPORTASI DARAT TERHADAP PENINGKATAN EMISI CO2 SERTA INVENTARISASI KEMAMPUAN SERAPAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA KENDARI

Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin · Vol. 11 No. 2 (2020) · pp. 65–70

DOI
10.33772/djitm.v11i2.10215
ISSN
2502-3373, 2085-8817
Published
2020-05-13
Publisher
Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

ABSTRAK Tata guna lahan, jaringan infrastruktur jalan dan pergerakan manusia dapat mempengaruhi perkembangan serta peningkatan sistem tranportasi perkotaan. Aktivitas transportasi yang tinggi akan berdampak pada peningkatkan emisi gas buang di udara seperti CO2, CO, HC, CH4, SO2, NO2 dan partikulat yang dapat memicu pencemaran udara. Apabila tidak di imbangi dengan penambahan kawasan Ruang Terbuka Hijau maka daya dukung penyerapan emisi CO2 menjadi berkurang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan darat serta daya dukung Ruang Terbuka Hijau dalam menyerap emisi CO2 diKota Kendari. Data primer berupa konsumsi bahan bakar berdasakan penyaluran Terminal Bahan Bakar Minyak di kota kendari, sedangkan luasan Ruang Terbuka Hijau mengacu pada RTH yang dikelola oleh Pemerintah Kota Kendari. Analisis yang digunakan dalam menghitung emisi CO2 adalah metode “tier 1” yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2006, sedangkan analisis kemampuan daya serap RTH menggunakan data luasan pada setiap jenis tutupan lahan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan emisi CO2 yang signifikan akibat konsumsi bahan bakar kendaraan di Kota Kendari sejak tahun 2015 sampai tahun 2018, dimana tingkat emisi tahun 2015 sebesar 265.910,92 ton/tahun, sedangkan tahun 2018 mencapai 326.039,40 ton/tahun. Luas dan daya dukung Ruang Terbuka Hijau existing tidak mampu menyerap keseluruhan jumlah emisi CO2 yang disebabkan oleh konsumsi bahan bakar kendaraan darat, dimana jumlah emisi yang mampu diserap pada tahun 2018 sebesar 267.884,74 ton dari total emisi 326.039,40 ton sehingga Kota Kendari masih membutuhkan RTH seluas 102,9 hektar. Kata kunci: Emisi CO2, Kendaraan Darat, Ruang Terbuka Hijau ABSTRACT [Study Of Land Transportation Contribution On The Improvement Of CO2 Emissions And Inventory Of Ability Of Green Open Space Absorption In Kendari City]. Land use, road infrastructure networks and human movement can enhance the development and improvement of the transportation system. High transportation activities will increase emissions of CO2, CO, HC, CH4, SO2, NO2 and particulate emissions which can increase air pollution. If it is not balanced with the addition of the Green Open Space area, the carrying capacity of CO2 emissions will be reduced.This study aims to analyze CO2 emissions from land vehicle fuel consumption and carrying capacity of Green Open Space in saving CO2 emissions in Kendari City. Primary data consist of fuel consumption based on the distribution of fuel terminals in the city of Kendari, while the area of the Green Open Space is in accordance with the green space managed by the Kendari City Government. The analysis used in the calculation of CO2 emissions is the "level 1" method issued by the 2006 Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), while the analysis of the capacity of green space absorption uses area data on each type of land cover.The results of this study indicate a significant increase in CO2 emissions in vehicle fuel consumption in Kendari City from 2015 to 2018, where the level of emissions in 2015 amounted to 265,910.92 tons / year, while in 2018 it reached 326,039.40 tons / year. The extent and carrying capacity of the Green Open Space is unable to reduce the amount of CO2 emissions caused by vehicle fuel consumption, while the amount of emissions that can be absorbed in 2018 is 267,884.74 tons of the total emissions of 326,039.40 tons so that the City of Kendari needs to require green space covering an area of 102.9 hectares. Keywords: CO2 emissions, land transportation, green open space

Collaboration network of the authors

40 authors · 148 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Budiman SudiaAffiliation unknown9
Samhuddin SamhuddinAffiliation unknown5
La Ode Ahmad BarataAffiliation unknown4
Abd KadirUniversitas Halu Oleo3
Yuspian GunawanAffiliation unknown3
La HasanudinUniversitas Halu Oleo3
Kadir KadirAffiliation unknown2
Ridway BalakaAffiliation unknown2
Salimin SaliminAffiliation unknown2
Al Ichlas ImranAffiliation unknown2
Raden Rinova SisworoUniversitas Halu Oleo2
Yulius Barra PasolonUniversitas Halu Oleo1
Mukhayar MukhayarAffiliation unknown1
Nasrul NasrulUniversitas Halu Oleo1
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo1
La Ode MagribiAffiliation unknown1
Luther PagillingAffiliation unknown1
Minson SimatupangUniversitas Halu Oleo1
I Gusti R SadimantaraAffiliation unknown1
Fransiscus R SuramasAffiliation unknown1
Muhammad S SadimantaraAffiliation unknown1
Luther P PagilingAffiliation unknown1
Budiman S SudiaAffiliation unknown1
Prinob AksarUniversitas Halu Oleo1
Jaka Seru Dwi SaputraAffiliation unknown1
Ade SaputraAffiliation unknown1
Irwan IrwanUniversitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar1
Muhamad Rian TaufikAffiliation unknown1
Kusmardin KusmardinAffiliation unknown1
Harman SaidAffiliation unknown1
Ambo SakkaAffiliation unknown1
Sarifudin SarifudinAffiliation unknown1
La AtoAffiliation unknown1
Idris IdrisAffiliation unknown1
Muhamad Ashar SyahrirAffiliation unknown1
La Ode NurudinAffiliation unknown1
Heri RandiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/dinamika/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KONTRIBUSI SEKTOR TRANSPORTASI DARAT TERHADAP PENINGKATAN EMISI CO2 SERTA INVENTARISASI KEMAMPUAN SERAPAN RUANG TERBUKA HIJAU  DI KOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Kaebansiha, Rajab Jandipo</dc:creator>
	<dc:creator>Golok Jaya, Laode Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Mangalla, Lukas Kano</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Tata guna lahan, jaringan infrastruktur jalan dan pergerakan manusia dapat mempengaruhi perkembangan serta peningkatan sistem tranportasi perkotaan. Aktivitas transportasi yang tinggi akan berdampak pada peningkatkan emisi gas buang di udara seperti CO2, CO, HC, CH4, SO2, NO2 dan partikulat yang dapat memicu pencemaran udara.  Apabila tidak di imbangi dengan penambahan kawasan Ruang Terbuka Hijau maka daya dukung penyerapan emisi CO2 menjadi berkurang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan darat serta daya dukung Ruang Terbuka Hijau dalam menyerap emisi CO2 diKota Kendari. Data primer berupa konsumsi bahan bakar berdasakan penyaluran Terminal Bahan Bakar Minyak di kota kendari, sedangkan luasan Ruang Terbuka Hijau mengacu pada RTH yang dikelola oleh Pemerintah Kota Kendari. Analisis yang digunakan dalam menghitung emisi CO2 adalah metode “tier 1” yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2006, sedangkan analisis kemampuan daya serap RTH  menggunakan data luasan pada setiap jenis tutupan lahan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan emisi CO2 yang signifikan akibat konsumsi bahan bakar kendaraan di Kota Kendari sejak tahun 2015 sampai tahun 2018, dimana tingkat emisi tahun 2015 sebesar 265.910,92 ton/tahun, sedangkan tahun 2018 mencapai 326.039,40 ton/tahun.  Luas dan daya dukung Ruang Terbuka Hijau existing tidak mampu menyerap keseluruhan jumlah emisi CO2 yang disebabkan oleh konsumsi bahan bakar kendaraan darat, dimana jumlah emisi yang mampu diserap pada tahun 2018 sebesar 267.884,74 ton dari total emisi 326.039,40 ton sehingga Kota Kendari masih membutuhkan RTH seluas 102,9 hektar. Kata kunci: Emisi CO2, Kendaraan Darat, Ruang Terbuka Hijau ABSTRACT [Study Of Land Transportation Contribution On The Improvement Of CO2 Emissions And Inventory Of Ability Of Green Open Space Absorption In Kendari City]. Land use, road infrastructure networks and human movement can enhance the development and improvement of the transportation system. High transportation activities will increase emissions of CO2, CO, HC, CH4, SO2, NO2 and particulate emissions which can increase air pollution. If it is not balanced with the addition of the Green Open Space area, the carrying capacity of CO2 emissions will be reduced.This study aims to analyze CO2 emissions from land vehicle fuel consumption and carrying capacity of Green Open Space in saving CO2 emissions in Kendari City. Primary data consist of fuel consumption based on the distribution of fuel terminals in the city of Kendari, while the area of the Green Open Space is in accordance with the green space managed by the Kendari City Government. The analysis used in the calculation of CO2 emissions is the "level 1" method issued by the 2006 Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), while the analysis of the capacity of green space absorption uses area data on each type of land cover.The results of this study indicate a significant increase in CO2 emissions in vehicle fuel consumption in Kendari City from 2015 to 2018, where the level of emissions in 2015 amounted to 265,910.92 tons / year, while in 2018 it reached 326,039.40 tons / year. The extent and carrying capacity of the Green Open Space is unable to reduce the amount of CO2 emissions caused by vehicle fuel consumption, while the amount of emissions that can be absorbed in 2018 is 267,884.74 tons of the total emissions of 326,039.40 tons so that the City of Kendari needs to require green space covering an area of 102.9 hectares. Keywords: CO2 emissions, land transportation, green open space</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Rekayasa Universitas Halu Oleo</dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/dinamika/article/view/10215</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/djitm.v11i2.10215</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin; Vol 11, No 2 (2020); 65-70</dc:source>
	<dc:source>2502-3373</dc:source>
	<dc:source>2085-8817</dc:source>
	<dc:source>10.33772/djitm.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/dinamika/article/view/10215/8511</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>