Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

AKTIVITAS ANTI DIABETES MELLITUS TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 23 No. 3 (2020) · pp. 75–78

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2020-02-16
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) telah lama digunakan sebagai salah satu pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk untuk penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak etanol durian dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan dosis 125 mg / kgBB dan diberi beban glukosa 20%. Sebanyak 36 ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol sehat, kelompok II diinduksi dengan aloksan dan diberikan NaCMC 1% (kontrol negatif), kelompok III diinduksi dengan aloksan dan diberikan Acarbose® (kontrol positif), kelompok IV diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 125 mg / kgBB, kelompok V diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 250 mg / kgBB, kelompok VI diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 500 mg / kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum induksi alloxan (t-0), 3x24 jam setelah induksi (t-3), dan setiap 30 menit setelah pemberian perlakuan ekstrak dan larutan glukosa hingga menit ke-180 (t30, t60, t90, t120, t150 dan t180), yang dilakukan pengukuran menggunakan alat glukometer (Nesco®). Persen penurunan kadar glukosa darah yang paling tinggi ditunjukkan setelah menit ke-180 pada kelompok EDR dengan dosis 125 mg / kgBB, ESB dosis 250 mg / kgBB dan EDL dosis 500 mg / kgBB yaitu sebesar 50,60%, 105,62%, dan 62,97%.

Collaboration network of the authors

40 authors · 106 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hasyim KasimAffiliation unknown7
Subehan LalloAffiliation unknown3
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown3
M Natsir DjideAffiliation unknown3
Yusnita RifaiAffiliation unknown2
Risfah YuliantyAffiliation unknown2
SartiniAffiliation unknown2
Sartini SartiniAffiliation unknown2
Nasruddin AMAffiliation unknown2
Muhammad Syukri SadimantaraUniversitas Halu Oleo1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Makmur KambolongUniversitas Halu Oleo1
Rahman RahmanAffiliation unknown1
Riska PurnamasariAffiliation unknown1
Muhammad Yunus AmranAffiliation unknown1
Nurul InsaniAffiliation unknown1
Magfirah MagfirahAffiliation unknown1
Zhulhajsyirah ZhulhajsyirahAffiliation unknown1
Jumriani TammasAffiliation unknown1
Reymon ReymonAffiliation unknown1
A Rufaidah HasharyAffiliation unknown1
Sri YolandariAffiliation unknown1
Asniar PascayantriAffiliation unknown1
Cahyani PurnasariAffiliation unknown1
Nurul InayahUniversitas Islam Negeri Sumatera Utara1
Yunus AmranAffiliation unknown1
Tuti Handayani ZainalAffiliation unknown1
Fauziah AminAffiliation unknown1
Nur Inda YantiAffiliation unknown1
Restuyani ParanoanAffiliation unknown1
Suryanita SuryanitaAffiliation unknown1
Aliyah AliyahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">AKTIVITAS ANTI DIABETES MELLITUS TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Amir, Muh. Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sulitiani, Yuyun</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Indriani, Indriani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pratiwi, Inda</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyudin, Elly</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Manggau, Marianti A</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sumarheni, Sumarheni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ismail, Ismail</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Durian (Durio zibethinus Murr.) telah lama digunakan sebagai salah satu pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk untuk penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak etanol durian dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan dosis 125 mg / kgBB dan diberi beban glukosa 20%. Sebanyak 36 ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol sehat, kelompok II diinduksi dengan aloksan dan diberikan NaCMC 1% (kontrol negatif), kelompok III diinduksi dengan aloksan dan diberikan Acarbose® (kontrol positif), kelompok IV diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 125 mg / kgBB, kelompok V diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 250 mg / kgBB, kelompok VI diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 500 mg / kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum induksi alloxan (t-0), 3x24 jam setelah induksi (t-3), dan setiap 30 menit setelah pemberian perlakuan ekstrak dan larutan glukosa hingga menit ke-180 (t30, t60, t90, t120, t150 dan t180), yang dilakukan pengukuran menggunakan alat glukometer (Nesco®). Persen penurunan kadar glukosa darah yang paling tinggi ditunjukkan setelah menit ke-180 pada kelompok EDR dengan dosis 125 mg / kgBB, ESB dosis  250 mg / kgBB dan EDL dosis 500 mg / kgBB yaitu  sebesar 50,60%, 105,62%, dan 62,97%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2020-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9396</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 23 No. 3 (2019): MFF; 75-78</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9396/4799</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>