Community Food Barns (Lumbung Pangan Masyarakat or LPM) serve as a vital instrument in maintaining national food reserve stability; however, multidimensional evaluations of their sustainability are often overlooked. This study aims to evaluate the sustainability status and development strategies of LPM in Pidie Regency, Aceh. The unit of analysis involved 150 LPM member farmers selected via simple random sampling. A Multi-Dimensional Scaling (MDS) approach using Rapfish was employed to assess sustainability ordination across ecological, economic, and social dimension indicators. The analysis indicates that LPM falls under the "moderately sustainable" category in aggregate. Social and ecological dimensions dominate, whereas the economic dimension exhibits the lowest index (54.03–57.20%). Key leverage factors include land quality, market access, and compliance with environmental regulations. This study contributes theoretically by adapting the MDS model to measure the resilience of agrarian community-based food institutions. Practical implications emphasize the necessity of economic business diversification and managerial strengthening to ensure adaptive regional food self-sufficiency.
Bahasa Indonesia
Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) merupakan instrumen vital dalam menjaga stabilitas cadangan pangan nasional, namun evaluasi keberlanjutannya secara multidimensi sering kali terabaikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status keberlanjutan dan strategi pengembangan LPM di Kabupaten Pidie, Aceh. Metode: Unit analisis meliputi 150 petani anggota LPM yang dipilih melalui simple random sampling. Pendekatan Multi-Dimensional Scaling (MDS) menggunakan Rapfish diterapkan untuk menilai ordinasi keberlanjutan pada indikator dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial. Hasil Analisis menunjukkan LPM berada pada kategori "cukup berkelanjutan" secara agregat. Dimensi sosial dan ekologi mendominasi, sedangkan dimensi ekonomi memiliki indeks terendah (54,03–57,20%). Faktor pengungkit utama (leverage factors) meliputi kualitas lahan, akses pasar, dan kepatuhan regulasi lingkungan. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengadaptasi model MDS untuk mengukur resiliensi kelembagaan pangan berbasis komunitas agraris. Implikasi praktisnya menekankan perlunya diversifikasi usaha ekonomi dan penguatan manajerial untuk menjamin kemandirian pangan daerah yang adaptif.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.