Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENGGUNAAN ISOTONIK ALAMI UNTUK BURUNG PUYUH (CORTUNIX CORTUNIX JAPONICA) PENGARUHNYA TERHADAP PROFIL LEMAK DARAH DAN KADAR KOLESTEROL TELUR

Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan · Vol. 10 No. 2 (2023) · pp. 42–45

DOI
10.20956/jitp.v10i2.12769
ISSN
2476-9444, 2086-6216
Published
2023-01-23
Publisher
Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan isotonik alami (sari jeruk nipis, ekstrak seledri dan gula) untuk ternak unggas (Burung Puyuh) yang mampu mengatasi cekaman panas (Heat Stress) dengan dosis yang tepat serta melihat apakah pemberian isotonik alami ini mampu memperbaiki profil lemak darah puyuh yang meliputi kadar kolesterol darah, LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein), dan kadar trigliserida darah serta kadar kolesterol telur puyuh. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan antara lain T0 yaitu perlakuan air minum tanpa dosis isotonik, T1 menggunakan 10% infusa seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula, T2 menggunakan 20% ekstrak seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula, T3 30% ekstrak seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolesterol darah dan LDL secara signifikan berbeda (P 0,05). Kadar kolesterol telur puyuh juga mengalami penurunan pada T2 namun tidak signifikan (P>0,05).

Collaboration network of the authors

4 authors · 4 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andri KusmayadiUniversitas Perjuangan Tasikmalaya2
Dedy Inko FrandikaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/peternakan/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGGUNAAN ISOTONIK ALAMI UNTUK BURUNG PUYUH (CORTUNIX CORTUNIX JAPONICA) PENGARUHNYA TERHADAP PROFIL LEMAK DARAH DAN KADAR KOLESTEROL TELUR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Frasiska, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahayu, Novia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan isotonik alami (sari jeruk nipis, ekstrak seledri dan gula) untuk ternak unggas (Burung Puyuh) yang mampu mengatasi cekaman panas (Heat Stress) dengan dosis yang tepat serta melihat apakah pemberian isotonik alami ini mampu memperbaiki profil lemak darah puyuh yang meliputi kadar kolesterol darah, LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein), dan kadar trigliserida darah serta kadar kolesterol telur puyuh. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan antara lain T0 yaitu perlakuan air minum tanpa dosis isotonik, T1 menggunakan 10% infusa seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula, T2 menggunakan 20% ekstrak seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula, T3 30% ekstrak seledri + 2% sari jeruk nipis + 2% gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolesterol darah dan LDL secara signifikan berbeda (P&amp;lt;0,05) pada T2. Kadar HDL mengalami kenaikan dan Triliserida darah menunjukkan penurunan pada T2 namun tidak signifikan (P&amp;gt;0,05). Kadar kolesterol telur puyuh juga mengalami penurunan pada T2 namun tidak signifikan (P&amp;gt;0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/peternakan/article/view/12769</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jitp.v10i2.12769</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan; Vol. 10 No. 2 (2022); 42-45</dc:source>
	<dc:source>2476-9444</dc:source>
	<dc:source>2086-6216</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/peternakan/article/view/12769/9346</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Nurul Frasiska, Novia Rahayu</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>