Jurnal
Peningkatan Kompetensi Kolaborasi Konselor Sekolah Melalui Program Pelatihan di Musyawarah Guru Bimbingan Dan Konseling (MGBK) Kabupaten Semarang
Journal of Community Empowerment · Vol. 2 No. 1 (2022) · hlm. 27–31
- ISSN
- 2798-5997, 2807-1115
- Terbit
- 2022-04-21
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Konselor sekolah merupakan profesioal untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik. Kualitas layanan bimbingan dan konseling dipengaruhi kompetensi konselor untuk berkolaborasi dengan Kepala Sekolah, guru bidang studi, orang tua siswa, dan juga masyarakat. Kenyataannya kualitas kompetensi konselor belum memiliki kompetensi kolaborasi. Sebagai salah satu solusi strategis diadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kolaborasi konselor sekolah. Tujuan dari pelatihan adalah meningkatkan kompetensi profesional konselor sehingga guru bimbingan konseling/konselor mampu mengaplikasikan kompetensi kolaborasi. Metode yang di gunakan dalam pengabidan ini adalah dengan pemberian ceramah, tanya jawab dan diskusi melalui pelatihan konseling dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat bekerja sama dengan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling di SMA Kabupaten Semarang dilaksanakan dengan pendekatan tiga tahap yaitu: identifikasi kompetensi kolaborasi peserta, pelaksanaan pelatihan, monitoring dan evaluasi pelatihan. Hasil pengolahan instrumen pre-test dan post-test yang diberikan kepada 30 Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor peserta pelatihan menunjukkan hasil yang memuaskan. Terdapat peningkatan pemahaman dan pengaplikasian kolaborasi di sekolah. Guru bimbingan dan konseling atau konselor telah mampu menyusun dan mensosialisasikan program layanan bimbingan dan konseling yang telah mereka susun. Abstract School counselors are professionals to facilitate the development of students. The quality of guidance and counseling services is influenced by the competence of counselors to collaborate with school principals, subject teachers, parents, and also the community. In fact, the quality of the counselor's competence does not yet have collaboration competence. As one of the strategic solutions, training is held to improve the collaboration competence of school counselors. The purpose of the training is to improve the professional competence of counselors so that guidance and counselor teachers are able to apply collaboration competencies. The method used in this service is by giving lectures, questions and answers and discussions through counseling training with community service activities in collaboration with the Counseling Guidance Teacher Deliberation at SMA (Senior High School) Kabupaten Semarang carried out with a three-stage approach, namely: identification of participant collaboration competencies, training implementation, monitoring and evaluation of training. The results of processing the pre-test and post-test instruments given to 30 Guidance and Counseling Teachers or trainee counselors showed satisfactory results. There is an increased understanding and application of collaboration in schools. Guidance and counseling teachers or counselors have been able to compile and socialize the guidance and counseling service program that they have arranged.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 152 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Sugiyo Sugiyo | Afiliasi tidak diketahui | 15 |
| Priyantini Widiyaningrum | Afiliasi tidak diketahui | 13 |
| Edy Purwanto | Afiliasi tidak diketahui | 11 |
| Ning Setiati | Afiliasi tidak diketahui | 9 |
| Sunawan Sunawan | Afiliasi tidak diketahui | 9 |
| Mungin Eddy Wibowo | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Mulawarman Mulawarman | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Dwi Yuwono Puji Sugiharto | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Indah Lestari | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Boby Ardhian Nusantara | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Arif Widiyatmoko | State University of Semarang | 4 |
| Maria Ayu Puspita | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Parmin Parmin | State University of Semarang | 4 |
| Mungin Eddy Wibowo | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Bambang Priyono | State University of Semarang | 3 |
| Sri Ngabekti | State University of Semarang | 3 |
| Pramesti Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| DYP Sugiharto | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Suharso Suharso | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Anwar Sutoyo | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Muhammad Japar | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Melissa Salma Darmawan | State University of Semarang | 2 |
| Nunung Eni Elawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Aura Tirsa Melinda | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Orchida Puspa Jelita | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Delia Alifia Farreza | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Niken Subekti | State University of Semarang | 2 |
| Bayu Tri Prasojo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ujang Khiyarusholeh | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nailu Rokhmatika | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Edy Cahyono | State University of Semarang | 2 |
| Imam Tadjri | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| M.Th Sri Hartati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Farid Ahmadi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.