Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Distribusi Walet (Collocalia sp) di Kabupaten Grobogan

Life Science · Vol. 1 No. 1 (2012)

ISSN
2528-5009, 2252-6277
Terbit
2012-06-29
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi rumah walet (Colocalia sp), terutama walet yang dibudidayakan di rumah walet di Kabupaten Grobogan. Metode pengumpulan data terdiri dari data spasial dalam bentuk data yang meliputi peta topografi yang terdiri dari peta jalan, peta sungai, peta ketinggian, peta suhu yang berasal dari peta landsat dan data tabular distribusi rumah walet di Kabupaten Grobogan. Penentuan distribusi rumah walet dengan menggunakan Global Position System (GPS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah walet tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Grobogan yang diamati. Kecamatan Purwodadi menempati peringkat tertinggi dalam perolehan rumah walet di Kabupaten Grobogan, yaitu sebanyak 209 rumah walet, sedangkan Kecamatan Kedungjati menempati peringkat terendah dengan enam rumah walet. Daerah dengan kategori "paling cocok " adalah kecamatan Gabus dan Ngaringan. Daerah dengan habitat kesesuaian "tepat" adalah kecamatan Kradenan, Tawangharjo, Kedungjati, Tegowanu, dan Gubug yang mempunyai potensi berkembang untuk budidaya sarang walet. Distribusi rumah walet di sepuluh kecamatan yang diamati merupakan daerah perkotaan. Faktor keamanan adalah penting dan merupaka faktor utama menyebabkan banyak rumah walet dibangun di daerah perkotaan.The study aims to know swallow (Colocalia sp) house distribution, especially swallow that cultivating in the swallow house at Grobogan Regency. Data collection method consist of spatial data in form of data that include topographic map which consist of road map, river map, elevation map, temperature map. It was derived from landsat maps and tabular data of swallow house distribution in Grobogan Regency. Determination of swallow house distribution by using Global Position System (GPS). The results of this study show that swallows house have been distributed in ten subdistricts of Grobogan Regency that are observed. Purwodadi Subdistrict occupy the highest rank in acquisition of swallow house in Grobogan Regency, that as many as 209 swallow house, whereas Kedungjati Subdistrict occupy the lowest rank with six swallow house. Area with category “ most appropriate” as Gabus and Ngaringan District. Area with habitat suitability “ appropriate” as Kradenan, Tawangharjo, Kedungjati, Tegowanu, and Gubug district had a potential to developing nest swiftlet cultivation. Swallow house distribution in ten subdistricts that are observed numerouse urban areas. Safety factor is important and more principal for factors that caused many swallow houses are builded in urban areas.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 172 tautan kepenulisan bersama · 7 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Kasetsart University
  • Politeknik Agraria STPN
  • Diponegoro University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Bambang PriyonoState University of Semarang9
Aditya MariantiAfiliasi tidak diketahui7
Nana Kariada Tri MartutiState University of Semarang4
Nugroho Edi KartijonoState University of Semarang4
Risa Dwita HardiantiState University of Semarang3
Amnan HarisAfiliasi tidak diketahui3
Lisdiana LisdianaAfiliasi tidak diketahui3
Andin IrsadiState University of Semarang3
Sigit SaptonoState University of Semarang3
Ning SetiatiAfiliasi tidak diketahui3
Amin RetnoningsihAfiliasi tidak diketahui3
Enni Suwarsi RahayuState University of Semarang3
Andreas Priyono Budi PrasetyoState University of Semarang2
Saiful RidloState University of Semarang2
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang2
Priyantini WidiyaningrumAfiliasi tidak diketahui2
Widowati WidowatiAfiliasi tidak diketahui2
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui2
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui2
S MartonoAfiliasi tidak diketahui2
Tsabit Azinar AhmadAfiliasi tidak diketahui2
Nur Kusuma DewiAfiliasi tidak diketahui2
Talitha WidiatningrumAfiliasi tidak diketahui2
Yustinus Ulung AnggraitoAfiliasi tidak diketahui2
Partaya PartayaAfiliasi tidak diketahui2
PartayaAfiliasi tidak diketahui2
Nana Kariada Tri MartutiAfiliasi tidak diketahui2
Sri SukaesihState University of Semarang2
Retno Sri IswariState University of Semarang2
Andreas Priyono Budi PrasetyoAfiliasi tidak diketahui2
Jiraporn TeampanpongKasetsart University1
Endah PeniatiState University of Semarang1
R. MartantoPoliteknik Agraria STPN1
Fenny WidiyantiState University of Semarang1
Christine Nadya SAfiliasi tidak diketahui1
Andhina Putri HeriyantiDiponegoro University1
Aziz Al AnshoriAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Distribusi Walet (Collocalia sp) di Kabupaten Grobogan</dc:title>
	<dc:creator>Arifin, Moch. Samsul</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayuningsih, Margareta</dc:creator>
	<dc:creator>Ngabekti, Sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi rumah walet (Colocalia sp), terutama walet yang dibudidayakan di rumah walet di Kabupaten Grobogan. Metode pengumpulan data terdiri dari data spasial dalam bentuk data yang meliputi peta topografi yang terdiri dari peta jalan, peta sungai, peta ketinggian, peta suhu yang berasal dari peta landsat dan data tabular  distribusi rumah walet di Kabupaten Grobogan. Penentuan distribusi rumah walet dengan menggunakan Global Position System (GPS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah walet tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Grobogan yang diamati. Kecamatan Purwodadi menempati peringkat tertinggi dalam perolehan rumah walet di Kabupaten Grobogan, yaitu sebanyak 209 rumah walet, sedangkan Kecamatan Kedungjati menempati peringkat terendah dengan enam rumah walet. Daerah dengan kategori "paling cocok " adalah kecamatan Gabus dan Ngaringan. Daerah dengan habitat kesesuaian "tepat" adalah kecamatan  Kradenan, Tawangharjo, Kedungjati, Tegowanu, dan Gubug yang mempunyai potensi berkembang  untuk budidaya sarang walet. Distribusi rumah walet di sepuluh kecamatan yang diamati merupakan daerah perkotaan. Faktor keamanan adalah penting dan merupaka faktor utama  menyebabkan banyak rumah walet dibangun di daerah perkotaan.The study aims to know swallow (Colocalia sp) house distribution, especially swallow that cultivating in the swallow house at Grobogan Regency. Data collection method consist of spatial data in form of data that include topographic map which consist of  road map, river map, elevation map, temperature map. It was derived from landsat maps and tabular data of swallow house distribution in Grobogan Regency. Determination of swallow house distribution by using Global Position System (GPS). The results of this study show that swallows house have been distributed in ten subdistricts of Grobogan Regency that are observed. Purwodadi Subdistrict occupy the highest rank in acquisition of swallow house in Grobogan Regency, that as many as 209 swallow house, whereas Kedungjati Subdistrict occupy the lowest rank with six swallow house. Area with category “ most appropriate” as Gabus and Ngaringan District. Area with habitat suitability “ appropriate” as Kradenan, Tawangharjo, Kedungjati, Tegowanu, and Gubug district had a potential to developing nest swiftlet cultivation. Swallow house distribution in ten subdistricts that are observed numerouse urban areas. Safety factor is important and more principal for factors that caused many swallow houses are builded in urban areas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/889</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 1 No 1 (2012)</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/889/915</dc:relation>
</oai_dc:dc>