Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

INTENSITAS WARNA KUNING DAN KADAR OMEGA-3 TELUR BURUNG PUYUH AKIBAT PEMBERIAN UNDUR-UNDUR LAUT

Life Science · Vol. 2 No. 2 (2013)

ISSN
2528-5009, 2252-6277
Terbit
2013-11-27
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Telur merupakan bahan makanan yang bergizi dan disukai masyarakat, namun mengandung faktor pembatas yang dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan yaitu kolesterol. Diharapkan suplementasi asam lemak tak jenuh yang berasal dari organisme laut (undur-undur laut) mampu meningkatkan intensitas warna kuning telur dan adanya omega-3 pada telur burung puyuh. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peningkatan intensitas warna kuning telur dan kadar omega-3 burung puyuh yang diberi pakan undur-undur laut (Emerita sp). Sampel yang digunakan yaitu 60 ekor burung puyuh betina berusia 45 hari yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu 0%, 10%, 20 dan 30% tepung undur-undur laut dalam pakan. Perlakuan diberikan selama 15 hari. Data asam lemak omega-3 dan intensitas warna kuning telur puyuh dilakukan pada hari ke-15. Data kadar asam lemak omega-3 dianalisis secara deskriptif sedangkan, data intensitas warna kuning telur puyuh dianalisis dengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil ANAVA satu arah terhadap intensitas warna kuning telur puyuh menunjukkan bahwa pemberian tepung undur-undur laut signifikan (p<0,05). Hasil uji BNT menunjukan adanya perbedaan yang nyata antara kelompok R0 dengan R3 dan R1 dengan R3 sedangkan, kadar omega-3 (linolenat) yang terdeteksi hanya pada kelompok R3 sebesar 0,17%.Egg is one of the nutritions food which the most people liked, but it contains limited factor such as cholestrol which can be intrude on health. Unsaturated Fatty acids supplemen from sea orgnanism mole crabs chould be increased quail yolk color intensity and omega-3 content. The purpose is to exsamine the increase quails yolk colour intensity and omega-3 content int quail egg fed mole crabs (Emerita sp). The samples used was 60 female quails aged 45 days devided into 4 groups treatment of 0%, 10%, 20, 30% mole crab flour contents added to feed. The treatment was given for 15 days. The data of omega-3 and quail yolk color intensity performed on day 15. Omega-3 contents were analyzed descriptively, but the quail yolk color intensity were analyzed by one-way ANOVA followed by LSD test. The result of the one-way ANOVA for quails yolk color intensity showed giving of mole crab flour is significant (p<0,05). LSD test showed there are significantly different between R0 with R3 group and R1 with R3 group while percentage of omega-3 (linoleic acid) detected only R3 group that is 0,17%.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 180 tautan kepenulisan bersama · 2 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • State University of Makassar
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang14
Ning SetiatiAfiliasi tidak diketahui11
Ari YuniastutiState University of Semarang7
Retno Sri IswariState University of Semarang6
Lisdiana LisdianaAfiliasi tidak diketahui4
Endah PeniatiState University of Semarang4
Aditya MariantiAfiliasi tidak diketahui4
Siti Harnina BintariAfiliasi tidak diketahui4
Wulan ChristijantiAfiliasi tidak diketahui3
Andin IrsadiState University of Semarang3
Pramesti DewiAfiliasi tidak diketahui3
Nugrahaningsih WHAfiliasi tidak diketahui3
Andreas Priyono Budi PrasetyoState University of Semarang3
LisdianaAfiliasi tidak diketahui2
Maria Ayu PuspitaAfiliasi tidak diketahui2
Nunung Eni ElawatiAfiliasi tidak diketahui2
Aura Tirsa MelindaAfiliasi tidak diketahui2
Orchida Puspa JelitaAfiliasi tidak diketahui2
Delia Alifia FarrezaAfiliasi tidak diketahui2
Wiwi IsnaeniState University of Semarang2
Sri NgabektiState University of Semarang2
Ani RusilowatiState University of Semarang2
Didik Huswo UtomoAfiliasi tidak diketahui2
Enni Suwarsi RahayuState University of Semarang2
Susi ErliantiAfiliasi tidak diketahui2
Lili Astuti IsnaeniAfiliasi tidak diketahui2
WulandariState University of Makassar2
Yustinus Ulung AnggraitoAfiliasi tidak diketahui2
Sigit SaptonoState University of Semarang2
Tuti WidiantiAfiliasi tidak diketahui2
Ernallah YatiAfiliasi tidak diketahui1
Rahimma Artantia AnandaAfiliasi tidak diketahui1
Yanuarita TursinawatiAfiliasi tidak diketahui1
Prima Gita IslamiAfiliasi tidak diketahui1
Dinar Diyah AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Kartika WidiyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Prima Gita Islami IslamiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTENSITAS WARNA KUNING DAN KADAR  OMEGA-3 TELUR BURUNG PUYUH AKIBAT PEMBERIAN UNDUR-UNDUR LAUT</dc:title>
	<dc:creator>Astriana, Yuliana</dc:creator>
	<dc:creator>Widiyaningrum, Priyantini</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, R</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telur merupakan bahan makanan yang bergizi dan disukai masyarakat, namun mengandung faktor pembatas yang dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan yaitu kolesterol. Diharapkan suplementasi asam lemak tak jenuh yang berasal dari organisme laut (undur-undur laut) mampu meningkatkan intensitas warna kuning telur dan adanya omega-3 pada telur burung puyuh. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peningkatan intensitas warna kuning telur dan kadar omega-3 burung puyuh yang diberi pakan undur-undur laut (Emerita sp). Sampel yang digunakan yaitu 60 ekor burung puyuh betina berusia 45 hari yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu 0%, 10%, 20 dan 30% tepung undur-undur laut dalam pakan. Perlakuan diberikan selama 15 hari. Data asam lemak omega-3 dan intensitas warna kuning telur puyuh dilakukan pada hari ke-15. Data kadar asam lemak omega-3 dianalisis secara deskriptif sedangkan, data intensitas warna kuning telur puyuh dianalisis dengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil ANAVA satu arah terhadap intensitas warna kuning telur puyuh menunjukkan bahwa pemberian tepung undur-undur laut signifikan (p&amp;lt;0,05). Hasil uji BNT menunjukan adanya perbedaan yang nyata antara kelompok R0 dengan R3 dan R1 dengan R3 sedangkan, kadar omega-3 (linolenat) yang terdeteksi hanya pada kelompok R3 sebesar 0,17%.Egg is one of the nutritions food which the most people liked, but it contains limited factor such as cholestrol which can be intrude on health. Unsaturated Fatty acids supplemen from sea orgnanism mole crabs chould be increased quail yolk color intensity and omega-3 content. The purpose is to exsamine the increase quails yolk colour intensity and omega-3 content int quail egg fed mole crabs (Emerita sp). The samples used was 60 female quails aged 45 days devided into 4 groups treatment of 0%, 10%, 20, 30% mole crab flour contents added to feed. The treatment was given for 15 days. The data of omega-3 and quail yolk color intensity performed on day 15. Omega-3 contents were analyzed descriptively, but the quail yolk color intensity were analyzed by one-way ANOVA followed by LSD test. The result of the one-way ANOVA for quails yolk color intensity showed giving of mole crab flour is significant (p&amp;lt;0,05). LSD test showed there are significantly different between R0 with R3 group and R1 with R3 group while percentage of omega-3 (linoleic acid) detected only R3 group that is 0,17%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2013-11-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/2914</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 2 No 2 (2013)</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/2914/2697</dc:relation>
</oai_dc:dc>