Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Taman TAMAN TOGA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KONSERVASI PADA MASYARAKAT

BERDAYA Indonesian Journal of Community Empowerment · Vol. 1 No. 1 (2021) · hlm. 22–29

DOI
10.15294/berdaya.v1i1.45744
ISSN
2808-2133
Terbit
2021-08-13
Penerbit
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Bahasa
eng

Abstrak

Kelurahan Kalisegoro terletak di 3 Km dari Universitas Negeri Semarang, suatu universitas yang berwawasan konservasi. Wilayah RW4 Kelurahan Kalisegoro sebagian besar merupakan tanah yang subur, tetapi masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara intensif. Perlu kajian terkait pemanfaatan lahan sebagai upaya pendidikan konservasi masyarakat sekitar kampus Unnes yang berwawasan konservasi. Salah satu cara pemanfaatan lahan adalah dengan Taman TOGA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran taman toga sebagai sarana pendidikan konservasi pada masyarakat Kalisegoro SemarangPenelitian dilakukan di RW4 Kelurahan Kalisegoro Semarang. Penelitian dilakukan dengan beberapa langkah metode, (1) Pendataan jenis-jenis tanaman obat dan manfaatnya, (2) Koleksi dan praktek menanam TOGA, (3) Pemanfaatan tanaman toga dengan membentuk embrio unit usaha berbasis herbal etnoscience. Disimpulkan bahwa taman TOGA dapat dijadikan sarana upaya konservasi tanaman obat, konservasi lahan, konservasi budaya penggunaan obat tradisional untuk pengobatan ringan ataupun suplemen, serta konservasi budaya pengolahan makanan/minuman berbasis tanaman obat. Kreatifitas perlu selalu diasah dan perlu banyak waktu dan komitmen dari seluruh warga. Embrio usaha makanan/minuman berbasis toga masih perlu ditingkatkan pengelolaannya, sehingga benar-benar menjadi unit usaha berkelanjutan. Etnoscience yang perlu digali lebih lanjut adalah pemanfaatan toga untuk pengobatan penyakit tertentu.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 165 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Lisdiana LisdianaAfiliasi tidak diketahui6
Aditya MariantiAfiliasi tidak diketahui6
Siti Harnina BintariAfiliasi tidak diketahui6
Nugrahaningsih WHAfiliasi tidak diketahui5
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui4
Wulan ChristijantiAfiliasi tidak diketahui4
R. Susanti R. SusantiAfiliasi tidak diketahui4
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui4
Wiwi IsnaeniState University of Semarang4
Sigit SaptonoState University of Semarang4
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui3
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui3
Intan ZainafreeAfiliasi tidak diketahui3
Sri SukaesihState University of Semarang3
Didik Huswo UtomoAfiliasi tidak diketahui3
Enni Suwarsi RahayuState University of Semarang3
Lili Astuti IsnaeniAfiliasi tidak diketahui3
Yustinus Ulung AnggraitoAfiliasi tidak diketahui3
Andreas Priyono Budi PrasetyoState University of Semarang3
Priyantini WidiyaningrumAfiliasi tidak diketahui2
Novita Kusuma WardaniAfiliasi tidak diketahui2
Ani RusilowatiState University of Semarang2
Andreas Priyono Budi PrasetyoAfiliasi tidak diketahui2
Dina Nur Anggraini NingrumAfiliasi tidak diketahui2
Margareta RahayuningsihAfiliasi tidak diketahui2
Saiful RidloState University of Semarang2
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang2
Siti AlimahState University of Semarang2
Pramesti DewiAfiliasi tidak diketahui2
Krispinus Kedati PukanState University of Semarang2
N. K. DewiAfiliasi tidak diketahui1
A. M. A. AhmedAfiliasi tidak diketahui1
N. W. EkawatiAfiliasi tidak diketahui1
Lisa LisdianaState University of Semarang1
Sri Achadi NugraheniAfiliasi tidak diketahui1
Suryani As'adAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/berdaya/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Taman TAMAN TOGA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KONSERVASI  PADA MASYARAKAT</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, R</dc:creator>
	<dc:creator>Yuniastuti, Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Iswari, Retno Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Sasi, Fitri Arum</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kelurahan Kalisegoro terletak di 3 Km dari Universitas Negeri Semarang, suatu universitas yang berwawasan konservasi. Wilayah RW4 Kelurahan Kalisegoro sebagian besar merupakan tanah yang subur, tetapi masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara intensif. Perlu kajian terkait pemanfaatan lahan sebagai upaya pendidikan konservasi masyarakat sekitar kampus Unnes yang berwawasan konservasi. Salah satu cara pemanfaatan lahan adalah dengan Taman TOGA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran taman toga sebagai sarana pendidikan konservasi pada masyarakat Kalisegoro SemarangPenelitian dilakukan di RW4 Kelurahan Kalisegoro Semarang. Penelitian dilakukan dengan beberapa langkah metode, (1) Pendataan jenis-jenis tanaman obat dan manfaatnya, (2) Koleksi dan praktek menanam TOGA, (3) Pemanfaatan tanaman toga dengan membentuk embrio unit usaha berbasis herbal etnoscience. Disimpulkan bahwa taman TOGA dapat dijadikan sarana upaya konservasi tanaman obat, konservasi lahan, konservasi budaya penggunaan obat tradisional untuk pengobatan ringan ataupun suplemen, serta konservasi budaya pengolahan makanan/minuman berbasis tanaman obat. Kreatifitas perlu selalu diasah dan perlu banyak waktu dan komitmen dari seluruh warga. Embrio usaha makanan/minuman berbasis toga masih perlu ditingkatkan pengelolaannya, sehingga benar-benar menjadi unit usaha berkelanjutan. Etnoscience yang perlu digali lebih lanjut adalah pemanfaatan toga untuk pengobatan penyakit tertentu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/berdaya/article/view/45744</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/berdaya.v1i1.45744</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">BERDAYA Indonesian Journal of Community Empowerment; Vol 1 No 1 (2021): Juli 2021; 22-29</dc:source>
	<dc:source>2808-2133</dc:source>
	<dc:source>10.15294/berdaya.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/berdaya/article/view/45744/20025</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 BERDAYA Indonesian Journal of Community Empowerment</dc:rights>
</oai_dc:dc>