Jurnal
Dari Tari Nasionalisme Menjadi Komoditas, Komodifikasi Tari Dayakan Di Desa Wisata Panusupan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 7 No. 1 (2018) · hlm. 228–242
- ISSN
- 2549-0729, 2252-7133
- Terbit
- 2018-10-31
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Tari Dayakan merupakan salah satu pertunjukan tari tradisional masyarakat Desa Panusupan yang mengalami komodifikasi sebagai salah satu tontonan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pementasan Tari Dayakan dan perubahannya setelah menjadi tontonan wisata di Desa Panusupan, mengetahui proses komodifikasi pada Tari Dayakan, serta mengetahui hubungan sosial masyarakat Desa Panusupan pasca komodifikasi pada Tari Dayakan. Hasil penelitian ini yaitu, (1) Pementasan Tari Dayakan mengalami perubahan setelah menjadi salah satu tontonan wisata baik dalam audiens, waktu, durasi, kompleksitas, dan lokasi pementasan setelah dimodifikasi (2) Proses komodifikasi dilakukan langusung oleh anggota Grup Tari Dayakan dengan cara: membuat merk komoditas, pembagian posisi dalam grup, penambahan alat musik, menciptakan lagu-lagu baru, membuat pola-pola gerakan penari, apropriasi budaya massa dalam pertunjukan, serta massalisasi pertunjukan Tari Dayakan. Proses komodifikasi merubah Tari Dayakan yang awalnya benilai historis menjadi bernilai komersial (3) Proses komodifikasi yang terjadi membentuk identitas baik itu pada anggota grup Tari Dayakan, masyarakat Kali Lutung, serta masyarakat Desa Panusupan pada umunya. Identitas komunitas yang tertanam digunakan sebagai sumber daya yang dimanipulasi untuk tujuan sosial dalam hubungan sosial di masyarakat. Dayakan dance is one of the traditional dance performances of Panusupan Village who experienced commodification as one of the tourism spectacle. The purpose of this research is to know the Dayakan dance performance and its change after being a tourist spectacle in Panusupan Village, to know the process of commodification on Dayakan Dance, and to know the social relation of Panusupan Village community after commodification in Dayakan Dance. The result of this research are (1) Dayakan dance performance changed after becoming one of the tourist spectacle in audience, time, duration, complexity, and location of staging after modification (2) commodification process done by member of Dayakan Dayak Group by: making commodity brand, group positioning, adding musical instruments, creating new songs, creating dancers' movement patterns, appropriating mass culture in performances, and massising the Dayakan Dance show. The commodification process transformed the Dayakan Dance which was originally historically valuable to commercial value (3) The process of commodification that occurred formed the good identity of the members of the Dayakan Dance group, the Kali Lutung community, and the people of Panusupan Village in general. The embedded community identity is used as a manipulated resource for social purposes in social relationships in society.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 96 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Gadjah Mada
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Harto Wicaksono | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Baiq Farhatul Wahidah | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Antari Ayuning Arsi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Atika Wijaya | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| La Surimi | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Andi Tenriawaru | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Makmur Kambolong | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Tur Nastiti | Universitas Gadjah Mada | 2 |
| Dewi Liesnoor Setyowati | State University of Semarang | 2 |
| Rini Iswari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nurul Fatimah | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Kuncoro Bayu Prasetyo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Juliarni Pogasang | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Natalis Ransi | Universitas Halu Oleo | 1 |
| La Ode Muhammad Hafidz Abdillah Sam Mongkito | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Budi Wijaya Rauf | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ferdinand Murni Hamundu | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Herdi Budiman | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Juang Julian | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Putu Nara Kusuma Prasanjaya | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Amiruddin Takda | Universitas Halu Oleo | 1 |
| La Agusu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Murdjani Kamaluddin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Edi Mujahid | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdul Kadir | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ansar Ansar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eka Suaib | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Andriani Muliadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mohammad Nuh Ibrahim | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Laode Huli | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| La Ode Muhammad Elwan | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Wa Ode Aldzi Fahmi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suci Yanti Ramadani Anwar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erni Qomariyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Teto Limbong | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| La Manguntara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Milyani Milyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.