Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU KONTEKSTUAL PADA TEMA BUNYI

Unnes Science Education Journal · Vol. 2 No. 1 (2013)

DOI
10.15294/usej.v2i1.1822
ISSN
2252-6617
Terbit
2013-02-28
Penerbit
Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Bahasa
eng

Abstrak

Hasil observasi di SMP Negeri 2 Pucakwangi menunjukkan bahwa pembelajaran IPA belum dilaksanakan secara terpadu. Penyebab para guru belum membelajarkan IPA secara terpadu adalah belum tersedianya bahan ajar IPA terpadu, artinya bahan ajar yang digunakan belum membahas materi dari aspek fisika, kimia, dan biologi. Bahan ajar adalah bahan (materi) yang digunakan guru atau siswa dalam pembelajaran, salah satunya berupa modul. Pada penelitian ini dikembangkan modul tema bunyi dengan menerapkan pendekatan kontekstual. Pembuatan modul diawali dengan pengintegrasian kompetensi dasar dari beberapa kajian IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar di SMP. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dilakukan melalui tahap penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk, validasi, revisi, dan tahap uji coba. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII. Hasil penilaian pakar terhadap modul yang dikembangkan 95,47%, tanggapan siswa mencapai 99,34 %, dan semua siswa (100%) telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan (75). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi syarat kelayakan sebagai bahan ajar. The observations results in SMP Negeri 2 Pucakwangi showed that the integrated science learning had not been applied. The reason of the teacher had not taught the integrated science was the unavailability of an integrated teaching materials, it means that science teaching material had not discussed the material in the aspects of physics, chemistry, and biology. Teaching materials are materials used by teachers or students in the learning process, one of them is in the form of module. In this research, it is developed modules with topic of sound by applying contextual approach. The first step of making teaching materials was integration of basic competence of Science learning. This research aims to determine whether the modules which has developed decent used as teaching materials in junior high school. The research design applied in this research is a Research and Development (R&D). The research was done through research step and data collection, planning, development of product, validation, revision, and testing stage. The subject of research was the students of class VIII. The expert judgment result of integrated science modules was developed reached 95,47%, student responses reached 99.37% and all students (100%) has reached the minimum mastery criteria set (75). It can be concluded that the developed modules meet the eligibility requirements as teaching materials.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 76 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Endah PeniatiState University of Semarang3
Ely RudyatmiAfiliasi tidak diketahui3
Parmin -Afiliasi tidak diketahui2
Nugroho Edi KartijonoState University of Semarang2
Chasnah -Afiliasi tidak diketahui2
Wiyanto WiyantoState University of Semarang2
Restanti SolikhahAfiliasi tidak diketahui1
Sri NgabektiState University of Semarang1
Priyantini WidiyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Lisdiana LisdianaAfiliasi tidak diketahui1
Amnan HarisAfiliasi tidak diketahui1
Anisatul LatifahAfiliasi tidak diketahui1
Khustiana ZahraAfiliasi tidak diketahui1
Hana Hanifa MinawatiAfiliasi tidak diketahui1
Niken KusumariniAfiliasi tidak diketahui1
Nur Ida FitriyahAfiliasi tidak diketahui1
Mu’iz AbdulAfiliasi tidak diketahui1
Y. Ulung AnggraitoAfiliasi tidak diketahui1
Rizkiya Eka WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
Mifta Yustiningtyas FauziaAfiliasi tidak diketahui1
Elsa Nur OctaviaAfiliasi tidak diketahui1
Suherdi SusantoAfiliasi tidak diketahui1
Nugroho Edi KAfiliasi tidak diketahui1
Ibnul MubarokAfiliasi tidak diketahui1
Mahardhika Adhi PratamaAfiliasi tidak diketahui1
Indarti IndartiAfiliasi tidak diketahui1
Miskiyati Saroya MahfirohAfiliasi tidak diketahui1
Amin RetnoningsihAfiliasi tidak diketahui1
Naziah Febri SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Barep Purbo SusiloAfiliasi tidak diketahui1
Ibnu RizakiAfiliasi tidak diketahui1
Lilih AvrianaAfiliasi tidak diketahui1
Sukmawati SukmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Rahayu UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Bagas PramastaAfiliasi tidak diketahui1
Laut Padi Sih SesamiAfiliasi tidak diketahui1
Nusrotun FajriyahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN MODUL  IPA TERPADU KONTEKSTUAL  PADA TEMA BUNYI</dc:title>
	<dc:creator>Asfiah, Nailin</dc:creator>
	<dc:creator>Mosik, Mosik</dc:creator>
	<dc:creator>Purwantoyo, Eling</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hasil observasi di SMP Negeri 2 Pucakwangi menunjukkan bahwa pembelajaran IPA belum dilaksanakan secara terpadu. Penyebab para guru belum membelajarkan IPA secara terpadu adalah belum tersedianya bahan ajar IPA terpadu, artinya bahan ajar yang digunakan belum membahas materi dari aspek fisika, kimia, dan  biologi. Bahan ajar adalah bahan (materi) yang digunakan guru atau siswa dalam pembelajaran, salah satunya berupa modul. Pada penelitian ini dikembangkan modul tema bunyi dengan menerapkan pendekatan kontekstual. Pembuatan modul diawali dengan pengintegrasian kompetensi dasar dari beberapa kajian IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar di SMP. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dilakukan melalui tahap penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk, validasi, revisi, dan tahap uji coba. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII. Hasil penilaian pakar terhadap modul yang dikembangkan 95,47%, tanggapan siswa mencapai 99,34 %, dan semua siswa (100%) telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan (75). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi syarat kelayakan sebagai bahan ajar.  The observations results in SMP Negeri 2 Pucakwangi showed that the integrated science learning had not been applied. The reason of the teacher had not taught the integrated science was the unavailability of an integrated teaching materials, it means that science teaching material had not discussed the material in the aspects of physics, chemistry, and biology. Teaching materials are materials used by teachers or students in the learning process, one of them is in the form of module. In this research, it is developed modules with topic of sound by applying contextual approach. The first step of making teaching materials was integration of basic competence of Science learning. This research aims to determine whether the modules which has developed decent used as teaching materials in junior high school. The research design applied in this research is a Research and Development (R&amp;amp;D). The research was done through research step and data collection, planning, development of product, validation, revision, and testing stage. The subject of research was the students of class VIII. The expert judgment result of integrated science modules was developed  reached 95,47%, student responses reached 99.37% and all students (100%) has reached the minimum mastery criteria set (75). It can be concluded that the developed modules meet the eligibility requirements as teaching materials. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2013-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/usej/article/view/1822</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/usej.v2i1.1822</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Unnes Science Education Journal; Vol 2 No 1 (2013): February 2013</dc:source>
	<dc:source>2252-6617</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/usej/article/view/1822/1683</dc:relation>
</oai_dc:dc>