Artikel hasil kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran blended learning berbasis pemecahan masalah. Hal ini dilatarbelakangi adanya penggunaan internet dalam pendidikan yang masih minim. Blended learning merupakan pembelajaran yang memadukan keunggulan pembelajaran tatap muka secara langsung dan pembelajaran online (e-learning) yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Masih sedikit penerapan pembelajaran blended learning yang menggunakan ciri khas tertentu sehingga dibutuhkan blended learning yang berbeda dengan lainnya. Dengan blended learning berbasis pemecahan masalah siswa dapat mengembangkan pengetahuan pemecahan masalahnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran ini siswa saling berinteraksi, berdiskusi, bertukar pendapat atau ide mengenai permasalahan tertentu yang dapat melatih kemampuan komunikasi matematisnya. Namun berdasarkan pengamatan peneliti saat melakukan uji coba soal pemecahan masalah di kelas VII D SMP Maarif Jepara masih banyak siswa yang mengalami kesulitan saat pengungkapan simbol-simbol matematis. Blended learning berbasis pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa sehingga mereka mampu dalam menggunakan ide matematikanya, memahami dalam memecahkan masalah matematika yang dituangkan baik dalam lisan maupun tulisan.
Jaringan kolaborasi para penulis
3 penulis ·
3 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
Afiliasi tidak diketahui
Organisasi berbeda
Organisasi sama
Afiliasi tidak diketahui
Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.