Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN PATOGEN Pyricularia grisea DENGAN APLIKASI BAKTERI PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa) VAR. INPARI 15

Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan · Vol. 4 No. 1 (2018)

DOI
10.22373/pbio.v4i1.2586
Terbit
2018-02-12
Penerbit
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Bahasa
eng

Abstrak

Penyakit Blas yang disebabkan oleh cendawan patogen Pyricularia grisea pada tanaman padi merupakan salah satu kendala dalam upaya produktivitas padi, termasuk varietas Inpari 15. Pengendalian penyakit yang sering digunakan yaitu fungisida. Fungisida tidak hanya bermanfaat, tetapi juga berdampak negatif pada lahan pertanian dan menyebabkan produk pertanian tidak aman dikonsumsi. Pemanfaatan bakteri sebagai agen biokontrol yang dapat menghambat pertumbuhan penyakit blas merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan di lahan milik BPTP Aceh ini menggunakan tiga isolat bakteri yaitu P1, P2, dan P3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri yang berpotensi sebagai agen pengendali hayati yang dapat menekan pertumbuhan Pyricularia grisea pada tanaman padi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% (ANAVA) dan dilanjutkan dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan isolat P1, P2 dan P3 memiliki kemampuan yang paling baik dalam menekan pertumbuhan Pyricularia grisea. Isolat-isolat ini juga berpotensi sebagai PGPR (Plant promoting growth rizhobacteria). Konsorsium Bacillus cereus dan Pseudomonas aeruginosa memiliki kemampuan paling unggul sebagai agen pemicu pertumbuhan tinggi batang, panjang daun, jumlah anakan serta jumlah malai yang muncul pada tanaman padi Inpari 15.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 126 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Syiah Kuala
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Elita AgustinaAfiliasi tidak diketahui13
Nursalmi MahdiAfiliasi tidak diketahui9
Nurdin AminAfiliasi tidak diketahui9
Rizky AhadiAfiliasi tidak diketahui8
Nafisah HanimAfiliasi tidak diketahui8
Mulyadi MulyadiAfiliasi tidak diketahui6
Eriawati EriawatiAfiliasi tidak diketahui5
Eva Nauli TaibAfiliasi tidak diketahui4
Muhammad Ali SarongAfiliasi tidak diketahui3
SRI WAHYUNIAfiliasi tidak diketahui3
Muhammad NazarAfiliasi tidak diketahui3
Muslich HidayatAfiliasi tidak diketahui3
Cut Ratna DewiAfiliasi tidak diketahui3
Azhari AzhariUniversitas Gadjah Mada2
M. Ali SarongAfiliasi tidak diketahui2
Julizar JulizarAfiliasi tidak diketahui2
Sultia Linika SariAfiliasi tidak diketahui2
Nurasiah NurasiahAfiliasi tidak diketahui2
Hedriansyah HedriansyahAfiliasi tidak diketahui2
Nurlia ZaharaAfiliasi tidak diketahui2
Yutria IqwandaAfiliasi tidak diketahui2
Raihanul MuhsanAfiliasi tidak diketahui2
Qatrun NidaAfiliasi tidak diketahui2
Roja DeswitaAfiliasi tidak diketahui2
Maina WulandariAfiliasi tidak diketahui2
Wiwit ArtikaUniversitas Syiah Kuala2
Syahrul RahmandaAfiliasi tidak diketahui2
Sukaisi SukaisiAfiliasi tidak diketahui1
Lenny NainggolanAfiliasi tidak diketahui1
Wardatul HayuniAfiliasi tidak diketahui1
Lisa FatmalaAfiliasi tidak diketahui1
Sahibul AnnasAfiliasi tidak diketahui1
Syahrul RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Safryadi .AAfiliasi tidak diketahui1
Cut Pah Nurul AsiahAfiliasi tidak diketahui1
Amalia NuraAfiliasi tidak diketahui1
Eka Sundari EmdaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN  PATOGEN Pyricularia grisea DENGAN APLIKASI BAKTERI PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa) VAR. INPARI 15</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kesuma, Hendrix Indra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zuraidah, Zuraidah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kamal, Samsul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penyakit Blas yang disebabkan oleh cendawan patogen Pyricularia grisea  pada tanaman padi  merupakan salah satu kendala dalam upaya produktivitas padi, termasuk varietas Inpari 15. Pengendalian penyakit yang sering digunakan yaitu fungisida. Fungisida tidak hanya bermanfaat, tetapi juga berdampak negatif pada lahan pertanian dan menyebabkan produk pertanian tidak aman dikonsumsi. Pemanfaatan bakteri sebagai agen biokontrol yang dapat menghambat pertumbuhan penyakit blas merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan di lahan milik BPTP Aceh ini menggunakan tiga isolat bakteri yaitu P1, P2, dan P3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri yang berpotensi sebagai agen pengendali hayati yang dapat menekan pertumbuhan  Pyricularia grisea pada tanaman padi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% (ANAVA) dan dilanjutkan dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% (α = 0,05).  Hasil penelitian menunjukkan isolat P1, P2 dan P3 memiliki kemampuan yang paling baik dalam menekan pertumbuhan Pyricularia grisea. Isolat-isolat ini juga berpotensi sebagai PGPR (Plant promoting growth rizhobacteria). Konsorsium Bacillus cereus dan  Pseudomonas aeruginosa memiliki kemampuan paling unggul sebagai agen pemicu pertumbuhan tinggi batang, panjang daun, jumlah anakan serta jumlah malai yang muncul pada tanaman padi Inpari 15.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:date>2018-02-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/2586</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/pbio.v4i1.2586</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan; Vol. 4 No. 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016</dc:source>
	<dc:source>10.22373/pbio.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/2586/1845</dc:relation>
	<dc:relation>10.22373/pbio.v4i1.2586.g1845</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Prosiding Biotik</dc:rights>
</oai_dc:dc>