Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ESTIMASI BIOMASSA (ESTIMASI STOK KARBON) PADA POHON DI KAWASAN HUTAN PRIMER PEGUNUNGAN DEUDAP PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR

Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan · Vol. 6 No. 1 (2019)

DOI
10.22373/pbio.v6i1.4251
Terbit
2019-01-24
Penerbit
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Bahasa
eng

Abstrak

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah. Salah satu jenis hutan menurut jenis tumbuhnya adalah hutan primer, dimana hutan primer tersebut merupakan hutan alami yang belum pernah ditebang atau belum dicampuri tangan manusia, termasuk kawasan pengunungan Deudap, Pulo Aceh Kab. Aceh Besar. Karbon merupakan salah satu unsur alam yang memiliki lambang C. Karbon juga merupakan salah satu unsur utama pembentuk bahan organik termasuk makhluk hidup, hampir setengah dari organisme hidup merupakan jenis dari karbon. Biomassa merupakan bahan yang dapat diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung dan dimanfaatkan sebagai energi. Biomassa juga merupakan total jumlah materi hidup di atas permukaan pada suatu pohon dan dinyatakan dengan satuan ton berat kering per satuan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi biomassa dan stok karbon pada pohon di hutan primer desa Deudap, Pulo Nasi. Pengumpulan data dilakukan secara acakdi 7 stasiun di 9 titik yang berbeda. Hasil penelitian yang di peroleh diantaranya estimasi biomasa dan stok karbon pada pohon terbanyak pada stasiun 3, 29 dan13.4387. sedangkan estimasi biomassa dan stok karbon terendah yaitu berada pada stasiun 6, 14.5050 dan 6.6723.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 108 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Samsul KamalAfiliasi tidak diketahui7
Nurdin AminAfiliasi tidak diketahui7
Nursalmi MahdiAfiliasi tidak diketahui4
Eva Nauli TaibAfiliasi tidak diketahui4
Rizky AhadiAfiliasi tidak diketahui4
Kurniawati KurniawatiAfiliasi tidak diketahui4
Mohamad MuspawiAfiliasi tidak diketahui2
Yusra YusraAfiliasi tidak diketahui2
Eriawati EriawatiAfiliasi tidak diketahui2
Khairini RahmaAfiliasi tidak diketahui2
Fakhri YacobAfiliasi tidak diketahui2
Zuraidah ZuraidahAfiliasi tidak diketahui2
Djufri DjufriAfiliasi tidak diketahui2
Andi Samsu AlamAfiliasi tidak diketahui1
Irwan TaslimAfiliasi tidak diketahui1
Nusirwan NusirwanAfiliasi tidak diketahui1
Jaka BudimanAfiliasi tidak diketahui1
Dedy Rahmad SitinjakAfiliasi tidak diketahui1
Sarjiyanto SarjiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Agus LestariAfiliasi tidak diketahui1
Ali IdrusAfiliasi tidak diketahui1
K.A RahmanAfiliasi tidak diketahui1
Aprillitzavivayarti AprillitzavivayartiAfiliasi tidak diketahui1
Musyaiyadah MusyaiyadahAfiliasi tidak diketahui1
Yantoro yantoroAfiliasi tidak diketahui1
Masbirorotni MasbirorotniAfiliasi tidak diketahui1
Ajuzar FiqhiAfiliasi tidak diketahui1
Jikti KhairinaAfiliasi tidak diketahui1
SRI WAHYUNIAfiliasi tidak diketahui1
Evi AgustinaAfiliasi tidak diketahui1
Nurul FarijaAfiliasi tidak diketahui1
Rahmawati RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Nilam SariAfiliasi tidak diketahui1
Rifdah SumayyahAfiliasi tidak diketahui1
Nadilla NadillaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ESTIMASI BIOMASSA (ESTIMASI STOK KARBON) PADA POHON DI KAWASAN HUTAN PRIMER PEGUNUNGAN DEUDAP PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rulianti, Feni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Devi, Rispa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mela, Ratna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mulyadi, Mulyadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hidayat, Muslich</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah. Salah satu jenis hutan menurut jenis tumbuhnya adalah hutan primer, dimana hutan primer tersebut merupakan hutan alami yang belum pernah ditebang atau belum dicampuri tangan manusia, termasuk kawasan pengunungan Deudap, Pulo Aceh Kab. Aceh Besar. Karbon merupakan salah satu unsur alam yang memiliki lambang C. Karbon juga merupakan salah satu unsur utama pembentuk bahan organik termasuk makhluk hidup, hampir setengah dari organisme hidup merupakan jenis dari karbon. Biomassa merupakan bahan yang dapat diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung dan dimanfaatkan sebagai energi. Biomassa juga merupakan total jumlah materi hidup di atas permukaan pada suatu pohon dan dinyatakan dengan satuan ton berat kering per satuan luas. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui estimasi biomassa dan stok karbon pada pohon di hutan primer desa Deudap, Pulo Nasi. Pengumpulan data dilakukan secara acakdi 7 stasiun di 9 titik yang berbeda. Hasil penelitian yang di peroleh diantaranya estimasi biomasa dan stok karbon pada pohon terbanyak pada stasiun 3, 29 dan13.4387. sedangkan estimasi biomassa dan stok karbon terendah yaitu berada pada stasiun 6, 14.5050 dan 6.6723.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/4251</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/pbio.v6i1.4251</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan; Vol. 6 No. 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018</dc:source>
	<dc:source>10.22373/pbio.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/4251/2787</dc:relation>
	<dc:relation>10.22373/pbio.v6i1.4251.g2787</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Prosiding Biotik</dc:rights>
</oai_dc:dc>