Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

DETERIORASI HABITAT ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) DI KAWASAN RAWA TRIPA DESA PULO KRUET KABUPATEN NAGAN RAYA

Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan · Vol. 8 No. 1 (2022) · hlm. 112–116

DOI
10.22373/pbio.v8i1.9529
Terbit
2022-06-07
Penerbit
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Bahasa
eng

Abstrak

Habitat Orangutan Sumatera (Pongo abelii) salah satunya terdapat di kawasan hutan gambut Rawa Tripa. Kelestarian habitat Orangutan akan terlindungi apabila didukung oleh aktivitas manusia yang mempertimbangkan keseimbangan ekosistem. Rusaknya habitat Orangutan terjadi akibat konversi lahan yang terus dilakukan menjadi perkebunan kelapa sawit. Deteriorasi yang terjadi akan berdampak kepada jumlah Orangutan yang semakin terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasnya kerusakan habitat Orangutan di Desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksploratif dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh habitat Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Objek dalam penelitian ini adalah habitat Orangutan di Desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dikonversi ke dalam suatu basis data spasial dan atribut. Langkah untuk menyusun data spasial dengan cara digitasi menggunakan perangkat ArcGis pada layar komputer dengan hasil bahwa luas wilayah yang mengalami deteriorasi habitat mencapai 11.141, 657 hektar diantaranya terdiri dari perkebunan kelapa sawit dan juga berupa lahan kosong.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 126 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Syiah Kuala
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Elita AgustinaAfiliasi tidak diketahui13
Nursalmi MahdiAfiliasi tidak diketahui9
Nurdin AminAfiliasi tidak diketahui9
Rizky AhadiAfiliasi tidak diketahui8
Nafisah HanimAfiliasi tidak diketahui8
Mulyadi MulyadiAfiliasi tidak diketahui6
Eriawati EriawatiAfiliasi tidak diketahui5
Eva Nauli TaibAfiliasi tidak diketahui4
Muhammad Ali SarongAfiliasi tidak diketahui3
SRI WAHYUNIAfiliasi tidak diketahui3
Muhammad NazarAfiliasi tidak diketahui3
Muslich HidayatAfiliasi tidak diketahui3
Cut Ratna DewiAfiliasi tidak diketahui3
Azhari AzhariUniversitas Gadjah Mada2
M. Ali SarongAfiliasi tidak diketahui2
Julizar JulizarAfiliasi tidak diketahui2
Sultia Linika SariAfiliasi tidak diketahui2
Nurasiah NurasiahAfiliasi tidak diketahui2
Hedriansyah HedriansyahAfiliasi tidak diketahui2
Nurlia ZaharaAfiliasi tidak diketahui2
Yutria IqwandaAfiliasi tidak diketahui2
Raihanul MuhsanAfiliasi tidak diketahui2
Qatrun NidaAfiliasi tidak diketahui2
Roja DeswitaAfiliasi tidak diketahui2
Maina WulandariAfiliasi tidak diketahui2
Wiwit ArtikaUniversitas Syiah Kuala2
Syahrul RahmandaAfiliasi tidak diketahui2
Sukaisi SukaisiAfiliasi tidak diketahui1
Lenny NainggolanAfiliasi tidak diketahui1
Wardatul HayuniAfiliasi tidak diketahui1
Lisa FatmalaAfiliasi tidak diketahui1
Sahibul AnnasAfiliasi tidak diketahui1
Syahrul RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Safryadi .AAfiliasi tidak diketahui1
Cut Pah Nurul AsiahAfiliasi tidak diketahui1
Amalia NuraAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">DETERIORASI HABITAT ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) DI KAWASAN RAWA TRIPA DESA PULO KRUET KABUPATEN NAGAN RAYA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mulya Ulva, Susi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zuraidah, Zuraidah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kamal, Samsul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hadi Siswoyo, Panut</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Habitat Orangutan Sumatera (Pongo abelii) salah satunya terdapat di kawasan hutan gambut Rawa Tripa. Kelestarian habitat Orangutan akan terlindungi apabila didukung oleh aktivitas manusia yang mempertimbangkan keseimbangan ekosistem. Rusaknya habitat Orangutan terjadi akibat konversi lahan yang terus dilakukan menjadi perkebunan kelapa sawit. Deteriorasi yang terjadi akan berdampak kepada jumlah Orangutan yang semakin terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasnya kerusakan habitat Orangutan di Desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksploratif dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh habitat Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Objek dalam penelitian ini adalah habitat Orangutan di Desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dikonversi ke dalam suatu basis data spasial dan atribut. Langkah untuk menyusun data spasial dengan cara digitasi menggunakan perangkat ArcGis pada layar komputer dengan hasil bahwa luas wilayah yang mengalami deteriorasi habitat mencapai 11.141, 657 hektar diantaranya terdiri dari perkebunan kelapa sawit dan juga berupa lahan kosong.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/9529</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/pbio.v8i1.9529</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan; Vol. 8 No. 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020; 112-116</dc:source>
	<dc:source>10.22373/pbio.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/9529/5383</dc:relation>
	<dc:relation>10.22373/pbio.v8i1.9529.g5383</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Prosiding Biotik</dc:rights>
</oai_dc:dc>