Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SINGKONG MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI

Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan · Vol. 8 No. 1 (2020)

DOI
10.22373/pbio.v8i1.9648
Terbit
2020-06-07
Penerbit
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Bahasa
eng

Abstrak

Limbah merupakan bahan sisa yang dihasilkan dari suatu proses produksi yang diangggap tidak mempunyai nilai. Limbah menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Singkong menjadi bahan utama yang digunakan dalam pembuatan berbagai macam olahan singkong, sedangkan kulitnya hanya menjadi limbah. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit singkong menjadi pupuk organik cair (POC) dan mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian dilakukan di Desa Ie Masen Kayee Adang Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol dengan 6 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan anava satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan pupuk organik cair kulit singkong paling baik pada perlakuan P3 (30%) yang berpengaruh terhadap tinggi batang dan jumlah daun tanaman sawi.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 97 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Mulyadi MulyadiAfiliasi tidak diketahui10
Nursalmi MahdiAfiliasi tidak diketahui4
Nurdin AminAfiliasi tidak diketahui3
Yusra YusraAfiliasi tidak diketahui2
Samsul KamalAfiliasi tidak diketahui2
Kurniawati KurniawatiAfiliasi tidak diketahui2
Nafisah HanimAfiliasi tidak diketahui2
Nusirwan NusirwanAfiliasi tidak diketahui1
SRI WAHYUNIAfiliasi tidak diketahui1
Evi AgustinaAfiliasi tidak diketahui1
Nurul FarijaAfiliasi tidak diketahui1
Rahmawati RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Epinovita TaibAfiliasi tidak diketahui1
Eriawati EriawatiAfiliasi tidak diketahui1
Nilam SariAfiliasi tidak diketahui1
Rifdah SumayyahAfiliasi tidak diketahui1
Nadilla NadillaAfiliasi tidak diketahui1
Elita AgustinaAfiliasi tidak diketahui1
Soraya UlfahAfiliasi tidak diketahui1
Nadia RahmiAfiliasi tidak diketahui1
Rafika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Hadi SafrianiAfiliasi tidak diketahui1
Rizkina FajriahAfiliasi tidak diketahui1
Sarah SapnarandaAfiliasi tidak diketahui1
Salminardi MirfaAfiliasi tidak diketahui1
Nanda SilviaAfiliasi tidak diketahui1
Laiyanah LaiyanahAfiliasi tidak diketahui1
Yenni Aulia PutriAfiliasi tidak diketahui1
Nurul MarhamahAfiliasi tidak diketahui1
Rahmiati RahmiatiAfiliasi tidak diketahui1
Ria SuwarniAfiliasi tidak diketahui1
Tya ZhafiraAfiliasi tidak diketahui1
Lia UlfaAfiliasi tidak diketahui1
Nidawati NidawatiAfiliasi tidak diketahui1
Susi DarmayantiAfiliasi tidak diketahui1
Maulida MaulidaAfiliasi tidak diketahui1
Farhaton FarhatonAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SINGKONG MENJADI PUPUK  ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN  TANAMAN SAWI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Putri Nahrisah, Cut</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hidayat, Muslich</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nauli Taib, Eva</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Limbah merupakan bahan sisa yang dihasilkan dari suatu proses produksi yang diangggap tidak mempunyai nilai. Limbah menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Singkong menjadi bahan utama yang digunakan dalam pembuatan berbagai macam olahan singkong, sedangkan kulitnya hanya menjadi limbah. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit singkong menjadi pupuk organik cair (POC) dan mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian dilakukan di Desa Ie Masen Kayee Adang Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol dengan 6 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan anava satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan pupuk organik cair kulit singkong paling baik pada perlakuan P3 (30%) yang berpengaruh terhadap tinggi batang dan jumlah daun tanaman sawi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/9648</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/pbio.v8i1.9648</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan; Vol. 8 No. 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020</dc:source>
	<dc:source>10.22373/pbio.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/9648/5431</dc:relation>
	<dc:relation>10.22373/pbio.v8i1.9648.g5431</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Prosiding Biotik</dc:rights>
</oai_dc:dc>