Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Tikus Diabetik Induksi Aloksan

Life Science · Vol. 12 No. 1 (2023) · pp. 97–106

DOI
10.15294/lifesci.v12i1.65968
ISSN
2528-5009, 2252-6277
Published
2023-06-30
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Hiperglikemia sebagai indikator penyakit diabetes melitus merupakan kondisi gula darah yang melebihi kadar normal yang menghasilkan radikal bebas (ROS) sebagai stress oksidatif yang akan ditangani oleh antioksidan endogen terutama superoksida dismutase (SOD), Glutationin peroksidase dan katalase. Stres oksidatif akan menyebabkan reaksi peroksidasi lipid yang menghasilkan Malondialdehid (MDA). Antioksidan eksogen pada daun kelor dapat berpotensi sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas antioksidan daun kelor (moringa oleifera) pada tikus diabetik yang di induksi aloksan. Kondisi Hiperglikemia didapatkan dengan penginduksian aloksan 125 mg/KgBB. Rancangan penelitian ini merupakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan hewan coba sebanyak 24 ekor tikus galur wistar. Tikus dibagi kedalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol atau tikus hiperglikemia (K), kemudian tikus hiperglikemia yang diberi perlakuan dengan ekstrak daun Moringa oleifera pada dosis 200 mg/KgBB (P1), 400 mg/KgBB (P2) dan 600 mg/KgBB (P3). Perlakuan dilakukan dengan pemberian ekstrak daun kelor sebanyak masing-masing dosis secara per oral selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA pada kelompok K memiliki kadar MDA tertinggi (9,77 mmol/ml) dan semakin menurun sejalan dengan ditambahkannya dosis ekstrak daun kelor yaitu P1 (5,91 mmol/ml), P2 (4,10 mmol/ml), dan P3 (2,70 mmol/ml). Sedangkan aktivitas enzim SOD kelompok K merupakan yang terrendah yaitu 19,05% dan meningkat seiring dengan jumlah pemberian ekstrak daun kelor, yaitu P1 (32,67%), P2 (55,06%), dan P3 (62,37%). Simpulan yang diambil adalah ekstrak daun kelor dapat membantu menurunkan kadar MDA dan meningkatkan Kadar SOD.

Collaboration network of the authors

40 authors · 200 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Endah PeniatiState University of Semarang11
Wiwi IsnaeniState University of Semarang9
Margareta RahayuningsihAffiliation unknown6
Ari YuniastutiState University of Semarang6
Sigit SaptonoState University of Semarang6
R. SusantiAffiliation unknown6
Nugrahaningsih WHAffiliation unknown5
Priyantini WidiyaningrumAffiliation unknown5
Sri NgabektiState University of Semarang5
LisdianaAffiliation unknown5
Ellianawati EllianawatiState University of Semarang5
Siti AlimahState University of Semarang4
Sri SukaesihState University of Semarang4
Retno Sri IswariState University of Semarang4
Arif WidiyatmokoState University of Semarang3
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang3
Nur Rahayu UtamiAffiliation unknown3
Eni Widya NingsihAffiliation unknown2
Bambang Eko SusiloState University of Semarang2
Trida Ridho FarizState University of Semarang2
Nuni WidiartiState University of Semarang2
Siti WahyuniAffiliation unknown2
Virgania SariAffiliation unknown2
Suharto LinuwihAffiliation unknown2
Wiyanto WiyantoState University of Semarang2
Susi ErliantiAffiliation unknown2
Karunia Galih PermadaniAffiliation unknown2
Andin IrsadiState University of Semarang2
Ana FatonahAffiliation unknown2
Sujatha RamasamyAffiliation unknown2
Ani RusilowatiState University of Semarang2
Pramesti DewiAffiliation unknown2
Supriyanto .Affiliation unknown2
Ely RudyatmiAffiliation unknown2
Krispinus Kedati PukanState University of Semarang2
Selvi KumalasariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Tikus Diabetik Induksi Aloksan</dc:title>
	<dc:creator>Priyanto, Yudi</dc:creator>
	<dc:creator>Christijanti, Wulan</dc:creator>
	<dc:creator>Lisdiana, Lisdiana</dc:creator>
	<dc:creator>Marianti, Aditya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hiperglikemia sebagai indikator penyakit diabetes melitus merupakan kondisi gula darah yang melebihi kadar normal yang menghasilkan radikal bebas (ROS) sebagai stress oksidatif yang akan ditangani oleh antioksidan endogen terutama superoksida dismutase (SOD), Glutationin peroksidase dan katalase. Stres oksidatif akan menyebabkan reaksi peroksidasi lipid yang menghasilkan Malondialdehid (MDA). Antioksidan eksogen pada daun kelor dapat berpotensi sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas antioksidan daun kelor (moringa oleifera) pada tikus diabetik yang di induksi aloksan. Kondisi Hiperglikemia didapatkan dengan penginduksian aloksan 125 mg/KgBB. Rancangan penelitian ini merupakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan hewan coba sebanyak 24 ekor tikus galur wistar. Tikus dibagi kedalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol atau tikus hiperglikemia (K), kemudian tikus hiperglikemia yang diberi perlakuan dengan ekstrak daun Moringa oleifera pada dosis 200 mg/KgBB (P1), 400 mg/KgBB (P2) dan 600 mg/KgBB (P3). Perlakuan dilakukan dengan pemberian ekstrak daun kelor sebanyak masing-masing dosis secara per oral selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA pada kelompok K memiliki kadar MDA tertinggi (9,77 mmol/ml) dan semakin menurun sejalan dengan ditambahkannya dosis ekstrak daun kelor yaitu P1 (5,91 mmol/ml), P2 (4,10 mmol/ml), dan P3 (2,70 mmol/ml). Sedangkan aktivitas enzim SOD kelompok K merupakan yang terrendah yaitu 19,05% dan meningkat seiring dengan jumlah pemberian ekstrak daun kelor, yaitu P1 (32,67%), P2 (55,06%), dan P3 (62,37%). Simpulan yang diambil adalah ekstrak daun kelor dapat membantu menurunkan kadar MDA dan meningkatkan Kadar SOD.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/65968</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/lifesci.v12i1.65968</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 12 No 1 (2023): May 2023; 97-106</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:source>10.15294/lifesci.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/65968/24622</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Life Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>