Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

MAKNA DAN FILOSOFI TATA RIAS DAN BUSANA PENGANTIN GAYA CILACAP PUTRI

Beauty and Beauty Health Education · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 46–50

DOI
10.15294/bbhe.v7i2.23304
ISSN
2540-8046, 2252-7087
Published
2022-09-08
Publisher
Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Tata rias Pengantin Gaya Cilacap Putri merupakan tata rias yang baru dan kurang dikenal oleh masyarakat oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan filosofi tata rias dan busana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif yang dilakukan di Cilacap dengan narasumber perias dan pencipta. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memilih dan merangkum data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian secara keseluruhan menggunakan warna dominan hijau terlihat dari tata rias wajah dan busana. Bunga Wijaya Kusuma merupakan motif yang banyak digunakan terlihat bordiran pada busana, selop, serta aksesoris. Makna dan filosofi secara keseluruhan yaitu untuk menikah dan memulai kehidupan baru dengan penuh cinta dan pernikahannya diharapkan langgeng. Simpulan: 1.Tata rias bernuansa hijau, hiasan rikma brontororo, sanggul puspa wijaya kusuma, dan aksesoris. 2.Busana pengantin terdiri dari kebaya, beskap, dan kain cakra werdana. 3. Upacara adat pengantin gaya cilacap putri yang khas terdapat begalan dan pengantin dikerudungi kukusan. Saran: 1. Masyarakat Cilacap harus ikut melestarikan dengan cara menggunakan adat pengantin gaya cilacap putri 2. HARPI dan Pemerintah Kabupaten Cilacap perlu meningkatkan sosialisasi melalui kegiatan seminar-seminar atau kegiatan budaya lainnya 3. Mahasiswa kecantikan harus ikut melestarikan budaya daerah.

Collaboration network of the authors

40 authors · 133 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nur QudusAffiliation unknown5
Anik MaghfirohAffiliation unknown5
Yeri SutopoAffiliation unknown4
Sri Endah WahyuningsihAffiliation unknown4
Trisnani WidowatiAffiliation unknown4
Mia Hafizah TumanggerAffiliation unknown3
Erna SetyowatiAffiliation unknown3
Okta PurnawirawanUniversity of Brawijaya2
Indah Indi AfifahAffiliation unknown2
Ajeng Rahma SudarniAffiliation unknown2
Nadia Sigi PrameswariAffiliation unknown2
Adhi KusumastutiAffiliation unknown2
Eko SupraptonoAffiliation unknown2
Basyirun BasyirunAffiliation unknown2
Nelly Setyowati AnggraeniAffiliation unknown2
Delta ApriyaniAffiliation unknown2
Godham Eko SaputroAffiliation unknown2
Ksaktiana MarantikaAffiliation unknown2
Sri HandayaniAffiliation unknown1
Dewi MasrurohAffiliation unknown1
Bambang Sugeng SuryatnaAffiliation unknown1
Anan NugrohoState University of Semarang1
Mulil KhairaAffiliation unknown1
Clarita AprilianiAffiliation unknown1
Septian Eko PrasetyoAffiliation unknown1
Alfian ArdhiansyahAffiliation unknown1
Linda Tri HamidahAffiliation unknown1
Hazrina HayyaAffiliation unknown1
Lenita Eka MayasariAffiliation unknown1
Sri Endah WahyuningsihAffiliation unknown1
Bias Pantura Fiandea AnandaAffiliation unknown1
Kharisma Isnaigi Maerda KurniawanAffiliation unknown1
Annisa Dwi SaptiyaniAffiliation unknown1
Hanna Putri ArdiyanaAffiliation unknown1
Firda Nuraeni FebriantiAffiliation unknown1
Devita Agni DewayantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/bbhe/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MAKNA DAN FILOSOFI TATA RIAS DAN BUSANA PENGANTIN GAYA CILACAP PUTRI</dc:title>
	<dc:creator>Azmi, Ghina Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Marwiyah, Marwiyah</dc:creator>
	<dc:creator>Ihsani, Ade Novi Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Krisnawati, Maria</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tata rias Pengantin Gaya Cilacap Putri merupakan tata rias yang baru dan kurang dikenal oleh masyarakat oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan filosofi tata rias dan busana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif yang dilakukan di Cilacap dengan narasumber perias dan pencipta. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memilih dan merangkum data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian secara keseluruhan menggunakan warna dominan hijau terlihat dari tata rias wajah dan busana. Bunga Wijaya Kusuma merupakan motif yang banyak digunakan terlihat bordiran pada busana, selop, serta aksesoris. Makna dan filosofi secara keseluruhan yaitu untuk menikah dan memulai kehidupan baru dengan penuh cinta dan pernikahannya diharapkan langgeng. Simpulan: 1.Tata rias bernuansa hijau, hiasan rikma brontororo, sanggul puspa wijaya kusuma, dan aksesoris. 2.Busana pengantin terdiri dari kebaya, beskap, dan kain cakra werdana. 3. Upacara adat pengantin gaya cilacap putri yang khas terdapat begalan dan pengantin dikerudungi kukusan. Saran: 1. Masyarakat Cilacap harus ikut melestarikan dengan cara menggunakan adat pengantin gaya cilacap putri 2. HARPI dan Pemerintah Kabupaten Cilacap perlu meningkatkan sosialisasi melalui kegiatan seminar-seminar atau kegiatan budaya lainnya 3. Mahasiswa kecantikan harus ikut melestarikan budaya daerah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/bbhe/article/view/23304</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/bbhe.v7i2.23304</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Beauty and Beauty Health Education; Vol 7 No 2 (2018); 46-50</dc:source>
	<dc:source>2540-8046</dc:source>
	<dc:source>2252-7087</dc:source>
	<dc:source>10.15294/bbhe.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/bbhe/article/view/23304/22386</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Beauty and Beauty Health Education</dc:rights>
</oai_dc:dc>