Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Berbasis Komunitas Dengan Pendekatan Partisipatif Dalam Manajemen Risiko Bencana

Indonesian Journal of Conservation · Vol. 15 No. 01 (2026) · pp. 9–16

DOI
10.15294/ijc.v15i01.32907
ISSN
2714-6189, 2252-9195
Published
2026-10-09
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi akibat letaknya di zona konvergensi tiga lempeng tektonik dunia. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah longsor, yang berdampak besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dalam menghadapi bencana longsor yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Merapi Merbabu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh kepala keluarga (KK) yang pernah mengalami bencana longsor sebanyak 2.806 KK. Sampel ditentukan sebesar 10% dari setiap RW. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap masyarakat, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, serta mobilisasi sumber daya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik skoring dengan skala Likert dan klasifikasi LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum berada pada kategori “Kurang Siap” dengan nilai indeks 78. Per parameter, pengetahuan dan sikap masyarakat (85) masuk kategori “Siap”, kebijakan dan panduan (73) “Siap”, rencana tanggap darurat (73) “Kurang Siap”, sistem peringatan bencana (70) “Kurang Siap”, dan mobilisasi sumber daya (77) “Siap”. Kesimpulannya, masih diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan rutin, pemasangan rambu evakuasi yang merata, dan penyebaran panduan sederhana kepada seluruh lapisan masyarakat.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 168 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sumatera Utara
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • State University of Semarang
  • Diponegoro University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Saptono PutroAffiliation unknown13
Apik Budi SantosoAffiliation unknown7
Hariyanto HariyantoAffiliation unknown7
Erni SuhariniAffiliation unknown6
SriyonoAffiliation unknown5
Juhadi JuhadiAffiliation unknown4
Wahyu SetyaningsihAffiliation unknown4
Heri TjahjonoAffiliation unknown4
Tjaturahono Budi SanjotoAffiliation unknown4
Sriyanto SriyantoAffiliation unknown3
Suroso SurosoAffiliation unknown3
Edi KurniawanUniversitas Sumatera Utara2
Rahma HayatiAffiliation unknown2
Puji HardatiAffiliation unknown2
Ariyani IndrayatiAffiliation unknown2
Fahrudin HanafiAffiliation unknown2
Eva BanowatiAffiliation unknown2
Satyanta ParmanAffiliation unknown2
Hanna HannaUniversitas Halu Oleo1
La InoUniversitas Halu Oleo1
Supiyanto SupiyantoAffiliation unknown1
Fuad HasanUniversitas Sulawesi Tenggara1
Ihsannudin IhsannudinAffiliation unknown1
Lina HerlinaDiponegoro University1
Nana Kariada Tri MartutiState University of Semarang1
Lutfian NazarAffiliation unknown1
Jamal IsnanAffiliation unknown1
Mochamad Zanuar Imam FaizinAffiliation unknown1
Satya Budi NugrahaAffiliation unknown1
Ni'maturrodhiyah Ni'maturrodhiyahAffiliation unknown1
Nur FauziyahAffiliation unknown1
SriyantoAffiliation unknown1
Nadira Putri SephiaAffiliation unknown1
Nafisah Nurul LailiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Berbasis Komunitas Dengan Pendekatan Partisipatif Dalam Manajemen Risiko Bencana</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sriyono, Sriyono</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Benardi, Andi Irwan </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aji, Ananto </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Utomo Aji, Muhammad Dwi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amri, Yassirli </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Maghfiroh, Novia </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kesiapsiagaan Bencana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Longsor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mitigasi Bencana</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi akibat letaknya di zona konvergensi tiga lempeng tektonik dunia. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah longsor, yang berdampak besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dalam menghadapi bencana longsor yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Merapi Merbabu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh kepala keluarga (KK) yang pernah mengalami bencana longsor sebanyak 2.806 KK. Sampel ditentukan sebesar 10% dari setiap RW. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap masyarakat, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, serta mobilisasi sumber daya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik skoring dengan skala Likert dan klasifikasi LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum berada pada kategori “Kurang Siap” dengan nilai indeks 78. Per parameter, pengetahuan dan sikap masyarakat (85) masuk kategori “Siap”, kebijakan dan panduan (73) “Siap”, rencana tanggap darurat (73) “Kurang Siap”, sistem peringatan bencana (70) “Kurang Siap”, dan mobilisasi sumber daya (77) “Siap”. Kesimpulannya, masih diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan rutin, pemasangan rambu evakuasi yang merata, dan penyebaran panduan sederhana kepada seluruh lapisan masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-10-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/article/view/32907</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijc.v15i01.32907</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Conservation; Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026; 9-16</dc:source>
	<dc:source>2714-6189</dc:source>
	<dc:source>2252-9195</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijc.v15i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/article/view/32907/10284</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Conservation</dc:rights>
</oai_dc:dc>