Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Konflik Cina-Jawa di Kota Pekalongan Tahun 1995

Journal of Indonesian History · Vol. 5 No. 1 (2017)

ISSN
2549-0370, 2252-6633
Published
2017-12-08
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Konflik sosial sering terjadi di Indonesia dan mengalami peningkatan secara pesat menjelang berakhirnya Orde Baru. Salah satunya terjadi di Kota Pekalongan pada tahun 1995. Konflik ini melibatkan etnis Tionghoa (Cina) dan pribumi (etnis Jawa). Kondisi masyarakat Pekalongan mayoritas beragama Islam dengan tingkat religiusnya tinggi. Saat seorang Tionghoa dikabarkan telah menyobek Al Qur’an, hal tersebut kemudian memicu kerusuhan yang terjadi selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik sosial di Kota Pekalongan dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu, faktor politik, faktor ekonomi, dan faktor sosial yang menimbulkan konflik laten di masyarakat Kota Pekalongan. Hal tersebut kemudian menyebabkan kerusuhan pada 22-24 November 1995. Dipicu oleh seorang Cina ppenderita gangguan jiwa yang menyobek Al Qur’an. Konflik tersebut telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi di masyarakat Pekalongan. Upaya penanganan konflik dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan bersama aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.

Collaboration network of the authors

40 authors · 97 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hamdan Tri AtmajaAffiliation unknown3
Syaiful AminAffiliation unknown3
Anna Fitri NingrumAffiliation unknown2
Romadi RomadiAffiliation unknown2
Andy SuryadiAffiliation unknown2
Arif PurnomoAffiliation unknown2
R. SuharsoAffiliation unknown2
Abdul MuntholibAffiliation unknown2
Resti PujianiAffiliation unknown1
Cahyo Budi UtomoAffiliation unknown1
Ayun HaifaniAffiliation unknown1
Abdurahman KhubaibAffiliation unknown1
Mukhamad ShokhehAffiliation unknown1
Reni AlfiyahAffiliation unknown1
Bain BainAffiliation unknown1
Claudea Cici NindhikaAffiliation unknown1
Tsabit Azinar AhmadAffiliation unknown1
Ela NurhayatiAffiliation unknown1
Muhammad BurhanudinAffiliation unknown1
Wahyu Adya LestariningsihAffiliation unknown1
Eko SulistiawanAffiliation unknown1
Eva BanowatiAffiliation unknown1
Anggi Jazilatur RahmaAffiliation unknown1
Masrukhi MasrukhiAffiliation unknown1
Amelia Nur AfinaAffiliation unknown1
Ahmad RifaiAffiliation unknown1
Subagyo SubagyoAffiliation unknown1
Anissa Fauzijah Rizky SafitriAffiliation unknown1
Suwito Eko PramonoAffiliation unknown1
Dzurotul QorinaAffiliation unknown1
Fitrianis NovitaAffiliation unknown1
Kahfi Ananda GiatamaAffiliation unknown1
Dika Restu AyuningtyasAffiliation unknown1
Andre KurniawanAffiliation unknown1
Sinta RahayuAffiliation unknown1
Yahya Ariyanto PutroAffiliation unknown1
Akhmad SayutiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jih/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konflik Cina-Jawa di Kota Pekalongan Tahun 1995</dc:title>
	<dc:creator>Rahayu, Ribut Tulus</dc:creator>
	<dc:creator>Jayusman, Jayusman</dc:creator>
	<dc:creator>Sodiq, Ibnu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Konflik sosial sering terjadi di Indonesia dan mengalami peningkatan secara pesat menjelang berakhirnya Orde Baru. Salah satunya terjadi di Kota Pekalongan pada tahun 1995. Konflik ini melibatkan etnis Tionghoa (Cina) dan pribumi (etnis Jawa). Kondisi masyarakat Pekalongan mayoritas beragama Islam dengan tingkat religiusnya tinggi. Saat seorang Tionghoa dikabarkan telah menyobek Al Qur’an, hal tersebut kemudian memicu kerusuhan yang terjadi selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik sosial di Kota Pekalongan dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu, faktor politik, faktor ekonomi, dan faktor sosial yang menimbulkan konflik laten di masyarakat Kota Pekalongan. Hal tersebut kemudian menyebabkan kerusuhan pada 22-24 November 1995. Dipicu oleh seorang Cina ppenderita gangguan jiwa yang menyobek Al Qur’an. Konflik tersebut telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi di masyarakat Pekalongan. Upaya penanganan konflik dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan bersama aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jih/article/view/19723</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Indonesian History; Vol 5 No 1 (2016): Journal of Indonesian History (JIH)</dc:source>
	<dc:source>2549-0370</dc:source>
	<dc:source>2252-6633</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jih/article/view/19723/9323</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Journal of Indonesian History</dc:rights>
</oai_dc:dc>