Open access Journal
DETERMINANTS OF SHARIA RETIREMENT FINANCIAL PLANNING MILLENNIAL GENERATION IN INDONESIA
Journal of Business Studies and Management Review · Vol. 7 No. 1 (2023) · pp. 112–117
- ISSN
- 2597-6265, 2597-369X
- Published
- 2023-12-22
- Publisher
- Management Department, Faculty of Economics and Business, Universitas Jambi
- Language
- en
Abstract
English
The research was motivated by a phenomenon where many retirees in Indonesia could not enjoy a prosperous retirement, and some even had to continue working to meet their living needs. Based on this phenomenon, financial planning is very important for well-being in old age and needs to be done early when someone is still in their productive period. However, the millennial generation, as the largest population of productive age, does not yet have financial planning for retirement. In line with Indonesian society, which is predominantly Muslim, the goal of finance is not only for peace in this world but also in the afterlife. For this reason, the research aims to analyze the factors determining the millennial generation's Islamic retirement financial planning. The research method used is SEM-PLS with the variables studied including financial literacy, clarity of retirement goals, and financial attitudes as mediating variables. The research results show that financial literacy and clarity of retirement goals directly influence financial attitudes, but do not influence sharia retirement financial planning. Apart from that, financial attitudes also show that the results do not affect sharia retirement financial planning. Financial attitudes do not mediate the influence of financial literacy and clarity of retirement goals on Sharia retirement financial planning. The results of this research can be used as consideration for the government and pension fund companies in determining strategies and policies to improve the welfare of the Indonesian population.
Indonesian
Penelitian dilatarbelakangi adanya fenomena dimana para pensiunan di Indonesia banyak yang tidak bisa menikmati masa pensiun dengan sejahtera, bahkan diantaranya masih harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan fenomena tersebut, maka perencanaan keuangan sangat penting untuk kesejahteraan di masa tua dan perlu dilakukan sejak dini saat seseorang masih berada dalam masa produktif. Namun, generasi milenial sebagai penduduk terbesar usia produktif justru banyak yang belum memiliki perencanaan keuangan pensiun. Sejalan dengan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, tujuan keuangan bukan hanya untuk ketenangan di dunia tetapi juga di akhirat. Untuk itu, penelitian bertujuan menganalisis faktor yang menentukan perencanaan keuangan pensiun syariah bagi generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan adalah SEM-PLS dengan variabel yang diteliti diantaranya literasi keuangan dan kejelasan tujuan pensiun serta sikap keuangan sebagai variabel mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung literasi keuangan dan kejelasan tujuan pensiun berpengaruh terhadap sikap keuangan, namun tidak berpengaruh terhadap perencanaan keuangan pensiun syariah. Selain itu sikap keuangan juga menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap perencanaan keuangan pensiun syariah. Sikap keuangan tidak memediasi pengaruh literasi keuangan dan kejelasan tujuan pensiun terhadap perencanaan keuangan pensiun syariah. Hasil penelitian diharapakan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah maupun perusahaan dana pensiun dalam menentukan strategi dan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia.
Keywords
Collaboration network of the authors
25 authors · 57 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Emil Hardiansyah | Affiliation unknown | 1 |
| Hasrul | Affiliation unknown | 1 |
| Novita Salwa Partiwi Yamin | Affiliation unknown | 1 |
| Nurmin | Affiliation unknown | 1 |
| Azzahra Aulia Dedikasari | Affiliation unknown | 1 |
| Risna | Affiliation unknown | 1 |
| Heri Yanto | Affiliation unknown | 1 |
| Azizah Batubara | Affiliation unknown | 1 |
| Gufanta Hendriko Purba | Affiliation unknown | 1 |
| Rangga Triyuda | Affiliation unknown | 1 |
| Yusnelti Yusnelti | Affiliation unknown | 1 |
| M. Haris Effendi | Affiliation unknown | 1 |
| Herio Rizki Dewinda | Affiliation unknown | 1 |
| Rany Fitriany | Affiliation unknown | 1 |
| Ema Zati Baroroh | Affiliation unknown | 1 |
| Dedi Firmansyah | Affiliation unknown | 1 |
| Hadi Irawiraman | Affiliation unknown | 1 |
| Eva Rachmi | Affiliation unknown | 1 |
| Annisa Puteri Nuratifah | Affiliation unknown | 1 |
| Fritz Nahusuly | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.