Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PERAN CENDAWAN ENDOFIT DAN PUPUK ANORGANIK DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KETAHANAN PADI GOGO TERHADAP PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae)

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 7 No. 1 (2019)

DOI
10.33772/bpa.v7i1.6970
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2019-05-16
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh cendawan endofit dan dosis pupuk anorganik dalam meningkatkan produksi dan ketahanan padi gogo terhadap penyakit blas (P. oryzae). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama adalah pemupukan yang terdiri dari: tanpa pupuk anorganik (P0), pemupukan dengan pupuk anorganik 25% dari rekomendasi (P1), pemupukan dengan pupuk anorganik 50% dari rekomendasi (P2), pemupukan dengan pupuk anorganik 75% dari rekomendasi (P3), pemupukan dengan pupuk anorganik 100% sesuai rekomendasi (P4) dan faktor kedua adalah penggunaan cendawan endofit yang terdiri dari: tanpa aplikasi cendawan endofit (C0), aplikasi T. asperellium (C1) dan aplikasi Paecilomyces sp. (C2). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan metode sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi pemupukan dengan pupuk anorganik dan cendawan endofit pada variabel tinggi tanaman, jumlah anakan, waktu muncul malai, bobot 1000 bulir, hasil gabah kering dan keparahan penyakit. Kombinasi perlakuan pupuk anorganik 75% sesuai rekomendasi dengan cendawan endofit Trichoderma sp. (P3C1) dan Perlakuan pupuk anorganik 75% denganPaecilomyces sp. (P3C2) memberikan respon terbaik dalam meningkatkan produksi dan ketahanan padi gogo terhadap penyakit blas.

Collaboration network of the authors

40 authors · 265 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo15
Asniah AsniahUniversitas Halu Oleo14
Asmar HasanUniversitas Halu Oleo11
HS GusnawatyAffiliation unknown10
AGUNG YUSWANAUniversitas Halu Oleo10
SYAIR SYAIRUniversitas Halu Oleo10
Vit Neru SatrahUniversitas Halu Oleo9
TERRY PAKKIUniversitas Halu Oleo8
SRI WAHYUNIAffiliation unknown7
MARIADI MARIADIUniversitas Halu Oleo7
La Ode Santiaji BandeUniversitas Halu Oleo7
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo6
Sarawa SarawaUniversitas Halu Oleo5
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo5
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo5
RAHAYU MAffiliation unknown5
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo4
Teguh WijayantoAffiliation unknown4
NUR ISNAINI ULFAAffiliation unknown4
MUHAMMAD TAUFIKUniversitas Halu Oleo3
Rahayu MallarangengUniversitas Halu Oleo3
NUR ISNAINI ULFAUniversitas Halu Oleo3
Gusnawaty HS Gusnawaty HSAffiliation unknown3
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo3
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo3
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo2
Murni Sari RahayuUniversitas Halu Oleo2
Rahayu M Rahayu MAffiliation unknown2
Laode AfaAffiliation unknown2
Nur Fitriani LittaAffiliation unknown2
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo2
Abdul RahmanUniversitas Halu Oleo2
Halim HalimUniversitas Halu Oleo2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN CENDAWAN ENDOFIT DAN PUPUK ANORGANIK DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KETAHANAN PADI GOGO TERHADAP  PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae)</dc:title>
	<dc:creator>Sainul, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Taufik, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>HS, Gusnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Khaeruni, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Hasid, Rachmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Santiaji Bande, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Botek, Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian  bertujuan mengevaluasi pengaruh cendawan endofit dan dosis pupuk  anorganik dalam meningkatkan produksi dan ketahanan padi gogo terhadap penyakit blas (P. oryzae). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama adalah pemupukan yang terdiri dari: tanpa pupuk anorganik (P0), pemupukan dengan pupuk anorganik 25% dari rekomendasi (P1), pemupukan dengan pupuk anorganik 50% dari rekomendasi (P2), pemupukan dengan pupuk anorganik 75% dari rekomendasi (P3), pemupukan dengan pupuk anorganik 100% sesuai rekomendasi (P4) dan faktor kedua adalah penggunaan cendawan endofit yang terdiri dari: tanpa aplikasi cendawan endofit (C0), aplikasi T. asperellium (C1) dan aplikasi  Paecilomyces sp. (C2). Data  hasil pengamatan dianalisis menggunakan metode sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi pemupukan dengan pupuk anorganik dan cendawan endofit pada variabel tinggi tanaman, jumlah anakan, waktu muncul malai, bobot 1000 bulir, hasil gabah kering dan keparahan penyakit. Kombinasi perlakuan pupuk anorganik 75% sesuai rekomendasi dengan cendawan endofit Trichoderma sp. (P3C1) dan Perlakuan pupuk anorganik 75% denganPaecilomyces sp. (P3C2) memberikan respon terbaik dalam meningkatkan produksi dan ketahanan padi gogo terhadap penyakit blas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/6970</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v7i1.6970</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 7, No 1 (2019)</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/6970/5121</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>