Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA BIOAKTIF ANTIBAKTERI METABOLIT BAKTERI YANG BERASOSIASI SPONS LAUT (Agelas oroides)

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 26 No. 3 (2022) · pp. 96–100

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2022-12-30
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Spons merupakan salah satu kelompok biota laut yang terdapat di perairan Indonesia dengan jumlah 850 spesies dan berpotensi menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang bersifat bioaktif. Kemajuan penelitian melaporkan bahwa banyak produk alami bioaktif dari invertebrata laut telah memiliki kesamaan dengan metabolit mikroorganisme yang berasosiasi termasuk bakteri, dengan demikian penting untuk mengeksplorasi kemungkinan peran bakteri laut yang bersimbion pada spons dalam memberikan solusi untuk masalah infeksi oleh patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri dari bakteri asosiasi spons terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta karakterisasi senyawa bioaktifnya berdasarkan data spektrofotometri UV-Vis dan IR. Isolasi bakteri asosiasi spons laut dilakukan dengan metode agar tuang pada marine agar selanjutnya dilakukan pemurnian dan uji antagonis untuk mengetahui isolate yang paling potensial terhadap bakteri uji. Isolat terpilih selanjutnya dilakukan fermentasi dan ekstraksi lalu dilanjutkan dengan uji aktivitas antimikroba ekstrak isolat bakteri. Langkah selanjutnya dilakukan isolasi senyawa, uji kemurnian dan karakterisasi senyawa yang diperoleh. Hasil isolasi bakteri asosiasi spons laut diperoleh sebanyak 5 isolat dengan Kode BSS-1, BSS-2, BSS-3, BSS-4 dan BSS-5. Hasil pengujian antagonis diperoleh isolate BSS 2 memiliki daya hambat terhadap bakteri uji S. aureus dan E. coli yang selanjutnya dilakukan fermentasi terhadap ekstrak tersebut. Ekstrak etil asetat isolat bakteri BSS-2 dengan konsentrasi 1% dan 2% mampu menghambat bakteri uji S.aureus dengan diameter hambatan masing-masing sebesar 10,86 mm dan 14,28 mm sedangkan aktivitas terhadap bakteri uji E. coli pada konsentrasi 1% dan 2 % memiliki diameter hambatan sebesar 9,96 mm dan 12,65 mm. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR, senyawa yang diperoleh dari ekstrak etil asetat isolat BSS-2 memiliki panjang gelombang 271 nm dan memiliki gugus fungsi C-N dan N-H pada bilangan gelombang 3443,05 dan 1082,10. Hasil karakterisasi tersebut diduga bahwa senyawa ekstrak etil asetat isolate BSS-2 merupakan senyawa alkaloid. Hal ini diperkuat oleh hasil karakterisasi menggunakan pereaksi dragendorf diindikasikan senyawa alkaloid.

Keywords

Collaboration network of the authors

37 authors · 103 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
RisnaAffiliation unknown3
Isnawaty IsnawatyAffiliation unknown1
Sutardi SutardiUniversitas Halu Oleo1
Lina LestariUniversitas Halu Oleo1
Erzam S. HasanAffiliation unknown1
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo1
Ambo SakkaAffiliation unknown1
La RiandaAffiliation unknown1
Dhian HerdiansyahAffiliation unknown1
Muhammad Syukri SadimantaraUniversitas Halu Oleo1
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo1
Sitti FakhriyyahAffiliation unknown1
M. Chasyim HasaniAffiliation unknown1
Amiluddin AmiluddinAffiliation unknown1
Hamzah TahangAffiliation unknown1
SartiniAffiliation unknown1
ALIYAHAffiliation unknown1
Nur Faizah -Affiliation unknown1
LatifahAffiliation unknown1
RisfahAffiliation unknown1
Sartini SartiniAffiliation unknown1
Herlina RanteAffiliation unknown1
Firzan NainuAffiliation unknown1
Gemini AlamAffiliation unknown1
Dedy Ma'rufAffiliation unknown1
Muhammad RaihanAffiliation unknown1
HabibieAffiliation unknown1
Nurhasni HasanAffiliation unknown1
Sitti Nur FatimahAffiliation unknown1
AnugerahAffiliation unknown1
Apon Zaenal MustopaAffiliation unknown1
Herman IrawanAffiliation unknown1
Jabal Rahmat HaedarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA BIOAKTIF ANTIBAKTERI METABOLIT BAKTERI YANG BERASOSIASI SPONS LAUT (Agelas oroides)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Risna, Risna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rismayanti Fauziah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Subehan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Djide, Natsir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">spons laut, bakteri simbion, aktivitas antimikroba</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">spons Agelas oroides,  isolasi, antibakteri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Spons merupakan salah satu kelompok biota laut yang terdapat di perairan Indonesia dengan jumlah 850 spesies dan berpotensi menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang bersifat bioaktif. Kemajuan penelitian melaporkan bahwa banyak produk alami bioaktif dari invertebrata laut telah memiliki kesamaan dengan metabolit mikroorganisme yang berasosiasi termasuk bakteri, dengan demikian penting untuk mengeksplorasi kemungkinan peran bakteri laut yang bersimbion pada spons dalam memberikan solusi untuk masalah infeksi oleh patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri dari bakteri asosiasi spons terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta karakterisasi senyawa bioaktifnya berdasarkan data spektrofotometri UV-Vis dan IR.  Isolasi bakteri asosiasi spons laut dilakukan dengan metode agar tuang pada marine agar selanjutnya dilakukan pemurnian dan uji antagonis untuk mengetahui isolate yang paling potensial terhadap bakteri uji. Isolat terpilih selanjutnya dilakukan fermentasi dan ekstraksi lalu dilanjutkan dengan uji aktivitas antimikroba ekstrak isolat bakteri. Langkah selanjutnya dilakukan isolasi senyawa, uji kemurnian dan karakterisasi senyawa yang diperoleh. Hasil isolasi bakteri asosiasi spons laut diperoleh sebanyak 5 isolat dengan Kode BSS-1, BSS-2, BSS-3, BSS-4 dan BSS-5. Hasil pengujian antagonis diperoleh isolate BSS 2 memiliki daya hambat terhadap bakteri uji S. aureus dan E. coli  yang selanjutnya dilakukan fermentasi terhadap ekstrak tersebut.  Ekstrak etil asetat isolat bakteri BSS-2 dengan konsentrasi 1% dan 2% mampu menghambat bakteri uji S.aureus dengan diameter hambatan masing-masing sebesar 10,86 mm dan 14,28 mm  sedangkan aktivitas terhadap bakteri uji E. coli pada konsentrasi 1% dan 2 % memiliki diameter hambatan sebesar 9,96 mm dan 12,65 mm. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR, senyawa yang diperoleh dari ekstrak etil asetat isolat BSS-2  memiliki panjang gelombang 271 nm dan memiliki gugus fungsi C-N dan N-H pada bilangan gelombang 3443,05 dan 1082,10. Hasil karakterisasi tersebut diduga bahwa senyawa ekstrak etil asetat isolate BSS-2 merupakan senyawa alkaloid. Hal ini diperkuat oleh hasil karakterisasi menggunakan pereaksi dragendorf diindikasikan senyawa alkaloid.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/18632</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 26 No. 3 (2022): MFF; 96-100</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/18632/9117</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>