Open access Jurnal
PENGENALAN PERTANIAN MELALUI MEDIA TANAM HIDROGEL DAN PEMBUATAN KOMPOS PADA MURID SD INPRES BONTONOMPO KABUPATEN GOWA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 9 No. 2 (2025) · pp. 296–304
- ISSN
- 2580-3786
- Published
- 2025-04-29
- Publisher
- LP2M Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
Elementary school children are the first milestone in introducing to agriculture. This community service activity aims to introduce agriculture through interactive media suitable for elementary school children, namely hydrogel as a planting medium and making compost from household waste. Participants are students of SD Inpres Bontonompo from grades IV and V with 40 people. The activity was carried out in the school hall using the extension method, and direct practice and ended with an interactive dialogue or discussion. The extension was carried out by providing material in the form of PPT (POWERPOINT) displayed on the monitor which was continued with introducing hydrogel media and making compost from household waste and dry leaves in the school environment. Through hydrogel, participants became very interested in learning how to cultivate plants and understood that soil is not the only medium for planting. Then practice making compost with vegetable waste from their respective homes. From the compost materials brought by the participants, the most waste was kale (55%), then cabbage leaves (20%), moringa stems (17.5%) and finally carrot-potato skins (7.5%). The evaluation results used a survey of participants conducted before and after the community service activities. The difference can be seen from the survey results given to students of SD Inpres Bontonompo. At first, almost all students did not know about agriculture, even though their interest in agriculture was only 2.5%. However, after the activity, they stated they were 100% interested in agriculture. ---- Anak-anak tingkat sekolah dasar merupakan tonggak paling pertama dalam proses pembukaan mata tentang pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pertanian melalui media interaktif yang sesuai bagi anak-anak sekolah dasar yaitu hidrogel sebagai media tanam dan pembuatan kompos dari limbah rumah tangga. Peserta merupakan murid SD Inpres Bontonompo yang berasal dari kelas IV dan V dengan jumlah 40 orang. Kegiatan dilaksanakan di aula sekolah dengan menggunakan metode penyuluhan, praktek langsung dan diakhiri dengan dialog atau diskusi yang bersifat interaktif. Penyuluhan dilaksanakan dengan memberi materi berupa PPT (POWERPOINT) yang dimuculkan dimonitor yang dilanjutkan dengan praktek pengenalan media hidrogel dan praktek pembuatan kompos dari limbah rumah tangga serta daun-daun kering yang ada di lingkungan sekolah. Melalui hidrogel peserta menjadi sangat tertarik mempelajari cara budidaya tanaman dan memahami bahwa tanah bukan satu-satunya media untuk menanam. Kemudian praktek membuat kompos dengan limbah sayur yang berasal dari rumah mereka masing-masing. Dari bahan kompos yang dibawa oleh peserta, terlihat limbah kangkung yang paling banyak (55%), kemudian daun kubis (20%), lalu batang kelor (17,5%) dan terakhir kulit wortel-kentang (7,5%). Hasil evaluasi menggunakan survei pada peserta yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan. Perbedaan terlihat dari hasil survei yang diberikan pada murid-murid SD Inpres Bontonompo. Pada awalnya hampir semua murid tidak mengetahui tentang pertanian bahkan ketertertarikan pada bidang pertanian hanya sebesar 2,5%. Namun setelah kegiatan, mereka menyatakan tertarik pada bidang pertanian sebesar 100%.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 131 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Universitas Halu Oleo
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Syamsia Syamsia | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 4 |
| Andi Suwarni | Affiliation unknown | 2 |
| Abubakar Idhan | Affiliation unknown | 2 |
| Nazwa Putri Arti Kusnaedi | Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung | 1 |
| Elisa Nurhalisyah | Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung | 1 |
| Mughiroh Islam | Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung | 1 |
| Muhammad Iqbal Deswara | Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung | 1 |
| Rizki Utama Putra | Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung | 1 |
| Ibnu Malik | Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung | 1 |
| Ansharullah Ansharullah | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Mariani. L | Affiliation unknown | 1 |
| Eka Z. Sastiani | Affiliation unknown | 1 |
| Murhadi Murhadi | Affiliation unknown | 1 |
| Suharyono Suharyono | Affiliation unknown | 1 |
| Neti Yuliana | Affiliation unknown | 1 |
| Ika Agustina | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmiati | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Ika | Affiliation unknown | 1 |
| Natalia Manuhutu | Affiliation unknown | 1 |
| Ruckmana Fachrul Islam | Affiliation unknown | 1 |
| Sri Winarsih | Affiliation unknown | 1 |
| Lanlan Muhria | Affiliation unknown | 1 |
| Nilam Sari | Affiliation unknown | 1 |
| Dinda Nurwidya Putri | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Yunita Widya | Affiliation unknown | 1 |
| Stefy Anastasya rantesalu | Affiliation unknown | 1 |
| Deyrista | Affiliation unknown | 1 |
| Melisa Lembang | Affiliation unknown | 1 |
| Audrey Maurestha Kawil | Affiliation unknown | 1 |
| Nova Firdasari Aburaera | Affiliation unknown | 1 |
| Vahria | Affiliation unknown | 1 |
| Abdul Latifh hafid akbar | Affiliation unknown | 1 |
| Rohana Rohana | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Rahayu Anwar | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.