Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK UNTUK MENDUKUNG EKOWISATA BAHARI DAN PENINGKATAN EKONOMI NELAYAN DI KAWASAN WISATA PULAU LAE-LAE, KOTA MAKASSAR

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 9 No. 2 (2025) · pp. 466–475

DOI
10.20956/pa.v9i2.41926
ISSN
2580-3786
Published
2025-04-29
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Lae-Lae Island is a small island situated in the coastal waters of Makassar City, possessing substantial potential as a marine tourism destination. However, one of the primary challenges confronting the island is environmental pollution, particularly waste generated by both tourist activities and local residents. This study aims to examine the community’s level of understanding and evaluate the effectiveness of educational outreach on environmentally sustainable marine tourism, with a focus on enhancing public awareness regarding pollution control within the island's tourist zones. A pre-test and post-test design was employed to measure changes in community knowledge before and after the intervention. Statistical analysis using a paired sample t-test yielded a t-value of -1.959 with a significance level of p = 0.063. As the p-value exceeds the conventional threshold of 0.05, the results indicate no statistically significant difference between pre-test and post-test scores. These findings suggest that the fishing community of Lae-Lae Island already possesses a relatively high level of understanding concerning environmentally friendly marine tourism and pollution mitigation strategies. The outreach activities did not lead to a significant improvement in knowledge, likely due to the community's existing awareness of the principles of sustainable tourism and the importance of marine ecosystem management. The key challenge, however, lies in the lack of implementation of this knowledge in daily practice. This gap is primarily attributed to economic constraints, entrenched behavioral patterns, inadequate infrastructure, and limited social regulation. --- Pulau Lae-Lae adalah sebuah pulau kecil yang terletak di perairan Kota Makassar dan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah pencemaran akibat sampah dari aktivitas wisatawan dan penduduk setempat. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman masyarakat dan pengaruh penyuluhan tentang wisata bahari ramah lingkungan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat di Pulau Lae-Lae, khusunya dalam hal pengendalian pencemaran sampah di kawasana wisata. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil analisis data menggunakan uji t berpasangan menunjukkan nilai t sebesar -1,959 dengan nilai signifikansi p = 0,063. Nilai p lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat nelayan Pulau Lae-Lae sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep wisata bahari ramah lingkungan dan pengendalian pencemaran. Namun, penerapan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari masih memerlukan perhatian lebih lanjut untuk dapat memberikan dampak yang nyata dalam pengelolaan kawasan wisata secara berkelanjutan. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan tidak menghasilkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dikarenakan masyarakat sudah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai wisata bahari ramah lingkungan dan pentingnya pengelolaan kawasan bahari. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya implementasi pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, yang disebabkan oleh tekanan ekonomi, kebiasaan lama, serta kurangnya dukungan infrastruktur dan kontrol sosial.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 189 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Ahsin Rifa'iAffiliation unknown9
Suwarni SuwarniAffiliation unknown7
Liestiaty FachruddinAffiliation unknown5
Dewi YanuaritaAffiliation unknown5
Andi NovrianiAffiliation unknown4
CandraAffiliation unknown3
MuzdalifahAffiliation unknown3
Suharto SuhartoAffiliation unknown3
Nita RukminasariAffiliation unknown3
Dwi Fajriyati InakuAffiliation unknown3
Joeharnani TresnatyAffiliation unknown3
Muh. Tauhid UmarAffiliation unknown3
Muzdalifah MuzdalifahAffiliation unknown2
Mauli KasmiAffiliation unknown2
Syamsu Alam AliAffiliation unknown2
Arwan ArwanAffiliation unknown2
Dewi Yanuarita SatariAffiliation unknown2
Nadiarti NurdinAffiliation unknown2
Irmawati IrmawatiAffiliation unknown2
Muhammad Syukri SadimantaraUniversitas Halu Oleo1
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo1
Yusran Nur IndarAffiliation unknown1
Farida SitepuAffiliation unknown1
Irmawati IrmawatiAffiliation unknown1
Muhammad SyahdanAffiliation unknown1
Ramdiana RamdianaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK UNTUK MENDUKUNG EKOWISATA BAHARI DAN PENINGKATAN EKONOMI NELAYAN DI KAWASAN WISATA PULAU LAE-LAE, KOTA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahim, Sri Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yanti, Asri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Parawansa, Basse Siang</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Omar, Sharifuddin Bin Andy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tresnati, Joeharnani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yaqin, Khusnul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nadiarti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Umar, Moh. Tauhid</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Budiman Yunus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kudsiah, Hadiratul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Alam, Jamaluddin Fitrah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Moka, Wilma Joanna Carolina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zabhika Dinda Istnaeni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Andi Haerul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Lae-Lae Island</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pollution</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Marine tourism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Fishermen’s economy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Lae-Lae Island is a small island situated in the coastal waters of Makassar City, possessing substantial potential as a marine tourism destination. However, one of the primary challenges confronting the island is environmental pollution, particularly waste generated by both tourist activities and local residents. This study aims to examine the community’s level of understanding and evaluate the effectiveness of educational outreach on environmentally sustainable marine tourism, with a focus on enhancing public awareness regarding pollution control within the island's tourist zones. A pre-test and post-test design was employed to measure changes in community knowledge before and after the intervention. Statistical analysis using a paired sample t-test yielded a t-value of -1.959 with a significance level of p = 0.063. As the p-value exceeds the conventional threshold of 0.05, the results indicate no statistically significant difference between pre-test and post-test scores. These findings suggest that the fishing community of Lae-Lae Island already possesses a relatively high level of understanding concerning environmentally friendly marine tourism and pollution mitigation strategies. The outreach activities did not lead to a significant improvement in knowledge, likely due to the community's existing awareness of the principles of sustainable tourism and the importance of marine ecosystem management. The key challenge, however, lies in the lack of implementation of this knowledge in daily practice. This gap is primarily attributed to economic constraints, entrenched behavioral patterns, inadequate infrastructure, and limited social regulation.   ---   Pulau Lae-Lae adalah sebuah pulau kecil yang terletak di perairan Kota Makassar dan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah pencemaran akibat sampah dari aktivitas wisatawan dan penduduk setempat. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman masyarakat dan pengaruh penyuluhan tentang wisata bahari ramah lingkungan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat di Pulau Lae-Lae, khusunya dalam hal pengendalian pencemaran sampah di kawasana wisata. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil analisis data menggunakan uji t berpasangan menunjukkan nilai t sebesar -1,959 dengan nilai signifikansi p = 0,063. Nilai p lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat nelayan Pulau Lae-Lae sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep wisata bahari ramah lingkungan dan pengendalian pencemaran. Namun, penerapan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari masih memerlukan perhatian lebih lanjut untuk dapat memberikan dampak yang nyata dalam pengelolaan kawasan wisata secara berkelanjutan. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan tidak menghasilkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dikarenakan masyarakat sudah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai wisata bahari ramah lingkungan dan pentingnya pengelolaan kawasan bahari. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya implementasi pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, yang disebabkan oleh tekanan ekonomi, kebiasaan lama, serta kurangnya dukungan infrastruktur dan kontrol sosial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/41926</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v9i2.41926</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Panrita Abdi - April 2025; 466-475</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/41926/12736</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Sri Wahyuni Rahim, Asri Yanti, Basse Siang Parawansa, Sharifuddin Bin Andy Omar, Joeharnani Tresnati, Khusnul Yaqin, Nadiarti, Moh. Tauhid Umar, Budiman Yunus, Hadiratul Kudsiah, Jamaluddin Fitrah Alam, Wilma Joanna Carolina Moka, Zabhika Dinda Istnaeni, Andi Haerul</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>