Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

FOTODEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL RED MENGGUNAKAN KATALIS -Fe2O3/Fe3O4 CORE SHELL NANOSTRUKTUR

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 1 No. 1 (2012)

DOI
10.15294/ijcs.v1i1.595
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Terbit
2012-05-14
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian mengenai pemanfaatan katalis -Fe2O3/Fe3O4 yang dibentuk dari bahan magnetik Fe3O4 sebagai katalis fotodegradasi zat warna remazol red telah dilakukan. Teknologi fotokatalisis merupakan teknologi yang cukup efektif untuk mendegradasi limbah organik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur oksidasi pembentukan -Fe2O3/Fe3O4 berbahan magnetik dari Fe3O4 dalam sintesis katalis dan untuk mengetahui pengaruh pH larutan serta waktu penyinaran terhadap fotodegradasi remazol red. Material Fe3O4 telah disintesis menggunakan metode kopresipitasi, kemudian dioksidasi pada temperatur (310oC, 380oC dan 450oC). Pengaruh pH larutan proses fotodegradasi dilakukan pada pH 6, 7, 8, 9, dan 10, sedangkan pengaruh waktu penyinaran dilakukan pada 15, 30, 45, dan 60 menit. Hasil karakterisasi menggunakan XRD, DR-UV, dan SEM menunjukkan pembentukan -Fe2O3/Fe3O4 melalui oksidasi Fe3O4 paling maksimum pada temperatur 380oC yang memiliki energi gap 1,8 eV. Hasil presentase degradasi terhadap pH larutan menunjukkan hasil optimum pada pH 7 yaitu sebesar 53,72%. Untuk pengaruh waktu penyinaran menunjukkan hasil maksimum pada waktu 60 menit, dengan presentase degradasi sebesar 48,17%. Katalis -Fe2O3/Fe3O4 memberikan presentase degradasi sebesar 42,55% lebih besar dari pada presentase degradasi katalis Fe3O4 yang sebesar 3,72%.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 79 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Siti Sundari MiswadiState University of Semarang3
Sri Mantini Rahayu SedyawatiAfiliasi tidak diketahui2
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang2
Ella KusumastutiAfiliasi tidak diketahui2
Rizki ImaniarAfiliasi tidak diketahui2
Yudha PuspitoAfiliasi tidak diketahui1
Yuliana Putri NugraheniAfiliasi tidak diketahui1
A. Tri WidodoAfiliasi tidak diketahui1
Nur HidayahPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Soeprodjo SoeprodjoAfiliasi tidak diketahui1
F. ‪Widhi MahatmantiAfiliasi tidak diketahui1
Atika RapiernaAfiliasi tidak diketahui1
Budi PrasetyoAfiliasi tidak diketahui1
Sumaryono SumaryonoAfiliasi tidak diketahui1
Sri Mantini Rahayu SetyawatiAfiliasi tidak diketahui1
Andika Endah ValentinaAfiliasi tidak diketahui1
Arie Fitry ApriyantiAfiliasi tidak diketahui1
Fransisca Widhi MahatmantiAfiliasi tidak diketahui1
Fetty AnggariniAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Khoirul HudaAfiliasi tidak diketahui1
Rizky Aris WijayaAfiliasi tidak diketahui1
Winarni PatjojoAfiliasi tidak diketahui1
Hilda Chalimatus SCAfiliasi tidak diketahui1
Fransiska Widhi MahatmantiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Khoirul HidayatAfiliasi tidak diketahui1
Sigit PriatmokoState University of Semarang1
Satrio Bekti Uji PrambastoAfiliasi tidak diketahui1
Kusoro SiadiAfiliasi tidak diketahui1
Titis Sukma AdhiatiAfiliasi tidak diketahui1
Arum SeptiosariAfiliasi tidak diketahui1
Nuni WidiartiState University of Semarang1
Meilina Rahayu UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Farida Nur AzizaAfiliasi tidak diketahui1
Woro SumarniState University of Semarang1
Ratna KurniyatiAfiliasi tidak diketahui1
ARIFIN ARIFINAfiliasi tidak diketahui1
Yosi PratamaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FOTODEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL RED  MENGGUNAKAN  KATALIS -Fe2O3/Fe3O4 CORE SHELL NANOSTRUKTUR</dc:title>
	<dc:creator>Ghozali, Agus Imam</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiyo, Warlan</dc:creator>
	<dc:creator>Latifah, Latifah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian mengenai pemanfaatan katalis -Fe2O3/Fe3O4 yang dibentuk dari bahan magnetik Fe3O4 sebagai katalis fotodegradasi zat warna remazol red telah dilakukan. Teknologi fotokatalisis merupakan teknologi yang cukup efektif untuk mendegradasi limbah organik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur oksidasi pembentukan -Fe2O3/Fe3O4 berbahan magnetik dari Fe3O4 dalam sintesis katalis dan untuk mengetahui pengaruh pH larutan serta waktu penyinaran terhadap fotodegradasi remazol red. Material Fe3O4 telah disintesis menggunakan metode kopresipitasi, kemudian dioksidasi pada temperatur (310oC, 380oC dan 450oC). Pengaruh pH larutan proses fotodegradasi dilakukan pada pH 6, 7, 8, 9, dan 10, sedangkan pengaruh waktu penyinaran dilakukan pada 15, 30, 45, dan 60 menit. Hasil karakterisasi menggunakan XRD, DR-UV, dan SEM menunjukkan pembentukan -Fe2O3/Fe3O4 melalui oksidasi Fe3O4 paling maksimum pada temperatur 380oC yang memiliki energi gap 1,8 eV. Hasil presentase degradasi terhadap pH larutan menunjukkan hasil optimum pada pH 7 yaitu sebesar 53,72%. Untuk pengaruh waktu penyinaran menunjukkan hasil maksimum pada waktu 60 menit, dengan presentase degradasi sebesar 48,17%. Katalis -Fe2O3/Fe3O4 memberikan presentase degradasi sebesar 42,55% lebih besar dari pada presentase degradasi katalis Fe3O4 yang sebesar 3,72%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/595</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v1i1.595</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol 1 No 1 (2012)</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijcs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/595/734</dc:relation>
</oai_dc:dc>