Jurnal
DESAIN PEMBELAJARAN LITERASI SAINS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MEMBENTUK KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Journal of Innovative Science Education · Vol. 4 No. 2 (2016)
- ISSN
- 2502-4523, 2252-6412
- Terbit
- 2016-03-27
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Perangkat pembelajaran yang sistematis dikembangkan oleh guru untuk mencapai kompetensi siswa dalam IPA terkait dengan penguasaan literasi sains. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran literasi sains berbasis problem based learning untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran dikembangkan atas dasar analisis kebutuhan dan studi pustaka. Uji lapangan skala kecil dilaksanakan pada sepuluh siswa yang pernah mengambil materi lingkungan. Ujicoba lapangan digunakan untuk menggeneralisasi hasil pengembangan, dan diimplementasikan pada kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Validitas produk dinilai oleh pakar, dosen, dan guru. Silabus, RPP, dan bahan ajar masing-masing memiliki rerata (4,10; 4,20; 4,40) diklasifikasikan sangat valid. Uji t menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas kelas eksperimen berbeda nyata dengan kelas kontrol thitung (6,621) > ttabel (0,312). Lebih dari 72,8% siswa memberikan respon positif terhadap angket kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran literasi sains berbasis Problem Based Learning sangat valid, layak digunakan dan berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. A systematic science lesson plan is usually developed by teachers to achieve students competencies in science, which is strongly related to the implementation of literacy-based teaching. This research was aimed at developing biology lesson plan grounded in problem-based learning approaches and identifying the effect of the lesson plan on students’ critical thinking. The lesson plan was developed on the basis of needs analysis and particular literature reviews. Small-scale field test was implemented on ten students who already took environment subjects. Field-testing was used to generalize findings, and implemented on MIA 1 and MIA 2 as treated and control groups. Validity of the products was assessed by experts from university teachers of Unnes Semarang. Sylabus, lesson plan, and learning materials were classified as “higly valid†(4.10; 4.20; 4.40) respectively. The t-test indicated that average scores of control and treated groups were significantly different one another tvalue (6.621) > ttable (0.312). More than 72.8% of students gave positive responses to the critical thinking skills questionaires. The findings showed that science lesson plan grounded in problem-based learning was valid and could be used to encourage critical thinking skills in science teaching.Perangkat pembelajaran yang sistematis dikembangkan oleh guru untuk mencapai kompetensi siswa dalam IPA terkait dengan penguasaan literasi sains. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran literasi sains berbasis problem based learning untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran dikembangkan atas dasar analisis kebutuhan dan studi pustaka. Uji lapangan skala kecil dilaksanakan pada sepuluh siswa yang pernah mengambil materi lingkungan. Ujicoba lapangan digunakan untuk menggeneralisasi hasil pengembangan, dan diimplementasikan pada kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Validitas produk dinilai oleh pakar, dosen, dan guru. Silabus, RPP, dan bahan ajar masing-masing memiliki rerata (4,10; 4,20; 4,40) diklasifikasikan sangat valid. Uji t menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas kelas eksperimen berbeda nyata dengan kelas kontrol thitung (6,621) > ttabel (0,312). Lebih dari 72,8% siswa memberikan respon positif terhadap angket kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran literasi sains berbasis Problem Based Learning sangat valid, layak digunakan dan berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.  Abstract ___________________________________________________________________ A systematic science lesson plan is usually developed by teachers to achieve students competencies in science, which is strongly related to the implementation of literacy-based teaching. This research was aimed at developing biology lesson plan grounded in problem-based learning approaches and identifying the effect of the lesson plan on students’ critical thinking. The lesson plan was developed on the basis of needs analysis and particular literature reviews. Small-scale field test was implemented on ten students who already took environment subjects. Field-testing was used to generalize findings, and implemented on MIA 1 and MIA 2 as treated and control groups. Validity of the products was assessed by experts from university teachers of Unnes Semarang. Sylabus, lesson plan, and learning materials were classified as “higly valid†(4.10; 4.20; 4.40) respectively. The t-test indicated that average scores of control and treated groups were significantly different one another tvalue (6.621) > ttable (0.312). More than 72.8% of students gave positive responses to the critical thinking skills questionaires. The findings showed that science lesson plan grounded in problem-based learning was valid and could be used to encourage critical thinking skills in science teaching.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 101 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Andin Irsadi | State University of Semarang | 5 |
| Saiful Ridlo | State University of Semarang | 5 |
| Talitha Widiatningrum | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Enni Suwarsi Rahayu | State University of Semarang | 2 |
| Mohammad Akhlas | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sri Ngabekti | State University of Semarang | 2 |
| Margareta Rahayuningsih | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sigit Saptono | State University of Semarang | 2 |
| Lina Herlina | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Gumilang Pramesti Fitria Arum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Moh. Solehatul Mustofa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bintang Faisal Akbar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Danissa Wirna Karmesti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widowati Widowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Retno Marlangen | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Amin Pujiati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Junita Astutik | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Inez Salsabila Aryoso | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Triastuti Evawani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dien Rosiana Zubail | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aida Shofiyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mualimaturrochmah Mualimaturrochmah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Raras Widiasri Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Advend Sri Rizki Sianturi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yustinus Ulung Anggraito | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdullah Muamar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizka Oktafiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Devi Hadiati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wiwi Isnaeni | State University of Semarang | 1 |
| Nailiya Sa'idah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdul Latif | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maolina Asi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aloysius Joko Susilo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Badrus Siroj | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tommi Yuniawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Avif Intan Linawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Lestari Handayani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.