Jurnal
Pemodelan SIR untuk penyebaran Penyakit Pertusis dengan Vaksinasi pada populasi Manusia Konstan
Unnes Journal of Mathematics · Vol. 7 No. 1 (2018) · hlm. 96–107
- ISSN
- 2460-5859, 2252-6943
- Terbit
- 2018-11-30
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Di Indonesia terdapat kasus Pertusis sebanyak 5.643, tidak menutup kemungkinan angka tersebut dapat bertambah tiap tahunnya. Penelitian ini membahas model matematika untuk penyebaran penyakit Pertusis dengan vaksinasi. Model matematika yang digunakan berupa model VSIR. Tujuan penelitian ini adalah membangun model matematika, menganalisis titik kestabilan, dan menginterpretasikan simulasi model matematika dengan Maple. Dalam pembangunan model diperoleh model matematika dengan dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik. Analisis yang dilakukan menghasilkan angka rasio reproduksi dasar (R0). Setelah menganalisis dua titik kesetimbangan maka dapat disimpulkan bahwa titik kesetimbangan bebas penyakit akan stabil asimtotik lokal apabila R(0) 1. Selanjutnya, untuk mengilustrasikan model tersebut maka dilakukan simulasi model menggunakan program Maple menghasilkan beberapa fakta, yaitu semakin kecil nilai b rasio kehilangan imunitas pada individu yang divaksin dan semakin besar nilai p proporsi bayi yang divaksin akan memperkecil jumlah penderita.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 136 tautan kepenulisan bersama · 2 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Universitas Airlangga
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Rochmad Rochmad | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Mashuri Mashuri | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Arief Agoestanto | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Moch Chotim | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Scolastika Mariani | State University of Semarang | 3 |
| Mulyono Mulyono | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Wardono Wardono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Masrukan Masrukan | State University of Semarang | 2 |
| Endang Retno Winarti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Kartono Kartono | Universitas Airlangga | 2 |
| Muhammad Zuhair Zahid | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sugiman Sugiman | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Siti Kholisoh | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Megita Dwi Pamungkas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Isnarto Isnarto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Emi Pujiastuti | State University of Semarang | 1 |
| Sumliyah Sumliyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nyree Ani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hendri Handoko | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Li Wei Ming | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Endang Sugiharti | State University of Semarang | 1 |
| Fajar Eska Pradhana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Allief Nashrullah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Supriyono Supriyono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ardian Dwi Anggoro | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Supriyono Supriyono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Retno Dwi Astuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Joko Prasetyo | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Wuryanto Wuryanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Frestika Setiani Sya'baningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Julia Ulfah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Ulin Nuha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Putri Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Gina Puspita | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Supriyono Supriyono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adhitya Himawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Supriyono Supriyono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.