This study aims to analyze student errors in solving story problems based on Newman's stages and provide scaffolding to minimize errors made by students. The subjects in this study were 19 students of class VIII4 SMPN 1 Mollo Utara. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques using observation, tests and interviews. The data analysis technique is by the Miles and Huberman model where the validity of the data is tested by technical triangulation. The results showed that the errors made by students in solving story problems based on Newman's stages were misunderstandings, transformation errors, process skills errors and notation errors which were respectively 47,37%; 5,7%; 26,31% and 21,05% of students. A form of error that students did not make at all was a reading error. The scaffolding strategy applied by the teacher to the students to overcome these errors is the strategy of explaining and reviewing the types of errors in understanding, transformation and notation as well as the strategy of explaining, reviewing, and restructuring on the types of errors in process skills. Providing scaffolding in the form of teacher assistance that is explaining, reviewing and restructuring in response to student errors can encourage most students to no longer make mistakes while some students are still wrong when solving problems after being given scaffolding but the error rate is lower than before.
Bahasa Indonesia
Tujuan penelitian adalah menghasilkan kajian tentang kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sesuai tahapan Newman dan upaya mengurangi kesalahan tersebut dengan pemberian scaffolding. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII4 SMPN 1 Mollo Utara sebanyak 19 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, tes serta wawancara. Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan tahapan Newman adalah kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan notasi yang masing-masing dilakukan oleh 47,37%; 5,7%, 26,31% dan 21,05% siswa. Bentuk kesalahan yang sama sekali tidak dilakukan siswa adalah kesalahan membaca. Strategi scaffolding yang diterapkan guru kepada siswa untuk mengatasi kesalahan-kesalahan tersebut adalah strategi explaining dan reviewing pada jenis kesalahan memahami, transformasi dan notasi serta strategi explaining, reviewing, restructuring pada jenis kesalahan keterampilan proses. Pemberian scaffolding berupa bantuan guru yang bersifat menjelaskan, meninjau dan merestrukturisasi sebagai respon terhadap kesalahan siswa dapat mendorong sebagian besar siswa tidak lagi melakukan kesalahan sedangkan beberapa siswa masih keliru ketika menyelesaikan soal setelah diberikan scaffolding namun tingkat kesalahannya lebih rendah dari pada sebelumnya.
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.