Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Peningkatan Kualitas Karya Ilmiah Dosen melalui Pelatihan Menghindari Plagiasi

Journal of Community Empowerment · Vol. 2 No. 2 (2022) · pp. 81–88

DOI
10.15294/jce.v2i2.62084
ISSN
2798-5997, 2807-1115
Published
2022-08-31
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Abstrak. Fenomena kurangnya pemahaman dalam penulisan akademik dan referensi bagi dosen Bahasa Inggris adalah hal yang penting untuk dikaji. Selain itu, budaya penulisan dan publikasi karya ilmiah bagi dosen Bahasa Inggris juga perlu ditingkatkan, khususnya dalam publikasi jurnal internasional bereputasi. Meninjau fenomena tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat melakukan kegiatan peningkatan kualitas keterampilan menulis akademik bagi dosen melalui pelatihan menghindari plagiarisme. Workshop diikuti oleh 30 peserta dosen Bahasa Inggris dari UIN Salatiga dan universitas lain di wilayah Jawa Tengah yang membahas tentang mengidentifikasi unsur plagiarisme dalam karya ilmiah dan tata cara pengutipan berdasarkan APA edisi ke-7. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi/ceramah dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat menambah pengalaman para dosen dalam hal peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah. Selain itu, kegiatan ini membangun wawasan mereka tentang kesalahan umum dalam penulisan akademik sehingga dapat meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi. Lebih lanjut, trainer juga membagikan tips bagaimana mempublikasikan artikel penelitian agar diterima di jurnal terindeks Scopus. Hal ini tentunya menjadi pengetahuan baru bagi para peserta. Akhirnya, dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini terdapat beberapa hal utama yang harus dievaluasi terutama refleksi diri peserta, seperti (1) kurangnya pemahaman peserta dalam mengonstruksi rumusan masalah dalam tesis atau disertasi yang akan dikembangkan menjadi artikel penelitian; (2) kurangnya pengetahuan peserta dalam menerbitkan jurnal terindeks Scopus; dan (3) ketidaksadaran peserta dalam membuat kesalahan umum dalam penulisan akademik. Abstract. The phenomenon of the lack of understanding in academic writing and references for English lecturers is important to be investigated. Furthermore, the culture of writing and publishing scientific papers by English lecturers also needs to be increased, especially in the publication of reputable international journals. Reviewing this phenomenon, the Community Service team carried out activities to upgrade the quality of academic writing skills for lecturers through training to avoid plagiarism. The workshop was attended by 30 participants of English lecturers from UIN Salatiga and other universities in the Central Java area that discussed identifying elements of plagiarism in scientific papers and citation rules based on APA 7th edition. The methods used in this activity are socialization/lecture and discussion. The result showed that this activity can add experience to the lecturers in terms of improving their ability to write scientific papers. Moreover, this activity builds their insights about common mistakes in academic writing so they can minimize mistakes that might occur. In addition, the trainer also shared tips on how to publish research articles to be accepted in Scopus-indexed journals. This absolutely becomes new knowledge for the participants. Finally, from this Community Service activity, there are several main things to be evaluated especially the participants' self-reflection, such as (1) the lack of understanding of the participants in constructing a research problem in the thesis or dissertation to be developed in the research article; (2) the lack of knowledge of the participants in publishing Scopus indexed journals; and (3) the participants' unconsciousness in making common mistakes in academic writing.

Collaboration network of the authors

40 authors · 156 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Djoko SutopoAffiliation unknown15
Dwi RukminiAffiliation unknown11
Suwandi SuwandiAffiliation unknown10
Abdurrachman FaridiAffiliation unknown9
Mursid SalehAffiliation unknown7
Widhiyanto WidhiyantoAffiliation unknown7
Warsono WarsonoAffiliation unknown6
Rudi HartonoAffiliation unknown5
Issy YuliasriAffiliation unknown5
Zulfa SakhiyyaAffiliation unknown5
Rahayu Puji HaryantiAffiliation unknown4
SRI WAHYUNIAffiliation unknown4
Dwi Anggani Linggar BharatiAffiliation unknown3
Henrikus Joko YuliantoAffiliation unknown3
Dwi Anggani Linggar BharatiAffiliation unknown3
Hendi PratamaAffiliation unknown2
Putri AnggraeniAffiliation unknown2
Dwi Anggani Linggar BharatiAffiliation unknown2
Abdurrahman FaridiAffiliation unknown2
Henrikus Joko YuliantoAffiliation unknown2
Siti NurohmahAffiliation unknown1
Saeful BahriAffiliation unknown1
Dian Puspita AnggraeniAffiliation unknown1
Hanum BestariAffiliation unknown1
Katharina RustipaAffiliation unknown1
Anik HidayatiAffiliation unknown1
Wa Ode Zulhidjah AwalyahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Indah NurhidayahAffiliation unknown1
Lina ardiyantiAffiliation unknown1
Hermin Anggrianing TyasAffiliation unknown1
Lilis SulistiantiAffiliation unknown1
Fahmi Arif SangajiAffiliation unknown1
Atika PurwaningtyasAffiliation unknown1
Eka Putri Dea Ayu MaharaniAffiliation unknown1
Warsono -Affiliation unknown1
Dery Tria AgustinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/JCE/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 8 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Kualitas Karya Ilmiah Dosen melalui Pelatihan Menghindari Plagiasi</dc:title>
	<dc:creator>Fitriati, Sri Wuli</dc:creator>
	<dc:creator>Mujiyanto, Januarius</dc:creator>
	<dc:creator>Anjaniputra, Agung Ginanjar</dc:creator>
	<dc:creator>Adisti, Aprilian Ria</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Fenomena kurangnya pemahaman dalam penulisan akademik dan referensi bagi dosen Bahasa Inggris adalah hal yang penting untuk dikaji. Selain itu, budaya penulisan dan publikasi karya ilmiah bagi dosen Bahasa Inggris juga perlu ditingkatkan, khususnya dalam publikasi jurnal internasional bereputasi. Meninjau fenomena tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat melakukan kegiatan peningkatan kualitas keterampilan menulis akademik bagi dosen melalui pelatihan menghindari plagiarisme. Workshop diikuti oleh 30 peserta dosen Bahasa Inggris dari UIN Salatiga dan universitas lain di wilayah Jawa Tengah yang membahas tentang mengidentifikasi unsur plagiarisme dalam karya ilmiah dan tata cara pengutipan berdasarkan APA edisi ke-7. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi/ceramah dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat menambah pengalaman para dosen dalam hal peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah. Selain itu, kegiatan ini membangun wawasan mereka tentang kesalahan umum dalam penulisan akademik sehingga dapat meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi. Lebih lanjut, trainer juga membagikan tips bagaimana mempublikasikan artikel penelitian agar diterima di jurnal terindeks Scopus. Hal ini tentunya menjadi pengetahuan baru bagi para peserta. Akhirnya, dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini terdapat beberapa hal utama yang harus dievaluasi terutama refleksi diri peserta, seperti (1) kurangnya pemahaman peserta dalam mengonstruksi rumusan masalah dalam tesis atau disertasi yang akan dikembangkan menjadi artikel penelitian; (2) kurangnya pengetahuan peserta dalam menerbitkan jurnal terindeks Scopus; dan (3) ketidaksadaran peserta dalam membuat kesalahan umum dalam penulisan akademik.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Abstract. The phenomenon of the lack of understanding in academic writing and references for English lecturers is important to be investigated. Furthermore, the culture of writing and publishing scientific papers by English lecturers also needs to be increased, especially in the publication of reputable international journals. Reviewing this phenomenon, the Community Service team carried out activities to upgrade the quality of academic writing skills for lecturers through training to avoid plagiarism. The workshop was attended by 30 participants of English lecturers from UIN Salatiga and other universities in the Central Java area that discussed identifying elements of plagiarism in scientific papers and citation rules based on APA 7th edition. The methods used in this activity are socialization/lecture and discussion. The result showed that this activity can add experience to the lecturers in terms of improving their ability to write scientific papers. Moreover, this activity builds their insights about common mistakes in academic writing so they can minimize mistakes that might occur. In addition, the trainer also shared tips on how to publish research articles to be accepted in Scopus-indexed journals. This absolutely becomes new knowledge for the participants. Finally, from this Community Service activity, there are several main things to be evaluated especially the participants' self-reflection, such as (1) the lack of understanding of the participants in constructing a research problem in the thesis or dissertation to be developed in the research article; (2) the lack of knowledge of the participants in publishing Scopus indexed journals; and (3) the participants' unconsciousness in making common mistakes in academic writing.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/JCE/article/view/62084</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jce.v2i2.62084</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Community Empowerment; Vol 2 No 2 (2022): Journal of Community Empowerment; 81-88</dc:source>
	<dc:source>2798-5997</dc:source>
	<dc:source>2807-1115</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jce.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/JCE/article/view/62084/23382</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Journal of Community Empowerment</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ajpesh</dc:rights>
</oai_dc:dc>