Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter dalam Mempengaruhi Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Economics Development Analysis Journal · Vol. 5 No. 4 (2018) · pp. 460–473

DOI
10.15294/edaj.v5i4.22183
ISSN
2252-6560
Published
2018-03-14
Publisher
Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Language
eng

Abstract

Sejak dikeluarkannya UU Bank Indonesia yang baru tahun 1999, Bank Indonesia telah diberi amanah sebagai otoritas moneter ganda yang dapat menjalankan kebijakan moneter konvensional maupun syariah. Sejak saat itu perbankan dan keuangan syariah berkembang pesat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat alur transmisi kebijakan moneter dari sisi konvensional dan syariah dalam mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, yang kemudian membandingkan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan jalur konvensional memiliki alur sesuai dengan teori transmisi kebijakan moneter yang ada hingga mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan jalur syariah belum mempunyai alur yang sesuai dengan teori kebijakan moneter yang ada. Berdasarkan hasil VECM variabel syariah dapat menurunkan laju inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel konvensional dapat menurunkan laju inflasi akan tetapi menahan laju pertumbuhan ekonomi. Kemudian berdasarkan hasil FEVD jalur konvensional lebih berpengaruh dalam mengendalikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi dengan masing-masing kontribusi sebesar 50,5% dan 19,97%, sedangkan jalur syariah masing-masing sebesar 29,07%. dan 19,47%. Since New Banking Act in 1998, Indonesia has implemented a dual banking system, where conventional and Islamic banks can operate side by side throughout Indonesia. With the implementation of Bank of Indonesia’s Act in 1999, Bank of Indonesia has a dual mandate to conduct both conventional and Islamic monetary policies. Since then, the Islamic banking and finance has been growing rapidly. The aim of this study is to see how transmission channel of monetary policy from side of conventional and Sharia channel to Influence Inflation and Economic Growth compare them both. The results showed the conventional channel is worked according to the theory of transmission mechanism of monetary policy that affect the final target inflation and economic growth, whereas Sharia channel does not worked according to the monetary policy. Based on the results of VECM on Sharia channel variable can reduce the inflation and increase the economic growth at the same time, while the variable of conventional channel can reduce the inflation but also reduce the economic growth at the same time. Then based on the results of FEVD conventional channel is more effective in controlling the economic growth and the inflation with contribution of 50.5% and 19.97%. while the Islamic bank financing channel with contribution of 29.07% and 19.47%.

Collaboration network of the authors

36 authors · 75 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Padjadjaran University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
R Benny RiyantoAffiliation unknown5
Nurul FibriantiAffiliation unknown5
Ridwan ArifinAffiliation unknown4
Alamul Fikri Al FarouqAffiliation unknown1
Dante AlighiriState University of Semarang1
Widowati WidowatiAffiliation unknown1
Margareta RahayuningsihAffiliation unknown1
Suwarti SuwartiAffiliation unknown1
Dede IndraswaraAffiliation unknown1
Bintang Rafli AnantaAffiliation unknown1
Zainurohmah ZainurohmahAffiliation unknown1
Galih Niken Anggoto SulaksmiAffiliation unknown1
Purbayu Budi SantosaAffiliation unknown1
Deden Dinar IskandarAffiliation unknown1
Sani Noor RohmanAffiliation unknown1
Evi FatmawatiAffiliation unknown1
Nura Yuli FadhilahningrumAffiliation unknown1
Akhmad Anggi AsfaniAffiliation unknown1
Siti SholihahAffiliation unknown1
Puji RakhmawatiAffiliation unknown1
Darun DarunAffiliation unknown1
Nor MalisaAffiliation unknown1
Mia SekarviliaAffiliation unknown1
Nurjannah Rahayu KistantiAffiliation unknown1
Lusiana Puspita SariAffiliation unknown1
Eni Nur HidayatiAffiliation unknown1
Amandha Santi AlfhatihahAffiliation unknown1
Eva ErvaniPadjadjaran University1
Dini IndrawatiAffiliation unknown1
Amelia HayatiAffiliation unknown1
Siti FathonahAffiliation unknown1
Rosidah RosidahAffiliation unknown1
Octavianti ParamitaAffiliation unknown1
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter dalam Mempengaruhi Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Yudi Setiawan, Rifky</dc:creator>
	<dc:creator>Karsinah, Karsinah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sejak dikeluarkannya UU Bank Indonesia yang baru tahun 1999, Bank Indonesia telah diberi amanah sebagai otoritas moneter ganda yang dapat menjalankan kebijakan moneter konvensional maupun syariah. Sejak saat itu perbankan dan keuangan syariah berkembang pesat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat alur transmisi kebijakan moneter dari sisi konvensional dan syariah dalam mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, yang kemudian membandingkan keduanya. &amp;nbsp;Hasil penelitian menunjukkan jalur konvensional memiliki alur sesuai dengan teori transmisi kebijakan moneter yang ada hingga mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan jalur syariah belum mempunyai alur yang sesuai dengan teori kebijakan moneter yang ada. Berdasarkan hasil VECM variabel syariah dapat menurunkan laju inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel konvensional dapat menurunkan laju inflasi akan tetapi menahan laju pertumbuhan ekonomi. Kemudian berdasarkan hasil FEVD jalur konvensional lebih berpengaruh dalam mengendalikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi dengan masing-masing kontribusi sebesar 50,5% dan 19,97%, sedangkan jalur syariah masing-masing sebesar 29,07%. dan 19,47%.
Since New Banking Act in 1998, Indonesia has implemented a dual banking system, where conventional and Islamic banks can operate side by side throughout Indonesia. With the implementation of Bank of Indonesia’s Act in 1999, Bank of Indonesia has a dual mandate to conduct both conventional and Islamic monetary policies. Since then, the Islamic banking and finance has been growing rapidly. &amp;nbsp;The aim of this study is to see how transmission channel of monetary policy from side of conventional and Sharia channel to Influence Inflation and Economic Growth compare them both. The results showed the conventional channel is worked according to the theory of transmission mechanism of monetary policy that affect the final target inflation and economic growth, whereas Sharia channel does not worked according to the monetary policy. Based on the results of VECM on Sharia channel variable can reduce the inflation and increase the economic growth at the same time, while the variable of conventional channel can reduce the inflation but also reduce the economic growth at the same time. Then based on the results of FEVD conventional channel is more effective in controlling the economic growth and the inflation with contribution of 50.5%&amp;nbsp; and 19.97%. while the Islamic bank financing channel with contribution of 29.07% and 19.47%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/edaj/article/view/22183</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/edaj.v5i4.22183</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Economics Development Analysis Journal; Vol 5 No 4 (2016): Economics Development Analysis Journal; 460-473</dc:source>
	<dc:source>2252-6560</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/edaj/article/view/22183/10537</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Economics Development Analysis Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>