Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Pembuatan Indikator Asam dan Basa Alami dari Kulit Manggis (Garcinia mangostana)

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 13 No. 1 (2024)

DOI
10.15294/ijcs.v13i1.4006
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Published
2024-05-28
Publisher
Prodi Kimia
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat indikator alami dari kulit manggis. Pembuatan indikator alami dari kulit manggis digunakan sebagai pengganti indikator sintetik. Kandungan antosianin pada kulit manggis dapat digunakan sebagai indikator alami. Penggunaan indikator alami dari kulit manggis lebih hemat biaya, mudah didapat, dan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Metode penelitian ini meliputi: (1) Pembuatan indikator kulit manggis; (2) uji verifikasi antosianin; (3) Titrasi HCl dan NaOH menggunakan indikator kulit manggis. Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran limbah yang dihasilkan oleh praktikum. Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti ingin ikut serta mewujudkan UNNES menjadi universitas konservasi yaitu dengan menggunakan indikator asam basa alami dari kulit manggis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan indikator dari kulit manggis dilakukan dengan cara membuat ekstrak kulit manggis, uji pembuktian antosianin menunjukkan hasil positif, ekstrak kulit manggis dapat digunakan sebagai indikator alami pada titrasi asam basa, karena kandungan antosianin dalam kulit manggis berwarna kuning pada suasana asam (flavylium). Sedangkan apabila ditambah basa warna kuning semakin pudar karena terbentuk chalcone. PH pada Titik Akhir Titrasi jika menggunakan indikator alami kulit manggis berada pada rentang pH 6,35 hingga 6,40. Persentase kesalahan titrasi menggunakan indikator kulit manggis ialah 2,00%; 0,00%; dan 2,00%. Sedangkan persentase kesalahan titrasi menggunakan indikator PP adalah 11,11%; 30,34%; dan 2,78%. Persentase kesalahan titrasi menggunakan kulit manggis lebih kecil, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan indikator kulit manggis lebih baik dibandingkan dengan menggunakan indikator PP.

Collaboration network of the authors

40 authors · 167 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • University of Bremen
  • Universiti Teknologi MARA
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nanik WijayatiState University of Semarang6
Woro SumarniState University of Semarang5
Sri WardaniState University of Semarang4
Antonius Tri WidodoAffiliation unknown4
Endang SusilaningsihState University of Semarang4
Murbangun NuswowatiState University of Semarang3
Sri HaryaniAffiliation unknown3
Sri MursitiAffiliation unknown3
Kasmadi Imam SupardiState University of Semarang2
Sarwi SarwiAffiliation unknown2
HarjonoState University of Semarang2
Devy LestariAffiliation unknown2
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang2
Kasmui KasmuiState University of Semarang2
Harjono HarjonoAffiliation unknown2
Sudarmin SudarminAffiliation unknown2
Siti Herlina DewiState University of Semarang1
Muhammad Firdaus ImaduddinUniversity of Bremen1
Sri KadarwatiState University of Semarang1
Sharipah Ruzaina Syed ArisUniversiti Teknologi MARA1
R. N. AiniAffiliation unknown1
S. SaptoriniAffiliation unknown1
Endang SusiloningsihAffiliation unknown1
Nikmatun HasanahAffiliation unknown1
Ferida Noni Chr TefnaiAffiliation unknown1
Ani Saul HidayahAffiliation unknown1
Aditya MariantiAffiliation unknown1
Nur Dina AmalinaAffiliation unknown1
Faya Nuralda SitompulAffiliation unknown1
Shafira Septiana FutriAffiliation unknown1
Legendra Gantar NegaraAffiliation unknown1
Intan Kharyna SholehahAffiliation unknown1
Putri Dyah AstariAffiliation unknown1
Thomas Calvin -Affiliation unknown1
Fatimah KhoiriyahAffiliation unknown1
Felia Annisa PutriAffiliation unknown1
Afifa Ayu ZahronadaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/ijcs/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pembuatan Indikator Asam dan Basa Alami dari Kulit Manggis (Garcinia mangostana)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Asmorowati, Dian Sri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ida Iryani Kristanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sri Susilogati Sumarti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk membuat indikator alami dari kulit manggis. Pembuatan indikator alami dari kulit manggis digunakan sebagai pengganti indikator sintetik. Kandungan antosianin pada kulit manggis dapat digunakan sebagai indikator alami. Penggunaan indikator alami dari kulit manggis lebih hemat biaya, mudah didapat, dan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Metode penelitian ini meliputi: (1) Pembuatan indikator kulit manggis; (2) uji verifikasi antosianin; (3) Titrasi HCl dan NaOH menggunakan indikator kulit manggis. Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran limbah yang dihasilkan oleh praktikum. Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti ingin ikut serta mewujudkan UNNES menjadi universitas konservasi yaitu dengan menggunakan indikator asam basa alami dari kulit manggis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan indikator dari kulit manggis dilakukan dengan cara membuat ekstrak kulit manggis, uji pembuktian antosianin menunjukkan hasil positif, ekstrak kulit manggis dapat digunakan sebagai indikator alami pada titrasi asam basa, karena kandungan antosianin dalam kulit manggis berwarna kuning pada suasana asam (flavylium). Sedangkan apabila ditambah basa warna kuning semakin pudar karena terbentuk chalcone. PH pada Titik Akhir Titrasi jika menggunakan indikator alami kulit manggis berada pada rentang pH 6,35 hingga 6,40. Persentase kesalahan titrasi menggunakan indikator kulit manggis ialah 2,00%; 0,00%; dan 2,00%. Sedangkan persentase kesalahan titrasi menggunakan indikator PP adalah 11,11%; 30,34%; dan 2,78%. Persentase kesalahan titrasi menggunakan kulit manggis lebih kecil, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan indikator kulit manggis lebih baik dibandingkan dengan menggunakan indikator PP.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Prodi Kimia</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijcs/article/view/4006</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v13i1.4006</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol. 13 No. 1 (2024)</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijcs/article/view/4006/444</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Indonesian Journal of Chemical Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>