Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

PENGGUNAAN KHITOSAN SEBAGAI PENGGANTI FORMALIN UNTUK PENGAWETAN IKAN TERI

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 2 No. 1 (2013)

DOI
10.15294/ijcs.v2i1.1211
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Published
2013-05-01
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penelitian ini mempelajari penggunaan khitosan, NaCl dan formalin pada proses pengawetan ikan teri selama penyimpanan suhu kamar. Tujuannya adalah mengetahui konsentrasi khitosan, NaCl dan formalin yang baik untuk proses pengolahannya. Mengetahui jumlah khitosan dalam pengawetan ikan teri ditinjau dari kadar air, jumlah mikroba. Mengetahui waktu penyimpanan ikan teri hasil pengawetan dengan khitosan, NaCl dan formalin yang baik ditinjau dari kadar air, kandungan mikroba. Mengetahui perbedaan kandungan mikroba dan kadar air dari ikan teri hasil pengawetan dengan khitosan, NaCl dan formalin. Mengetahui kandungan kadar Pb dan kadar abu pada ikan teri. Metoda penelitian ini faktor pertama menggunakan perlakuan konsentrasi khitosan, NaCl, formalin dan faktor kedua adalah lama penyimpanan selama delapan minggu. Variabel yang diamati meliputi total bakteri/TPC, kadar air, kadar abu dan kadar Pb. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi khitosan, NaCl dan formalin berpengaruh terhadap variabel total bakteri. Sedangkan perlakuan lama penyimpanan menggunakan khitosan, NaCl dan formalin berpengaruh terhadap variabel kadar air dan total bakteri/TPC. Konsentrasi khitosan 0,5% merupakan konsentrasi yang baik untuk menurunkan total bakteri ikan teri kering. Jumlah kadar Pb dan kadar abu pada ikan teri kering yaitu kadar Pb (1,03-1,32) mg/kg dan kadar abu 0,98 %. b/b.

Collaboration network of the authors

40 authors · 194 co-authorship links · 15 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • University of Malaya
  • Universiti Teknologi MARA
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Eko Budi SusatyoAffiliation unknown16
Woro SumarniState University of Semarang7
Sri HaryaniAffiliation unknown7
Mohammad AlauhdinAffiliation unknown7
Kasmui KasmuiState University of Semarang6
Nuni WidiartiAffiliation unknown5
Ella KusumastutiAffiliation unknown5
Endang SusilaningsihState University of Semarang4
Sri WardaniAffiliation unknown4
Sri Susilogati SumartiState University of Semarang3
Jumaeri JumaeriAffiliation unknown3
Sudarmin SudarminAffiliation unknown3
Winarni PratjojoAffiliation unknown3
Sudarmin SudarminState University of Semarang2
Tjahyo SubrotoAffiliation unknown2
Nanik WijayatiState University of Semarang2
Harjito HarjitoAffiliation unknown2
SRI WAHYUNIAffiliation unknown2
Latifah LatifahAffiliation unknown2
Triastuti SulistyaningsihAffiliation unknown2
Sri MursitiAffiliation unknown2
Sri NurhayatiAffiliation unknown2
Kasmadi Imam SupardiState University of Semarang2
Dwi YuliantiState University of Semarang1
Yasmin AzzahraState University of Semarang1
Ratna Kumala DewiUniversitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung1
Fonny Dameaty HutagalungUniversity of Malaya1
Sri HaryaniState University of Semarang1
Hadariah BahronUniversiti Teknologi MARA1
SudarminState University of Semarang1
Mirza PahleviState University of Semarang1
Siti Herlina DewiState University of Semarang1
Rr. Sri Endang PujiastutiKementerian Kesehatan Republik Indonesia1
Widhi MahatmantiState University of Semarang1
Harjono HarjonoState University of Semarang1
Melly RihmahwatiState University of Semarang1
Putra Reinho Rosario SanamState University of Semarang1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN KHITOSAN SEBAGAI PENGGANTI FORMALIN UNTUK PENGAWETAN IKAN TERI</dc:title>
	<dc:creator>Iswadi, Didik</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarto, Wisnu</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetya, Agung Tri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini mempelajari penggunaan khitosan, NaCl dan formalin pada proses pengawetan ikan teri selama penyimpanan suhu kamar. Tujuannya adalah   mengetahui konsentrasi khitosan, NaCl dan formalin yang baik untuk proses pengolahannya. Mengetahui jumlah khitosan dalam pengawetan ikan teri ditinjau dari kadar air, jumlah mikroba. Mengetahui waktu penyimpanan ikan teri hasil pengawetan dengan khitosan, NaCl dan formalin yang baik ditinjau dari kadar air, kandungan mikroba. Mengetahui perbedaan kandungan mikroba dan kadar air dari ikan teri hasil pengawetan dengan khitosan, NaCl dan formalin. Mengetahui kandungan kadar Pb dan kadar abu pada ikan teri. Metoda penelitian ini faktor pertama menggunakan perlakuan konsentrasi khitosan, NaCl, formalin dan faktor kedua adalah lama penyimpanan selama delapan minggu. Variabel yang diamati meliputi total bakteri/TPC, kadar air, kadar abu dan kadar Pb. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi khitosan, NaCl dan formalin berpengaruh terhadap variabel total bakteri. Sedangkan perlakuan lama penyimpanan menggunakan khitosan, NaCl dan formalin berpengaruh terhadap variabel kadar air dan total bakteri/TPC. Konsentrasi khitosan 0,5% merupakan konsentrasi yang baik untuk menurunkan total bakteri ikan teri kering. Jumlah kadar Pb dan kadar abu pada ikan teri kering yaitu kadar Pb (1,03-1,32) mg/kg dan kadar abu 0,98 %. b/b.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2013-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/1211</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v2i1.1211</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol 2 No 1 (2013)</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijcs.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/1211/1163</dc:relation>
</oai_dc:dc>