Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN BIOREDUKTOR DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN IRRADIASI MICROWAVE

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 5 No. 3 (2017) · pp. 195–201

DOI
10.15294/ijcs.v5i3.9379
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Published
2017-04-06
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penggunaan microwave dalam sintesis nanopartikel perak telah banyak dilakukan, reduksi partikel perak dapat dilakukan secara cepat dengan menggunakan irradiasi microwave. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi bioreduktor dan waktu sintesis nanopartikel perak yang optimum dengan bantuan iradiasi microwave. Daun jambu biji mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai bioreduktor. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji yang dipreparasi dengan metode maserasi dan soxhletasi dapat digunakan sebagai bioreduktor dalam sintesis nanopartikel perak. Hasil pengukuran Spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa kondisi optimum adalah saat sintesis nanopartikel perak menggunakan bioreduktor A 5%, B 3%, C dan D 1%. Waktu sintesis yang optimum dari penggunaan bioreduktor A dan C adalah 90 detik, sedangkan bioreduktor B antara 60 – 90 detik dan D adalah 120 detik. Karakterisasi TEM menunjukkan bahwa nanopartikel perak mempunyai struktur Face Centered Cubic (FCC) dengan ukuran terkecil mencapai 6,41 nm dan rata-rata ukuran 21,04 nm. Nanopartikel perak hasil sintesis menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Daya hambat nanopartikel perak terhadap bakteri S. aureus cenderung lebih kuat dibandingkan daya hambat terhadap bakteri E. coli.

Collaboration network of the authors

40 authors · 203 co-authorship links · 7 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Kanazawa University
  • Universiti Teknologi MARA
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sri MursitiAffiliation unknown10
Sri HaryaniAffiliation unknown9
Endang SusilaningsihState University of Semarang8
Sri Susilogati SumartiState University of Semarang8
Edy CahyonoState University of Semarang7
Murbangun NuswowatiState University of Semarang7
Supartono SupartonoAffiliation unknown7
Sudarmin SudarminAffiliation unknown6
Sri NurhayatiAffiliation unknown5
Sri WardaniState University of Semarang5
Kasmui KasmuiState University of Semarang5
Sigit PriatmokoState University of Semarang4
Cepi KurniawanState University of Semarang4
Jumaeri JumaeriAffiliation unknown4
Woro SumarniState University of Semarang3
Samuel Budi Wardana KusumaAffiliation unknown3
Agung Tri PrasetyaAffiliation unknown2
F. ‪Widhi MahatmantiAffiliation unknown2
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang2
Melinda Dwi LestariAffiliation unknown2
Nur Kusuma DewiAffiliation unknown2
M. Agus PrayitnoAffiliation unknown2
Samuel Budi Wardhana KusumaKanazawa University2
M. DhiyaulkhaqState University of Semarang1
D. NasekhahAffiliation unknown1
M. H. IsmailUniversiti Teknologi MARA1
Muhammad Asnawi SabilAffiliation unknown1
Heri YantoAffiliation unknown1
Suwito Eko PramonoAffiliation unknown1
Siti Herlina DewiState University of Semarang1
Eko Budi SusatyaAffiliation unknown1
Norma EralitaAffiliation unknown1
Rr. S.E PujiastutiAffiliation unknown1
Yosephine Debbie DamayantiAffiliation unknown1
Rizka Indriani SetyaningrumAffiliation unknown1
Melly RihmahwatiAffiliation unknown1
Sri Susilogati SumartiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN BIOREDUKTOR DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN IRRADIASI MICROWAVE</dc:title>
	<dc:creator>Arifin, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Harjono, Harjono</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayati, Nanik</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan microwave dalam sintesis nanopartikel perak telah banyak dilakukan, reduksi partikel perak dapat dilakukan secara cepat dengan menggunakan irradiasi microwave. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi bioreduktor dan waktu sintesis nanopartikel perak yang optimum dengan bantuan iradiasi microwave. Daun jambu biji mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai bioreduktor. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji yang dipreparasi dengan metode maserasi dan soxhletasi dapat digunakan sebagai bioreduktor dalam sintesis nanopartikel perak. Hasil pengukuran Spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa kondisi optimum adalah saat sintesis nanopartikel perak menggunakan bioreduktor A 5%, B 3%, C dan D 1%. Waktu sintesis yang optimum dari penggunaan bioreduktor A dan C adalah 90 detik, sedangkan bioreduktor B antara 60 – 90 detik dan D adalah 120 detik. Karakterisasi TEM menunjukkan bahwa nanopartikel perak mempunyai struktur Face Centered Cubic (FCC) dengan ukuran terkecil mencapai 6,41 nm dan rata-rata ukuran 21,04 nm. Nanopartikel perak hasil sintesis menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Daya hambat nanopartikel perak terhadap bakteri S. aureus cenderung lebih kuat dibandingkan daya hambat terhadap bakteri E. coli.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-04-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/9379</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v5i3.9379</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol 5 No 3 (2016); 195-201</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijcs.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/9379/7605</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Indonesian Journal of Chemical Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>