Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Nanogel Synthesis Of Chitosan-Alginate-Siam Orange (Citrus nobilis Lour) Extract and Its Antibacterial Activity

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 12 No. 1 (2023) · pp. 58–69

DOI
10.15294/ijcs.v12i1.66164
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Published
2023-05-30
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Indonesia merupakan salah satu penghasil buah jeruk yang meningkat setiap tahun. Buah jeruk menghasilkan 44% kulit sebagai limbah setelah dimanfaatkan buahnya. Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat nanogel ekstrak kulit jeruk yang dimodifikasi dengan kitosan-alginat (rasio massa kitosan/alginat adalah 2:1; 2,5:1, 3:1). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio massa kitosan-alginat terhadap nanogel ekstrak kulit jeruk siam. Karakteristik nanogel khususnya ukurannya, zeta potensialnya, serta aktivitasnya sebagai antibakteri S. aureus dipelajari. Proses ekstraksi kulit jeruk siam dilakukan menggunakan metode distilasi uap. Hasil uji GC-MS menunjukkan limonen menjadi senyawa utama yang dihasilkan (95,48%), dengan rendemen minyak 0,68%. Analisa ukuran nanogel dikonfirmasi dengan PSA dan mendapatkan hasil sesuai urutan rasio massa kitosan/alginat secara berurutan sebesar 601,3 nm; 242,8 nm; 1967,1 nm. Zeta potensial diambil dari nanogel yang ukurannya paling kecil (242,8 nm) dengan hasil -6,6 mV. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas penghambatan pada sampel minyak atsiri kulit jeruk siam dengan terbentuknya zona hambat di sekitar sampel pengujian dengan rentang diameter berada antara 18 mm–20 mm (dalam kategori kuat), sedangkan hasil pengujian pada ketiga sampel nanogel tidak terbentuk zona hambat yang menandakan bahwa sampel tersebut dalam kategori lemah/tidak memiliki aktivitas sebagai antibakteri.

Collaboration network of the authors

40 authors · 109 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • Gunadarma University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Syukri SadimantaraUniversitas Halu Oleo11
SRI REJEKIUniversitas Halu Oleo10
RH Fitri FaradillaAffiliation unknown10
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo8
Andi KhaeruniUniversitas Halu Oleo7
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo6
Asnani AsnaniAffiliation unknown5
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo4
Sigit PriatmokoState University of Semarang4
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo3
Rudi HartonoAffiliation unknown3
Subiyanto Hadi SaputroAffiliation unknown3
Nur AsyikUniversitas Halu Oleo2
Sarinah SarinahAffiliation unknown2
Zulfa SakhiyyaAffiliation unknown2
Januarius MujiyantoAffiliation unknown2
Rahayu Puji HaryantiAffiliation unknown2
Yuni Dwi SusantiAffiliation unknown2
Abdurrachman FaridiAffiliation unknown2
Sri KadarwatiState University of Semarang2
F. ‪Widhi MahatmantiAffiliation unknown2
Harjito HarjitoAffiliation unknown2
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang2
Jumaeri JumaeriAffiliation unknown2
Nurul HidayatiAffiliation unknown1
Rudi TriyonoAffiliation unknown1
Rindi Anti Nur FadhilahAffiliation unknown1
LIANTO -Affiliation unknown1
Fitrianingsih FitrianingsihGunadarma University1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Nabila UkhtyAffiliation unknown1
Akbardiansyah AkbardiansyahAffiliation unknown1
Taslim TaslimAffiliation unknown1
Nurdin SalamaAffiliation unknown1
Teguh Setiandika IgiasiAffiliation unknown1
Safrika SafrikaAffiliation unknown1
Bagio BagioAffiliation unknown1
Rezqi MaliaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nanogel Synthesis Of Chitosan-Alginate-Siam Orange (Citrus nobilis Lour) Extract and Its Antibacterial Activity</dc:title>
	<dc:creator>Pradita, Eva Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia merupakan salah satu penghasil buah jeruk yang meningkat setiap tahun. Buah jeruk menghasilkan 44% kulit sebagai limbah setelah dimanfaatkan buahnya. Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat nanogel ekstrak kulit jeruk yang dimodifikasi dengan kitosan-alginat (rasio massa kitosan/alginat adalah 2:1; 2,5:1, 3:1). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio massa kitosan-alginat terhadap nanogel ekstrak kulit jeruk siam. Karakteristik nanogel khususnya ukurannya, zeta potensialnya, serta aktivitasnya sebagai antibakteri S. aureus dipelajari. Proses ekstraksi kulit jeruk siam dilakukan menggunakan metode distilasi uap. Hasil uji GC-MS menunjukkan limonen menjadi senyawa utama yang dihasilkan (95,48%), dengan rendemen minyak 0,68%. Analisa ukuran nanogel dikonfirmasi dengan PSA dan mendapatkan hasil sesuai urutan rasio massa kitosan/alginat secara berurutan sebesar 601,3 nm; 242,8 nm; 1967,1 nm. Zeta potensial diambil dari nanogel yang ukurannya paling kecil (242,8 nm) dengan hasil -6,6 mV. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas penghambatan pada sampel minyak atsiri kulit jeruk siam dengan terbentuknya zona hambat di sekitar sampel pengujian dengan rentang diameter berada antara 18 mm–20 mm (dalam kategori kuat), sedangkan hasil pengujian pada ketiga sampel nanogel tidak terbentuk zona hambat yang menandakan bahwa sampel tersebut dalam kategori lemah/tidak memiliki aktivitas sebagai antibakteri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/66164</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v12i1.66164</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol 12 No 1 (2023); 58-69</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijcs.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/66164/24500</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Indonesian Journal of Chemical Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>