Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perbandingan Analisis Klaster K-Means dan Average Linkage untuk Pengklasteran Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah

PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika · Vol. 4 (2021) · hlm. 584–594

ISSN
2613-9189
Terbit
2021-02-25
Penerbit
Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Bahasa
eng

Abstrak

Kemiskinan mendefinisikan suatu kondisi dimana ketidakmampuan untuk memenuhi kelangsungan hidup minimum. Kemiskinan merupakan persoalan multi dimensi, dan merupakan suatu persoalan yang dihadapi di banyak negara berkembang. Di Indonesia pada tiap daerahnya memiliki data kemiskinan yang berbeda, salah satunya adalah Jawa Tengah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan presentase kemiskinan di Jawa Tengah sebesar 10,8% dari jumlah penduduk. Pada penelitian ini digunakan beberapa variabel diantaranya garis kemiskinan, jumlah penduduk miskin, jumlah keluarga pra sejahtera dan pengeluaran perkapita. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengklasteran kemiskinan di Jawa Tengah dengan metode K-Means dan Average Linkage. Evaluasi metode dilakukan dengan membandingkan nilai Silhouette Coefficient masing-masing metode. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah klaster terbaik yang dihasilkan adalah sebanyak 2 klaster, dengan nilai Silhouette Coefficient yang diperoleh menggunakan metode Average Linkage adalah 0,35, sedangkan dengan metode K-Means adalah sebesar 0,2. Dengan demikian, model terbaik yang diperoleh untuk pengklasteran kemiskinan di Jawa Tengah adalah dengan metode Average Linkage dengan nilai Silhouette Coefficient yang lebih tinggi dibandingkan metode K-Means yaitu 0,35.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 69 tautan kepenulisan bersama · 2 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Airlangga
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Dedy KurniantoAfiliasi tidak diketahui4
Zaenuri ZaenuriState University of Semarang3
Fajar Sodik PamungkasAfiliasi tidak diketahui3
St. Budi WaluyaAfiliasi tidak diketahui2
Jannatun Khustia LubisAfiliasi tidak diketahui2
Alif Aulia RahmanAfiliasi tidak diketahui2
Mohammad AsikinAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad AshimAfiliasi tidak diketahui2
Nur HasanahUniversitas Halu Oleo2
Rohimatul AzizahAfiliasi tidak diketahui2
Bayu Dwi PrasetyaAfiliasi tidak diketahui2
MulyonoAfiliasi tidak diketahui1
Noviana Dini RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Alfina AkmalinaAfiliasi tidak diketahui1
Elya Gita AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Mira Dwi UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Nike Yustina OktavianiAfiliasi tidak diketahui1
Luthfiyah AstutiningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Riska Nur FitrianingsihAfiliasi tidak diketahui1
Annisa IkrimahAfiliasi tidak diketahui1
Supriyono SupriyonoAfiliasi tidak diketahui1
Mohammad Jefrie Ilham AkbarAfiliasi tidak diketahui1
Faris Febri RahantoAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Nurul MuttaqinAfiliasi tidak diketahui1
Iwan JunaediState University of Semarang1
Sanianajiba Nugroho PutriAfiliasi tidak diketahui1
Hendrik SutrisnoAfiliasi tidak diketahui1
Yeni NurochmahAfiliasi tidak diketahui1
WardonoAfiliasi tidak diketahui1
MunaAfiliasi tidak diketahui1
Tri Sri Noor AsihAfiliasi tidak diketahui1
Rizki Ahid NurhasanahAfiliasi tidak diketahui1
Petronela Ivoni SusantyAfiliasi tidak diketahui1
Kartono KartonoUniversitas Airlangga1
Luluk Ulfa ChasaniAfiliasi tidak diketahui1
Tri Sri Noor AsihAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Analisis Klaster K-Means dan Average Linkage untuk Pengklasteran Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Widyadhan, Dahayu</dc:creator>
	<dc:creator>Hastuti, Rina Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Kharisudin, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzi, Fatkhurokhman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kemiskinan mendefinisikan suatu kondisi dimana ketidakmampuan untuk memenuhi kelangsungan hidup minimum. Kemiskinan merupakan persoalan multi dimensi, dan merupakan suatu persoalan yang dihadapi di banyak negara berkembang. Di Indonesia pada tiap daerahnya memiliki data kemiskinan yang berbeda, salah satunya adalah Jawa Tengah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan presentase kemiskinan di Jawa Tengah sebesar 10,8% dari jumlah penduduk. Pada penelitian ini digunakan beberapa variabel diantaranya garis kemiskinan, jumlah penduduk miskin, jumlah keluarga pra sejahtera dan pengeluaran perkapita. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengklasteran kemiskinan di Jawa Tengah dengan metode K-Means dan Average Linkage. Evaluasi metode dilakukan dengan membandingkan nilai Silhouette Coefficient masing-masing metode. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah klaster terbaik yang dihasilkan adalah sebanyak 2 klaster, dengan nilai Silhouette Coefficient yang diperoleh menggunakan metode Average Linkage adalah 0,35, sedangkan dengan metode K-Means adalah sebesar 0,2. Dengan demikian, model terbaik yang diperoleh untuk pengklasteran kemiskinan di Jawa Tengah adalah dengan metode Average Linkage dengan nilai Silhouette Coefficient yang lebih tinggi dibandingkan metode K-Means yaitu 0,35.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Matematika FMIPA UNNES</dc:publisher>
	<dc:date>2021-02-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/45032</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; 584-594</dc:source>
	<dc:source>2613-9189</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/45032/18558</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>