Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Sintesis dan Karakterisasi TiO2(nanorod)-SiO2 dan Aplikasinya Dalam Cat Akrilik

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 7 No. 1 (2018) · pp. 56–63

DOI
10.15294/ijcs.v7i1.19221
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Published
2018-05-30
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis TiO2 nanorod termodifikasi silika (TiO2-SiO2) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi terhadap karakteristik komposit TiO2-SiO2 dan mengetahui pengaruh variasi massa komposit terhadap uji sudut kontak pada cat akrilik. Nanokomposit TiO2-SiO2 disintesis dengan menggunakan prekursor sol TiO2 dan sol SiO2. Sebelumnya sol TiO2 disintesis secara solvotermal dan SiO2 disintesis secara sol-gel. titanium (IV) isopropoksida digunakan sebagai prekursor TiO2 nanorod, dan tetraetilorthosilikat sebagai prekursor SiO2. Material nano diaplikasikan sebagai bahan tambahan dalam cat akrilik untuk memberikan sifat swa-bersih pada cat. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui struktur ikatan, XRD untuk mengetahui ukuran dan struktur kristal, TEM untuk mengetahui morfologi, dan SAA untuk mengetahui luas permukaan dan ukuran pori. Hasil karakterisasi FTIR menunjukan adanya ikatan Si-O-Si, Si-OH, Si-O-Ti dan vibrasi ulur Ti-O pada bilangan gelombang 1095,57cm-1, 3425,58 cm-1, 948,98 cm-1, dan 678,94 cm-1. Hasil XRD menunjukkan bahwa sifat padatan adalah kristalin dengan fasa anatase. Hasil TEM menunjukkan bahwa struktur rods pada TiO2 sudah mulai terbentuk. Luas permukaan yang dihasilkan dari karakterisasi SAA secara berturut-turut pada suhu 250, 350, dan 450 oC yaitu 60,898; 40,548; dan 52,097 m2/g. Hasil pengukuran sudut kontak terbesar dan menunjukkan hasil paling baik pada komposit suhu kalsinasi 450oC dengan variasi massa 5% dari massa cat akrilik

Collaboration network of the authors

40 authors · 160 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Syukri SadimantaraUniversitas Halu Oleo11
SRI REJEKIUniversitas Halu Oleo10
RH Fitri FaradillaAffiliation unknown10
Ansharullah AnsharullahUniversitas Halu Oleo8
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang8
Andi KhaeruniUniversitas Halu Oleo7
Hermanto HermantoUniversitas Halu Oleo6
Endang SusilaningsihState University of Semarang6
Asnani AsnaniAffiliation unknown5
Sigit PriatmokoState University of Semarang5
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo4
Sri HaryaniAffiliation unknown4
Harjono HarjonoAffiliation unknown4
Kasmadi Imam SupardiState University of Semarang4
Tamrin TamrinUniversitas Halu Oleo3
Sudarmin SudarminAffiliation unknown3
Rudi HartonoAffiliation unknown3
Subiyanto Hadi SaputroAffiliation unknown3
Subiyanto HadisaputroAffiliation unknown3
Zuraidah ZuraidahAffiliation unknown3
Harjito HarjitoAffiliation unknown3
Nanik WijayatiState University of Semarang2
Nur AsyikUniversitas Halu Oleo2
Sarinah SarinahAffiliation unknown2
Zulfa SakhiyyaAffiliation unknown2
Sri Susilogati SumartiState University of Semarang2
Nuni WidiartiState University of Semarang2
Januarius MujiyantoAffiliation unknown2
Rahayu Puji HaryantiAffiliation unknown2
Yuni Dwi SusantiAffiliation unknown2
Abdurrachman FaridiAffiliation unknown2
Sri KadarwatiState University of Semarang2
F. ‪Widhi MahatmantiAffiliation unknown2
Siti Herlina DewiState University of Semarang2
Safrika SafrikaAffiliation unknown1
Bagio BagioAffiliation unknown1
Rezqi MaliaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sintesis dan Karakterisasi TiO2(nanorod)-SiO2 dan Aplikasinya Dalam Cat Akrilik</dc:title>
	<dc:creator>Sulistyono, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Kasmui, Kasmui</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan penelitian tentang sintesis TiO2 nanorod termodifikasi silika (TiO2-SiO2) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi terhadap karakteristik komposit TiO2-SiO2 dan mengetahui pengaruh&amp;nbsp; variasi massa komposit terhadap uji sudut kontak pada cat akrilik. Nanokomposit TiO2-SiO2 disintesis dengan menggunakan prekursor sol TiO2 dan sol SiO2. Sebelumnya sol TiO2 disintesis secara solvotermal dan SiO2 disintesis secara sol-gel. titanium (IV) isopropoksida digunakan sebagai prekursor TiO2 nanorod, dan tetraetilorthosilikat sebagai prekursor SiO2. Material nano diaplikasikan sebagai bahan tambahan dalam cat akrilik untuk memberikan sifat swa-bersih pada cat. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui struktur ikatan, XRD untuk mengetahui ukuran dan struktur kristal, TEM untuk mengetahui morfologi, dan SAA untuk mengetahui luas permukaan dan ukuran pori. Hasil karakterisasi FTIR menunjukan adanya ikatan Si-O-Si, Si-OH, Si-O-Ti dan vibrasi ulur Ti-O pada bilangan gelombang 1095,57cm-1, 3425,58 cm-1, 948,98 cm-1, dan 678,94 cm-1. Hasil XRD menunjukkan bahwa sifat padatan adalah kristalin dengan fasa anatase. Hasil TEM menunjukkan bahwa struktur rods pada TiO2 sudah mulai terbentuk. Luas permukaan yang dihasilkan dari karakterisasi SAA secara berturut-turut pada suhu 250, 350, dan 450 oC yaitu 60,898; 40,548; dan 52,097 m2/g. Hasil pengukuran sudut kontak terbesar dan menunjukkan hasil paling baik pada komposit suhu kalsinasi 450oC&amp;nbsp; dengan variasi massa 5% dari massa cat akrilik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/19221</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v7i1.19221</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol 7 No 1 (2018); 56-63</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijcs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/19221/10926</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Indonesian Journal of Chemical Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>