Jurnal
Immobilization of Bacillus subtilis on Fly Ash-Based Geopolymers with Biochar as a Self Healing Material
Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 13 No. 3 (2024)
- ISSN
- 2502-6844, 2252-6951
- Terbit
- 2024-11-25
- Penerbit
- Prodi Kimia
- Bahasa
- eng
Abstrak
Geopolimer merupakan material konstruksi yang ramah lingkungan namun tidak luput dari kerusakan berupa retak. Salah satu upaya untuk memperbaiki dan menutup microcrack pada geopolimer yaitu self healing geopolimer, dengan cara menambahkan healing agent ke dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambahan bakteri Bacillus subtilis sebagai healing agent terhadap kualitas geopolimer. Sintesis geopolimer dilakukan dengan mencampurkan larutan alkali dan fly ash, selanjutnya Bacillus subtilis dan kalsium laktat dimasukkan dalam biochar dengan variasi tingkat pengenceran bakteri 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6 dan ditambahkan ke dalam pasta geopolimer. Kualitas geopolimer yang dihasilkan dianalisis dengan uji UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) dan uji kuat tekan. Analisis kualitatif dilakukan pada geopolimer terbaik yaitu analisis gugus fungsi dengan FT-IR, fasa mineral dengan XRD, dan morfologi permukaan dengan SEM-EDX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan healing agent memberikan peningkatan hasil UPV dan nilai kuat tekan. Geopolimer yang memiliki kualias terbaik dalam penelitian ini yaitu geopolimer dengan penambahan bakteri Bacillus subtilis pada pengenceran 10-1 (G-1) dengan nilai kuat tekan sebesar 20,6664 MPa. Hasil analisis gugus fungsi pada sampel geopolimer dengan dan tanpa penambahan healing agent tidak menghasilkan perubahan yang signifikan. Hasil analisis fasa mineral menunjukkan fasa amorf geopolimer. Hasil morfologi menunjukkan terbentuknya matriks geopolimer yang homogen. kata kunci: fly ash, self healing geopolimer, Bacillus subtilis Geopolymer is an environmentally friendly construction material but is not immune to damage in the form of cracks. One effort to repair and close microcracks in geopolymer is self-healing geopolymer, by adding healing agents to it. This research aims to determine the impact of adding Bacillus subtilis bacteria as a healing agent on the quality of geopolymer. Geopolymer synthesis was carried out by mixing alkaline solution and fly ash, then Bacillus subtilis and calcium lactate were added to biochar with varying levels of bacterial dilution 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6 and added into geopolymer paste. The quality of the resulting geopolymer was analyzed using the UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) test and compressive strength test. Qualitative analysis was carried out on the best geopolymers, namely functional group analysis using FT-IR, mineral phases using XRD, and surface morphology using SEM-EDX. The research results show that the addition of healing agents provides an increase in UPV results and compressive strength values. The geopolymer that has the best quality in this research is geopolymer with the addition of Bacillus subtilis bacteria at a dilution of 10-1 (G-1) with a compressive strength value of 20.6664 MPa. The results of functional group analysis on geopolymer samples with and without the addition of healing agents did not produce significant changes. The results of mineral phase analysis show an amorphous phase of geopolymer. Morphology results show the formation of a homogeneous geopolymer matrix. keyword: fly ash, self healing geopolymer, Bacillus subtilis
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 128 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Jenderal Soedirman University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Jumaeri Jumaeri | Afiliasi tidak diketahui | 9 |
| F. Widhi Mahatmanti | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Agung Tri Prasetya | State University of Semarang | 6 |
| Endang Susilaningsih | State University of Semarang | 3 |
| Winarni Pratjojo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Latifah Latifah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Widi Astuti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nuril Huda | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| SRI WAHYUNI | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nanik Wijayati | State University of Semarang | 2 |
| Puji Lestari | Jenderal Soedirman University | 2 |
| Nuni Widiarti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Siti Herlina Dewi | State University of Semarang | 1 |
| Mohammad Haris Baihaqi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fika Maulydha Hardiyanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eka Siti Rinjani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Masrukan Masrukan | State University of Semarang | 1 |
| Ani Rusilowati | State University of Semarang | 1 |
| Heru Setyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Sri NoorAsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| R Susanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Woro Sumarni | State University of Semarang | 1 |
| Fatimah Khoirunisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sri Susilogati Sumarti | State University of Semarang | 1 |
| Inca Pritonasya Milaningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agustina Dwi Rahmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rika Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nelly Rahmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sri Mantini Rahayu Sedyawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Kholipuk | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Puspitarini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arum Septiosari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ulil Albab Chandra Trapsila | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Farida Nur Aziza | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Moh. Syukur | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Selli Renata Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Syaiful Anwar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.