Jurnal
Pengembangan Model Pembelajaran IPA Terintegrasi Etnosains untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif
Journal of Innovative Science Education · Vol. 6 No. 1 (2017) · hlm. 116–128
- ISSN
- 2502-4523, 2252-6412
- Terbit
- 2017-08-26
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik model pembelajaran IPA terintegrasi etnosains yang dikembangkan, (2) kelayakan model pembelajaran IPA terintegrasi etnosains dan (3) keefektifan penerapan model pembelajaran IPA terintegrasi etnosains dalam peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan Four-D Model. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis data deskriptif terkait kevalidan model pembelajaran, sedangkan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran digunakan uji banding dua sampel T-test dan uji N gain. Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran IPA terintegrasi etnosains yang terdiri atas delapan komponen yaitu tujuan, sintaks, fondasi, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional dan pengiring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan valid dan layak digunakan. Keefektifan penerapan model pembelajaran terlihat dari jumlah siswa yang mencapai nilai ketuntasan lebih dari 70%. Uji banding dua sampel T-test menunjukkan kelas eksperimen memperoleh rataan hasil belajar lebih baik dari pada kelas kontrol. Berdasarkan analisis N gain, persentase siswa di kelas eksperimen yang memperoleh kategori “tinggi†lebih banyak dari pada persentase siswa di kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran IPA terintegrasi etnosains layak digunakan pada proses pembelajaran, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa. This study aims to determine (1) the characteristics of science learning model etnosains integrated was developed, (2) the feasibility of science learning model etnosains integrated and (3) the effectiveness of the implementation of science learning model etnosains integrated on the improvement learning result and student creative thinking ability. In this research Four-D Model developmental design was used. The data analysis techniques used was descriptive data analysis related to the validity of the learning model, whereas independent T-test and N gain was used to determine the effectiveness of the learning model. The results of this research were science learning model etnosains integrated consists of eight components: purpose, syntaxs, foundations, social systems, principles of reaction, support systems, instructional and nurturant effects. Validation showed that science learning model etnosains integrated is valid and suitable as learning model. The effectiveness of this learning model was seen from more than 70% of students who passed mastery learning. Independent T-test showed the learning outcomes average of experiment class better than the control class. N gain analysis showed that the high level of category was higher in experimental than those in control class. It can be concluded that the science learning model etnosains integrated is effective in applying in the learning process, and can increase student’s learning result and creative thinking ability.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 227 tautan kepenulisan bersama · 21 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
- National Research and Innovation Agency
- Universitas Airlangga
- Diponegoro University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Bambang Subali | Afiliasi tidak diketahui | 10 |
| Putut Marwoto | State University of Semarang | 9 |
| Wiyanto Wiyanto | State University of Semarang | 8 |
| Arif Widiyatmoko | State University of Semarang | 7 |
| Sigit Saptono | State University of Semarang | 6 |
| Hartono Hartono | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Budi Astuti | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Supriyadi Supriyadi | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Sarwi Sarwi | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Wiwi Isnaeni | State University of Semarang | 5 |
| Sulhadi Sulhadi | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Sugianto Sugianto | Universitas Nahdlatul Ulama Blitar | 4 |
| Ellianawati Ellianawati | State University of Semarang | 4 |
| . Supriyadi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Hadi Susanto | National Research and Innovation Agency | 4 |
| Khumaedi Khumaedi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Isa Akhlis | State University of Semarang | 4 |
| Saiful Ridlo | State University of Semarang | 3 |
| Kartono Kartono | Universitas Airlangga | 3 |
| Wardono Wardono | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Teguh Darsono | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Sunyoto Eko Nugroho | State University of Semarang | 3 |
| Lisdiana Lisdiana | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Nathan Hindarto | State University of Semarang | 3 |
| Mahardika Prasetya Aji | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Sudarmin Sudarmin | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| . Hartono | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Novi Ratna Dewi | State University of Semarang | 3 |
| Enni Suwarsi Rahayu | State University of Semarang | 2 |
| Khumaedi | State University of Semarang | 2 |
| Roudloh Muna Lia | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Khumaedi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Suraji Suraji | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Endang Susilaningsih | State University of Semarang | 2 |
| R. Susanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sugiyanto Sugiyanto | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sutikno Sutikno | Diponegoro University | 2 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.