Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kemampuan Literasi Matematika dan Kemandirian Belajar Siswa Pada Model Pembelajaran Rme Berbantuan Geogebra

PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika · Vol. 1 (2018) · pp. 559–567

ISSN
2613-9189
Published
2018-02-01
Publisher
Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Language
eng

Abstract

Pembelajaran matematika membantu siswa untuk membangun konsep matematika dengan kemampuannya sendiri. Pemahaman konsep inilah yang menjadi dasar dalam memecahkan masalah. Dalam proses memecahkan masalah ini, seseorang yang memiliki literasi matematika akan menyadari atau memahami konsep matematika mana yang relevan dengan masalah yang dihadapinya. Dari kesadaran ini kemudian berkembang pada bagaimana merumuskan masalah tersebut kedalam bentuk matematisnya untuk kemudian di selesaikan. Kemampuan literasi ini tidak hanya terbatas pada kemampuan menggunakan aspek berhitung dalam matematika saja, tetapi juga melibatkan pengetahuan yang lebih luas yaitu mencakup quantity, uncertainty, change and ralationships, dan shape and sapce. Geometri merupakan salah satu cabang matematika yang memerlukan pengetahuan tersebut. Upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika peserta didik antara lain dengan menerapkan pembelajaran dengan model realistic mathematic education (RME). GeoGebra ditambahkan dalam model pembelajaran RME untuk menarik minat siswa sehingga materi geometri dapat lebih mudah dipahami. Tidak adanya kemandirian pada siswa akan menghasilkan berbagai macam problem perilaku, misalnya pemalu, tidak punya motivasi sekolah, dan kebiasaan belajar yang buruk. Individu yang memiliki kemandirian belajar tinggi cenderung belajar lebih baik, mampu memantau, mengevaluasi, dan mengatur belajarnya secara efektif; menghemat waktu dalam menyelesaikan tugasnya, mengatur belajar dan waktu secara efisien, dan memperoleh skor yang tinggi dalam sains.

Collaboration network of the authors

40 authors · 241 co-authorship links · 7 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Universitas Airlangga
  • University of Surabaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Kartono KartonoUniversitas Airlangga22
Scolastika MarianiState University of Semarang8
Isnarto IsnartoAffiliation unknown7
Iwan JunaediState University of Semarang7
Rochmad RochmadAffiliation unknown7
Budi WaluyaAffiliation unknown5
Mulyono MulyonoAffiliation unknown5
Adi Nur CahyonoAffiliation unknown4
Ani RusilowatiState University of Semarang4
Emi PujiastutiState University of Semarang4
Sugiman SugimanAffiliation unknown4
Walid WalidState University of Semarang4
Sugiyo SugiyoAffiliation unknown3
Muhammad KhumaediAffiliation unknown3
Arief AgoestantoAffiliation unknown3
Isti HidayahAffiliation unknown3
Amin SuyitnoAffiliation unknown3
Dwijanto DwijantoAffiliation unknown3
Mashuri MashuriAffiliation unknown3
Zaenuri ZaenuriState University of Semarang3
Endang Retno WinartiAffiliation unknown3
Mohammad AsikinAffiliation unknown3
Samsudi SamsudiAffiliation unknown2
Wahyu HardyantoAffiliation unknown2
Stevanus Budi WaluyaAffiliation unknown2
St. Budi WaluyaAffiliation unknown2
Saiful RidloState University of Semarang2
Muhammad KharisAffiliation unknown2
Batul Fatin HendrianiAffiliation unknown2
Muhammad Dwi YantoAffiliation unknown2
Winardi WinardiUniversity of Surabaya2
Tri WahyuningsihAffiliation unknown2
Nurkaromah DwidayatiAffiliation unknown2
YL SukestiyarnoAffiliation unknown2
Tri Sri Noor AsihAffiliation unknown2
Ardhi PrabowoAffiliation unknown2
Sukestiyarno SukestiyarnoAffiliation unknown2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kemampuan Literasi Matematika dan Kemandirian Belajar Siswa Pada Model Pembelajaran Rme Berbantuan Geogebra</dc:title>
	<dc:creator>Ricky Fahmy, Ahmad Faridh</dc:creator>
	<dc:creator>Wardono, Wardono</dc:creator>
	<dc:creator>Masrukan, Masrukan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembelajaran matematika membantu siswa untuk membangun konsep matematika dengan kemampuannya sendiri. Pemahaman konsep inilah yang menjadi dasar dalam memecahkan masalah. Dalam proses memecahkan masalah ini, seseorang yang memiliki literasi matematika akan menyadari atau memahami konsep matematika mana yang relevan dengan masalah yang dihadapinya. Dari kesadaran ini kemudian berkembang pada bagaimana merumuskan masalah tersebut kedalam bentuk matematisnya untuk kemudian di selesaikan. Kemampuan literasi ini tidak hanya terbatas pada kemampuan menggunakan aspek berhitung dalam matematika saja, tetapi juga melibatkan pengetahuan yang lebih luas yaitu mencakup quantity, uncertainty, change and ralationships, dan shape and sapce. Geometri merupakan salah satu cabang matematika yang memerlukan pengetahuan tersebut. Upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika peserta didik antara lain dengan menerapkan pembelajaran dengan model realistic mathematic education (RME). GeoGebra ditambahkan dalam model pembelajaran RME untuk menarik minat siswa sehingga materi geometri dapat lebih mudah dipahami. Tidak adanya kemandirian pada siswa akan menghasilkan berbagai macam problem perilaku, misalnya pemalu, tidak punya motivasi sekolah, dan kebiasaan belajar yang buruk. Individu yang memiliki kemandirian belajar tinggi cenderung belajar lebih baik, mampu memantau, mengevaluasi, dan mengatur belajarnya secara efektif; menghemat waktu dalam menyelesaikan tugasnya, mengatur belajar dan waktu secara efisien, dan memperoleh skor yang tinggi dalam sains.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Matematika FMIPA UNNES</dc:publisher>
	<dc:date>2018-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/20198</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; 559-567</dc:source>
	<dc:source>2613-9189</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/20198/9576</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>