Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KEEFEKTIFAN PEREDUKSIAN MISKONSEPSI MELALUI STRATEGI KONFLIK KOGNITIF PADA PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN ALGORITMIK

Chemistry in Education · Vol. 1 No. 2 (2012)

ISSN
2502-6852, 2252-6609
Terbit
2012-10-08
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kimia berstrategi konflik kognitif dalam pereduksian miskonsepsi pada pemahaman konseptual dan algoritmik. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA suatu sekolah di kabupaten Magelang tahun ajaran 2011/ 2012. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling melalui undian. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berbentuk multiple choice dengan reasoning terbuka, angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan pereduksian miskonsepsi peserta didik mencapai 86,67% dan pereduksian miskonsepsi per item soal mencapai 70,00%. Hal ini berarti pembelajaran berstrategi konflik kognitif efektif untuk mereduksi miskonsepsi pada pemahaman konseptual dan algoritmik. Faktor penyebabnya adalah pembelajaran yang berorientasi student centered dalam menemukan konsep ilmiah. Penelitian ini belum mampu menuntaskan miskonsepsi secara optimal karena adanya perbedaan pengolahan informasi dan tingkat penalaran peserta didik. Peserta didik yang mengabaikan informasi yang diperoleh atau menyimpannya pada memori jangka pendek tidak akan mampu menyimpan konsep secara permanen. Tingkat penalaran yang rendah menyebabkan peserta didik tidak mampu berpikir hipotesis deduktif, proporsional, kombinatorial, dan refleksif sehingga pengetahuan tidak mampu ditangkap dengan baik. Akibatnya, miskonsepsi masih tetap ditemukan.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 179 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • University of Bremen
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sudarmin SudarminAfiliasi tidak diketahui10
Eko Budi SusatyoAfiliasi tidak diketahui6
Sri Susilogati SumartiState University of Semarang5
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang5
Edy CahyonoState University of Semarang5
Sri WardaniState University of Semarang4
Supartono SupartonoAfiliasi tidak diketahui4
Sri KadarwatiState University of Semarang3
Sigit PriatmokoState University of Semarang3
Sri HaryaniAfiliasi tidak diketahui3
Endang SusilaningsihState University of Semarang3
Winarni PratjojoAfiliasi tidak diketahui3
Harjito HarjitoAfiliasi tidak diketahui3
Ersanghono KusumoAfiliasi tidak diketahui3
Kasmadi Imam SupardiState University of Semarang2
Ina AnggreaniAfiliasi tidak diketahui2
Nurwachid Budi SantosaAfiliasi tidak diketahui2
Nurwachid Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui2
Sri MursitiAfiliasi tidak diketahui2
Jumaeri JumaeriAfiliasi tidak diketahui2
Saptorini SaptoriniAfiliasi tidak diketahui2
Harjono HarjonoAfiliasi tidak diketahui2
Latifah LatifahAfiliasi tidak diketahui2
Siti Herlina DewiState University of Semarang1
Muhammad Firdaus ImaduddinUniversity of Bremen1
Sudarmin SudarminState University of Semarang1
Dwi Norma GupitasariState University of Semarang1
S. SaptoriniAfiliasi tidak diketahui1
Sri NurhayatiState University of Semarang1
Ellisa Auliya AshfaAfiliasi tidak diketahui1
Hayyu HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Triastuti SulistyaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Fatimah KhoirunisaAfiliasi tidak diketahui1
Astri DewiAfiliasi tidak diketahui1
Dwi RetnowatiAfiliasi tidak diketahui1
Armydha Dwi SusantiAfiliasi tidak diketahui1
Tjahyo SubrotoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEEFEKTIFAN PEREDUKSIAN MISKONSEPSI MELALUI STRATEGI KONFLIK KOGNITIF PADA PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN ALGORITMIK</dc:title>
	<dc:creator>Ma'rifah, Ma’rifah</dc:creator>
	<dc:creator>Sumarni, Woro</dc:creator>
	<dc:creator>Siadi, Kusoro</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kimia berstrategi konflik kognitif dalam pereduksian miskonsepsi pada pemahaman konseptual dan algoritmik. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA suatu sekolah di kabupaten Magelang tahun ajaran 2011/ 2012. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling melalui undian. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berbentuk multiple choice dengan reasoning terbuka, angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan pereduksian miskonsepsi peserta didik mencapai 86,67% dan pereduksian miskonsepsi per item soal mencapai 70,00%. Hal ini berarti pembelajaran berstrategi konflik kognitif efektif untuk mereduksi miskonsepsi pada pemahaman konseptual dan algoritmik. Faktor penyebabnya adalah pembelajaran yang berorientasi student centered dalam menemukan konsep ilmiah. Penelitian ini belum mampu menuntaskan miskonsepsi secara optimal karena adanya perbedaan pengolahan informasi dan tingkat penalaran peserta didik. Peserta didik yang mengabaikan informasi yang diperoleh atau menyimpannya pada memori jangka pendek tidak akan mampu menyimpan konsep secara permanen. Tingkat penalaran yang rendah menyebabkan peserta didik tidak mampu berpikir hipotesis deduktif, proporsional, kombinatorial, dan refleksif sehingga pengetahuan tidak mampu ditangkap dengan baik. Akibatnya, miskonsepsi masih tetap ditemukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/chemined/article/view/979</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Chemistry in Education; Vol 1 No 2 (2012): Terbit bulan Oktober 2012</dc:source>
	<dc:source>2502-6852</dc:source>
	<dc:source>2252-6609</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/chemined/article/view/979/1008</dc:relation>
</oai_dc:dc>