Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

SINTESIS LAPIS TIPIS SENG OKSIDA (ZnO) NANORODS SEBAGAI FOTOANODA SEL SURYA TERSENSITASI ZAT WARNA

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 1 No. 1 (2012)

DOI
10.15294/ijcs.v1i1.596
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Terbit
2012-05-15
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis lapis tipis seng oksida (ZnO) nanorods dengan metode chemical bath deposition sebagai fotoanoda sel surya tersensitasi zat warna. Kristal ZnO nanorods ditumbuhkan di atas substrat ITO:PET yang telah dilapisi ZnO nanoparticles sebagai seed layer. Data analisis XRD menunjukkan bahwa lapis tipis ZnO nanorods yang tumbuh di atas substrat merupakan polikristal dengan struktur wurtzite. Posisi puncak-puncak difraksi sinar-X ZnO nanorods sesuai dengan data JCPDS ZnO No. 75-1526. Kristalinitas sampel ZnO semakin meningkat dengan bertambahnya temperatur dan waktu deposisi. Nilai energi gap tidak mengalami perubahan yang signifikan oleh adanya perubahan temperatur dan waktu deposisi. Berdasarkan hasil pemindaian SEM, diketahui bahwa diameter kristal ZnO nanorods berkisar antara 80-120 nm dan ketebalan lapis tipis sekitar 300 nm dengan aspect ratio  4. Sel surya disusun menggunakan fotoanoda lapis tipis ZnO nanorods:ITO, zat warna merkurokrom sebagai pensensitasi, pasangan redoks I-/I3- sebagai larutan elektrolit, dan serbuk karbon: ITO sebagai katoda. Aktivitas sel surya diukur di bawah penyinaran lampu UV komersial (31 lux). Sel surya yang menggunakan fotoanoda yang disintesis dengan variasi temperatur deposisi menghasilkan daya maksimum tertinggi sebesar 3,15 m/cm2 dengan fill factor 60,76%, sedangkan dengan variasi waktu deposisi menghasilkan daya maksimum tertinggi sebesar 5,03 m/cm2 dengan fill factor 63,23%.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 122 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Halu Oleo
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
SRI WAHYUNIAfiliasi tidak diketahui5
Endang SusilaningsihState University of Semarang4
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang3
Woro SumarniState University of Semarang2
Sudarmin SudarminAfiliasi tidak diketahui2
Eko Budi SusatyoAfiliasi tidak diketahui2
Sigit PriatmokoState University of Semarang2
Sri NurhayatiState University of Semarang1
Ina AnggreaniAfiliasi tidak diketahui1
Elvara Siti AzzahraAfiliasi tidak diketahui1
Dwi RetnowatiAfiliasi tidak diketahui1
Kusoro SiadiAfiliasi tidak diketahui1
Saptorini SaptoriniAfiliasi tidak diketahui1
Renny Nuri SeptianiAfiliasi tidak diketahui1
Yohanna Indah SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Dian NurhayatiAfiliasi tidak diketahui1
Sri Mantini R.SAfiliasi tidak diketahui1
Fera Emilia SariAfiliasi tidak diketahui1
Laily Noor IzzaAfiliasi tidak diketahui1
Nurul Huda ErvinaAfiliasi tidak diketahui1
Ida AgustianiAfiliasi tidak diketahui1
SRI REJEKIUniversitas Halu Oleo1
Min Zahrotil UmamiAfiliasi tidak diketahui1
Ersanghono KusumoAfiliasi tidak diketahui1
Ishri Arju SyafangahAfiliasi tidak diketahui1
Kumar PujiatiAfiliasi tidak diketahui1
Widya RosantiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Rizky AmaliaAfiliasi tidak diketahui1
Oki PurwaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Supartono SupartonoAfiliasi tidak diketahui1
Nur HalimahAfiliasi tidak diketahui1
Yefta Irga KrisandaAfiliasi tidak diketahui1
Edy CahyonoState University of Semarang1
Noviana Sri RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Siti Nur HolifahAfiliasi tidak diketahui1
Sri WardaniState University of Semarang1
Aida Saefa FitriarieswaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS LAPIS TIPIS SENG OKSIDA (ZnO) NANORODS  SEBAGAI FOTOANODA SEL SURYA TERSENSITASI ZAT WARNA</dc:title>
	<dc:creator>Labib, Febri Mandhurul</dc:creator>
	<dc:creator>Harjito, Harjito</dc:creator>
	<dc:creator>Saputro, Subiyanto Hadi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk  mensintesis lapis tipis seng oksida (ZnO) nanorods  dengan metode chemical bath deposition  sebagai fotoanoda sel surya tersensitasi zat warna. Kristal ZnO nanorods ditumbuhkan di atas substrat ITO:PET yang telah dilapisi ZnO nanoparticles sebagai seed layer. Data analisis XRD menunjukkan bahwa lapis tipis ZnO nanorods yang tumbuh di atas substrat merupakan polikristal dengan struktur wurtzite. Posisi puncak-puncak difraksi sinar-X ZnO nanorods sesuai dengan data JCPDS ZnO No. 75-1526. Kristalinitas sampel ZnO semakin meningkat dengan bertambahnya temperatur dan waktu deposisi. Nilai energi gap tidak mengalami perubahan yang signifikan oleh adanya perubahan temperatur dan waktu deposisi. Berdasarkan hasil pemindaian SEM, diketahui bahwa  diameter kristal ZnO nanorods berkisar antara 80-120 nm dan ketebalan lapis tipis sekitar 300 nm dengan aspect ratio  4. Sel surya disusun menggunakan fotoanoda lapis tipis ZnO nanorods:ITO, zat warna merkurokrom sebagai pensensitasi, pasangan redoks I-/I3- sebagai larutan elektrolit, dan serbuk karbon: ITO sebagai katoda. Aktivitas sel surya diukur di bawah penyinaran lampu UV komersial  (31 lux). Sel surya yang menggunakan  fotoanoda yang disintesis dengan variasi temperatur deposisi menghasilkan daya maksimum  tertinggi sebesar 3,15 m/cm2 dengan fill factor 60,76%, sedangkan  dengan variasi waktu deposisi menghasilkan daya maksimum tertinggi sebesar 5,03 m/cm2 dengan fill factor 63,23%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/596</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v1i1.596</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol 1 No 1 (2012)</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijcs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/596/10209</dc:relation>
</oai_dc:dc>