Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perbandingan Metode Destruksi Basah dan Destruksi Kering untuk Analisis Timbal dalam Tanah di Sekitar Laboratorium Kimia FMIPA UNNES

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 9 No. 3 (2020) · hlm. 169–173

DOI
10.15294/ijcs.v9i3.41521
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Terbit
2020-11-01
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering untuk analisis timbal pada tanah di sekitar lingkungan laboratorium kimia FMIPA UNNES. Metode yang digunakan untuk penentuan kadar logam timbal adalah dengan metode AAS. Salah satu syarat analisis logam dengan menggunakan AAS adalah sampel harus berupa larutan, maka sebelum kadar logam dalam sampel dianalisis dilakukan destruksi terlebih dahulu. Destruksi merupakan suatu perlakuan untuk melarutkan atau mengubah sampel menjadi bentuk materi yang dapat diukur sehingga kandungan unsur-unsur didalamnya dapat dianalisis. Pada dasarnya ada dua jenis destruksi yang biasa dilakukan yaitu destruksi basah dan destruksi kering. Untuk membandingkan hasil destruksi basah dan destruksi kering maka dapat dihitung nilai % recovery. Penelitian ini menggunakan metode spike dalam memperoleh nilai % recovery. Perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering terhadap analisis logam Pb pada tanah di sekitar Laboratorium Kimia FMIPA UNNES dapat diketahui berdasarkan nilai % recovery. Nilai % recovery pada metode destruksi basah sebesar 99,00% dan 98,90%. Sedangkan nilai % recovery pada metode destruksi kering sebesar 92,30% dan 87,90%. Berdasarkan nilai % recovery maka metode destruksi basah lebih baik daripada metode destruksi kering.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 167 tautan kepenulisan bersama · 6 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • University of Bremen
  • Universiti Teknologi MARA
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Nanik WijayatiState University of Semarang6
Woro SumarniState University of Semarang5
Sri WardaniState University of Semarang4
Antonius Tri WidodoAfiliasi tidak diketahui4
Endang SusilaningsihState University of Semarang4
Murbangun NuswowatiState University of Semarang3
Sri HaryaniAfiliasi tidak diketahui3
Sri MursitiAfiliasi tidak diketahui3
Kasmadi Imam SupardiState University of Semarang2
Sarwi SarwiAfiliasi tidak diketahui2
HarjonoState University of Semarang2
Devy LestariAfiliasi tidak diketahui2
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang2
Kasmui KasmuiState University of Semarang2
Harjono HarjonoAfiliasi tidak diketahui2
Sudarmin SudarminAfiliasi tidak diketahui2
Siti Herlina DewiState University of Semarang1
Muhammad Firdaus ImaduddinUniversity of Bremen1
Sri KadarwatiState University of Semarang1
Sharipah Ruzaina Syed ArisUniversiti Teknologi MARA1
R. N. AiniAfiliasi tidak diketahui1
S. SaptoriniAfiliasi tidak diketahui1
Endang SusiloningsihAfiliasi tidak diketahui1
Nikmatun HasanahAfiliasi tidak diketahui1
Ferida Noni Chr TefnaiAfiliasi tidak diketahui1
Ani Saul HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Aditya MariantiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Dina AmalinaAfiliasi tidak diketahui1
Faya Nuralda SitompulAfiliasi tidak diketahui1
Shafira Septiana FutriAfiliasi tidak diketahui1
Legendra Gantar NegaraAfiliasi tidak diketahui1
Intan Kharyna SholehahAfiliasi tidak diketahui1
Putri Dyah AstariAfiliasi tidak diketahui1
Thomas Calvin -Afiliasi tidak diketahui1
Fatimah KhoiriyahAfiliasi tidak diketahui1
Felia Annisa PutriAfiliasi tidak diketahui1
Afifa Ayu ZahronadaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Metode Destruksi Basah dan Destruksi Kering untuk Analisis Timbal dalam Tanah di Sekitar Laboratorium Kimia FMIPA UNNES</dc:title>
	<dc:creator>Asmorowati, Dian Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Sumarti, Sri Susilogati</dc:creator>
	<dc:creator>Kristanti, Ida Iryani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering untuk analisis timbal pada tanah di sekitar lingkungan laboratorium kimia FMIPA UNNES. Metode yang digunakan untuk penentuan kadar logam timbal adalah dengan metode AAS. Salah satu syarat analisis logam dengan menggunakan AAS adalah sampel harus berupa larutan, maka sebelum kadar logam dalam sampel dianalisis dilakukan destruksi terlebih dahulu. Destruksi merupakan suatu perlakuan untuk melarutkan atau mengubah sampel menjadi bentuk materi yang dapat diukur sehingga kandungan unsur-unsur didalamnya dapat dianalisis. Pada dasarnya ada dua jenis destruksi yang biasa dilakukan yaitu destruksi basah dan destruksi kering. Untuk membandingkan hasil destruksi basah dan destruksi kering maka dapat dihitung nilai % recovery. Penelitian ini menggunakan metode spike dalam memperoleh nilai % recovery. Perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering terhadap analisis logam Pb pada tanah di sekitar Laboratorium Kimia FMIPA UNNES dapat diketahui berdasarkan nilai % recovery. Nilai&amp;nbsp; % recovery pada metode destruksi basah sebesar 99,00% dan 98,90%. Sedangkan nilai&amp;nbsp; % recovery pada metode destruksi kering sebesar 92,30% dan 87,90%. Berdasarkan nilai % recovery maka metode destruksi basah lebih baik daripada metode destruksi kering.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/41521</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v9i3.41521</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol 9 No 3 (2020); 169-173</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijcs.v9i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/41521/17204</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Chemical Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>